Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

April 4, 2008

Tolong Baca Dan Jangan Coba-coba Ikut Walaupun Hanya Rp. 2000

Filed under: Rubrik Umum

Tolong Baca Dan Jangan Coba-coba Ikut Walaupun Hanya Rp. 2000. - Informasi ini kami dapat dari e-mail forward dan kami publikasikan disini untuk dibaca oleh masyarakat umum. Agar kita semua tanggap dan menyikapi permasalahan semacam ini yang sering terjadi dimasa sekarang. Dan semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

 

DEAR ALL MY FRIENDS

Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang  AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka.

Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.

Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.

Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500..000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem dan kehidupan glamor, lha makan aja susah.

Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll.

Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah.Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar.

Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi.Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.

Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini.Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.

mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.

JUDI SMS MENGGILAAAA ……

Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan.
Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb.Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik.Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.

Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum — setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya  –anggaplah- - Rp 2000.Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb).
Sisanya yang 40% untuk ‘bandar’ (penyelenggara) SMS.


Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini ‘bandar’ mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000  (baca: Delapan puluh milyar rupiah).
 
Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai ‘biaya promosi’!
 
Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan ’siapa tahu’ mendapat hadiah. Kata ’siapa tahu’ adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.

Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, ‘buka’ atau ’sahur’, lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, ‘dapatkan handphone… ‘

 
Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka: ‘Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis’.

Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!

Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini.
Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka

 
Ditulis dan direvisi oleh Administrator Pemuda/I GKPI Mandala Medan. 

Siapkah Aku Menghadap Bapa ?

Filed under: Artikel
Siapkah Aku Menghadap Bapa ?

"Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." (Lk 12:13-21)

Saya teringat saat mendampingi almarhum Romo Rolf Reichenbach, SSCC di hari-hari terakhir dalam hidupnya di rumah sakit ketika beliau diserang penyakit kanker. Penyakit kanker inilah yang telah menghantarnya kembali ke rumah Bapa. Sebelum hari ulang tahunnya yang ke 73, beliau didiagnosa oleh dokter dengan hasil yang mengejutkan, yakni bahwa penyakitnya itu tak dapat disembuhkan lagi. Dan ternyata hari ulang tahunnya yang hanya tersisa dua bulan itu tak pernah ia rayakan. Di tengah-tengah rasa sakitnya yang luar biasa beliau berkata, "Saya tidak minta umur panjang, saya juga tidak minta umur pendek, apa yang diberikan Tuhan, itu yang saya terima. Apa yang diberikan Tuhan itulah yang terbaik untukku!" Sebuah kalimat yang singkat namun itu adalah ungkapan kedalaman imannya yang tulus. Saya sungguh mengagumi kebesaran imannya yang nampak lewat kalimat singkat ini dan seringkali teringat lagi pada kata-kata ini.

Sering aku bertanya diri, "siapkah aku untuk menghadap Bapa?" Atau.., berapa banyak dari antara kita yang secara berani mengatakan bahwa kita "siap untuk menghadapNya?" Mungkin tidak seorangpun. Aku dan Anda mungkin sama-sama tak berani memberikan jawaban. Sering kali jawaban klise yang diberikan jika seseorang diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang bersifat rohani adalah ‘nanti saja kalau sudah tua’, artinya di saat sudah mendekati akhir kehidupan. Saat itulah dianggap sebagai saat yang tepat untuk membereskan diri. Banyak hal-hal rohani, perbuatan baik, kesediaan untuk ibadah atau berderma menjadi label hanya bagi orang tua-tua ataupun orang yang sudah mapan. Hidup saat ini adalah untuk kerja dan terus bekerja serta mencapai karir yang tinggi. Kita berusaha agar mempunyai account yang terus berkembang di bank, membangun hidup keluarga yang sejahtera, atau ‘hang out’ dengan teman dan ‘having fun’. Apakah ada yang salah dengan semuanya itu?

Saya rasa Bapa ingin kita semua sempurna sebagaimana Dia sempurna adanya. Semua yang disebutkan di atas adalah baik jika kita persembahkan untuk kemuliaanNya. "Carilah KerajaanKu, dan semuanya akan ditambahkan padamu." Ia tidak berkata "carilah segalanya dan engkau akan menemukan KerajaanKu." Bapa kita bukanlah Bapa yang tidak menepati janji. Adakah sesuatu yang kita miliki yang bukan berasal dariNya? Apakah semua yang kita capai adalah semata-mata hasil jerih payah kita sendiri dan bukan anugrahNya?

Maka apa saja yang kita persembahkan padaNya untuk KemuliaanNya akan menjadi sesuatu yang indah dalam tanganNya. Bapa tidak pernah berhenti memberikan berkat-berkatNya, besar maupun kecil sepanjang hidup kita. Hanya, apakah kita sadar akan berkat-berkat itu, serta tahu berterima kasih atas semua yang diberikan Tuhan kepada kita?

Mari, mari kita menjadi kaya dalam KerajaanNya. Hidup kita terlalu singkat dan berharga untuk tidak bersukacita dalam KerajaanNya di atas bumi ini. Hidup kita terlampau singkat hanya untuk diisi dengan sejuta problem. Temukanlah harta karun anda sebelum semuanya berlalu. Waktunya sudah dekat.

Artikel ini bersumber dari Pondokrenungan.Com dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Tuhan kita Yesus Kristus memberkati dan melindungi kita semua dimanapun kita berada. Amin.

Melayani: Bagian dari Hidup

Filed under: Artikel
Melayani: Bagian dari Hidup.

Setiap kita tentu pernah melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama kita, bisa itu berupa bantuan fisik ataupun sekedar dukungan moral. Bantuan atau pelayanan yang kita berikan bagi sesama kita umumnya didasari atas motif-motif tertentu. Penelitian yang dilakukan David Schroeder, professor psikologi pada University of Arkansas, menyingkapkan dua motif dasar kita membantu atau melayani orang lain. Pertama, karena kita mengharapkan suatu balas jasa sebagai akibat dari bantuan yang kita berikan tersebut. Dan kedua, karena kita ingin merasa diri baik atau mau menghindari perasaan bersalah akibat tidak membantu sesama.

Kedua motif yang diungkapkan Schroeder sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Dalam istilah lain, kita sering memberi kata sifat pada motif bantuan yang pertama sebagai do ut des (saya memberi supaya engkau memberi) atau bantuan yang tidak tulus, dan pada motif bantuan yang kedua sebagai bantuan yang tulus. Namun bila dilihat dari apa yang terungkap melalui penelitian Schroeder tersebut, maka motif bantuan yang kedua pun juga layak diberi kata sifat do ut des. Bedanya, motif yang kedua tidak atau sulit disadari secara langsung oleh orang yang kita bantu dan kita yang membantu. Kalau motif yang pertama bisa mudah diketahui secara kasat mata, maka motif bantuan yang kedua umumnya lebih pada efek psikologis yang timbul pada subyek yang membantu, yaitu adanya rasa puas dan bangga terhadap diri kita sendiri. Kalau tidak segera disadari atau dikontrol maka ia akan meluas pada rasa sombong atau merasa diri suci. Bila terjadi demikian maka bisa jadi motif bantuan yang kedua yang dirasa tulus tersebut justru lebih berbahaya dan lebih egoistis dari motif yang pertama.

Lalu pertanyaan muncul: apakah betul ada bantuan yang benar-benar tulus, dalam arti tanpa mengharapkan balas jasa atau keuntungan bagi kita sendiri? Bagaimana kita bisa membantu sesama tanpa menjurus pada efek-efek psikologis di atas?

Melalui bacaan Injil hari minggu ini, Yesus memberi jawaban bagaimana kita dapat membantu dan melayani sesama secara tulus dan tanpa merasa diri baik dan hebat yang berujung pada keangkuhan. Yesus mengajak kita untuk melayani dengan sikap rendah hati. Cara berpikir yang Yesus pakai sebagai acuan adalah cara berpikir seorang pelayan atau pembantu; yang merasa apa yang ia buat adalah apa yang sepatutnya ia lakukan. Dalam cara berpikir ini, bantuan atau pelayanan itu sendiri tidak lagi dilihat sebagai suatu kebajikan tetapi lebih sebagai suatu kemestian atau essensial sifatnya. Setiap kebajikan yang dimiliki selalu didahului oleh suatu pilihan untuk menjadi bajik. Dan dalam setiap pilihan atau opsi selalu terkandung motif. Lebih dari itu, pelayanan yang ditempatkan pada tataran kebajikan akan dilihat sebagai suatu keberhasilan bila kita mampu melaksanakannya. Dan dalam setiap keberhasilan, selalu ada figur yang merasa patut mendapat penghargaan. Sebaliknya, menempatkan sikap melayani sebagai suatu yang essensial menjadikannya sebagai perbuatan besar yang dirasa biasa-biasa saja. Melayani bukan sesuatu yang istimewa karena ia merupakan bagian dari hidup. Saya melayani maka saya ada. Beata Theresa dari Kalkuta memahami dan menghayati secara tepat makna ini. Dalam beberapa kesempatan ketika ditanya bagaimana rasanya disebut sebagai orang kudus hidup, dengan sederhana beliau menjawab: "holiness is a necessity of life. It¡¦s a simple duty of all. Holiness is for everyone".

Melayani sesama secara tulus tanpa berujung pada rasa diri hebat dan angkuh pada hakekatnya bukanlah sesuatu yang sulit untuk kita hayati. Yang perlu mulai kita lakukan adalah merubah konsep tentang makna melayani sesama dan makna kebajikan. Tidak perlu lagi mentahtahkan keduanya pada suatu jarak mental tertentu, tetapi melihatnya sebagai bagian dari hidup, sebagai apa yang patut kita lakukan dan capai. Kalau Beata Theresa dari Kalkuta bisa menghayatinya, mengapa kita tidak?

Sikap Yang Benar Dalam Berdoa

Filed under: Artikel
Sikap Yang Benar Dalam Berdoa.

Bacaan Injil minggu ini (Luk 18:9-14) masih dalam bab yang sama dengan minggu yang lalu dan temanyapun juga sama, yakni tentang berdoa. Kalau minggu yang lalu lebih pada ketekunan dalam berdoa (perumpamaan tentang hakim yang tak benar), maka kali ini lebih dalam hal sikap yang benar dalam berdoa (perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai).

Perumpamaan dalam Injil Lukas 18:9-14 ini disampaikan kepada beberapa orang yang "menganggap diri benar" serta sering kali "memandang rendah semua orang lain". Sikap diri seperti ini juga turut menentukan cara berdoa. Diceriterakan bahwa kedua tokoh dalam perumpamaan hari sama-sama pergi ke bait Allah untuk berdoa, untuk menghadap dan membuka hati kepada Allah Yang Mahakuasa. Kiranya satu hal yang sudah bisa kita petik di sini ialah bahwa Allah Yang Mahatinggi itu dapat didatangi. Bahkan Dia menunggu dan siap untuk mendengarkan. Tapi bagaimana sikap orang yang datang kepadaNya dan apa yang dibawa kepadaNya? Dan mengapa justru pemungut cukai itu yang dibenarkan dan orang Farisi tidak? Mari kita sejenak mengamati gerak-gerik atau sikap orang farisi dan pemungut cukai dihadapan Allah:

Sikap orang farisi:
"Orang farisi berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku." (Luk 18: 11-12). Ia bermaksud mengucap terima kasih kepada Allah karena nasibnya baik, tidak sama dengan kaum pendosa. Ia merasa bangga dan beruntung karena tidak menjadi perampok, penjahat, orang yang lalim, atau seperti seorang pemungut cukai yang tadi dilihatnya sama-sama masuk bait Allah. Dalam doanya ia juga merasa perlu mengingatkan Tuhan bahwa ia berpuasa dua kali seminggu dan mengamalkan bagiNya sepersepuluh dari semua penghasilanNya. Ia merasa telah memenuhi semua kewajibannya. Maka bereslah sudah! Aman pikirnya !

Lalu bagaimana dengan si pemungut cukai ?
"Ia berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak beraia menengadah ke langit melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini."(Luk 18:13). Ia merasa tidak pantas berdiri dekat orang saleh itu. Apalagi mendekat kepada Tuhan Yang Maha tinggi. Bahkan ia tidak berani memandang ke atas. Menghadap Yang Mahakuasa membuatnya gentar. Tidak seperti orang Farisi yang penuh percaya diri. Ia tidak punya apa-apa kecuali perasaan sebagai pendosa. Ia berulang kali menepuk dada dan minta dikasihani. "Tuhan kasihanilah aku orang yang berdosa ini."

Dan Yesus, Sang Guru berkata kepada orang-orang yang mendengarkanNya (termasuk saya dan Anda di manapun saat ini berada), "sesungguhnya Aku berkata kepadamu pemungut cukai tadi pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan oleh Allah, tetapi orang Farisi itu tidak". Loch koq bisa? Bukankah orang Farisi itu adalah orang yang saleh? Bukankah doanya panjang dan indah? Gak pernah terlambat bayar persepuluhan lagi…!!! Mengapa? Karena pemungut cukai tadi telah benar-benar berdoa. Ia berseru kepada Tuhan dengan sepenuh hatinya dan Tuhan menjawab. Dalam seruannya yang sederhana itu ia menyediakan dirinya sebagai penerima belaskasih dari Tuhan. Namun tidak demikian halnya dengan orang Farisi yang merasa bangga dan yakin dengan kata-kata yang indah dan panjang bahwa pasti doanya dikabulkan Tuhan. Kemasan doanya syarat dengan ¡§aku, aku dan aku….¡¨ Doanya penuh dengan aku….dirinya sendiri. Dirinya sendiri yang jadi pusat. Tidak ada tempat bagi Tuhan. Karena itu ia sebenarnya tidak berdoa. Doa pemungut cukai itu dibenarkan atau dengan kata lain terkabulkan, karena dia membiarkan dirinya dipenuhi oleh belaskasih Allah. Pokok doanya, sumber doanya dan pusat doanya ialah Tuhan sendiri.

Saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan, mari tentukan bagaimana sikap kita dalam BERDOA. Tuhan menanti Anda dengan berkat-Nya. Amin.

Taklukan Dengan Cinta.

Filed under: Artikel
Taklukan Dengan Cinta.

Katakan padaku, bagaimana rasanya sunyi itu. Katakan padaku, bagaimana rasanya sepi itu. Malam, dengan dingin dan kabut. Malam dengan desiran angin dan bunyi rintik hujan. Ada lagu di dalam hati. Ada lagu tak berjudul. Dan siapakah diriku ini? Siapakah aku? Apakah artinya aku di tengah deru kehidupan yang meluncur dalam waktu? Mengapa aku harus menangis? Mengapa aku harus menjerit dengan jiwa yang terluka? Merasa disia-siakan, dihina, disepelekan dan tak punya arti lagi? Mengapa hidup mesti sesunyi ini? Dimanakah harus kucari cara untuk menghadapi hidupku? Dimanakah harus kucari setetes embun yang dapat memuasi dahaga kehidupanku? Segala hal telah kucoba. Segala kemungkinan telah kulalui. Tetapi mengapa dingin masih menggigit kalbu? Mengapa luka masih menganga di dalam jiwa? Tuhan. Tuhan, sungguhkah Engkau ada? Dimanakah Engkau saat ini? Dimana?

Rasa pesimis dan putus asa seringkali menyelimuti kehidupan kita. Rasa tak mampu dan tak sanggup untuk menghadapi hari esok seringkali melumpuhkan jiwa kita. Tertunduk pasrah menghadapi waktu tanpa daya untuk bangkit dan mendobrak segala kebekuan yang kita alami saat sekarang. Rasa takut, tak berdaya, mematikan segala inisiatip kita untuk menghadapi apa yang ada. Kita hidup namun telah mati. Kita ada namun sungguh tak jelas keberadaan kita. Kita merasa tak memiliki daya apapun untuk berbuat. Malam telah larut dan kita terbenam di dalamnya. Bersama angin dan gerimis. Dimanakah kita saat ini? Dimana?

Hidup selalu membawa banyak pertanyaan. Persoalan-persoalan yang tak bisa terjawab hanya dengan kata. Karena hidup bukan sekedar kata. Bukan sekedar kalimat-kalimat indah dengan nasehat-nasehat panjang dan Firman indah yang merasa bisa meringankan beban kita. Tidak, temanku. Hidup bukan hanya kata tetapi perbuatan. Perjuangan untuk mengatasi diri sendiri. Pertarungan melawan hati dan diri kita sendiri. Kita, yang terkurung dalam pemikiran, takkan melihat setitik cahaya di depan kita. Karena kita hanya berpaling ke relung jiwa kita yang kelam. Jiwa kita yang kelam takkan mampu untuk melangkah selama kita tak menginginkannya. Sesungguhnya kita sendiri adalah daya. Daya yang mampu untuk melakukan apa saja jika kita mau. Mampu untuk bangkit atau runtuh. Mampu untuk berbuat atau tidak berbuat. Maka apalah artinya segala kondisi lingkungan jika kita sadar bahwa, yang menentukan bukanlah lingkungan, tetapi diri kita sendiri? Ya, kita berjuang bukan untuk apapun selain untuk diri kita. Hanya untuk kita sendiri.

Malam dengan kelam sering menutup segala penglihatan kita. Dan kita pun takut melangkah maju. Kita khawatir terantuk. Kita takut terjerumus ke jurang kelam. Kita tak tahu apa-apa di depan. Tetapi apakah memang ada apa-apa di depan? Bagaimana kita tahu jika kita tidak mencobanya? Bagaimana kita memastikan sesuatu jika kita tidak melihatnya sendiri? Jika kita tidak merasakannya sendiri? Jangan takut, temanku. Jangan takut. Hidup bukan mimpi namun suatu kenyataan. Kenyataan yang harus kita hadapi dan bukan untuk dihindari. Kita bukan penonton tetapi pelakon. Sebab Tuhan membuat dunia ini bukan untuk dinikmati sesuai dengan kesenangan kita namun untuk ditaklukan dan dikuasai dengan akal nurani. Kita ada untuk hidup dan bukan untuk mati. Maka mengapa kita lalu merasa takluk padanya? Mengapa?

Apakah artinya kehidupan? Apakah artinya kematian? Seberapa sering kita merasa sebal menghadapi kehidupan ini? Tapi, bukankah tak jarang pula kita takuti kematian? Lantas, untuk apa kita ada di dunia ini? Untuk apa kita bisa berpikir, merasa sakit, senang, sedih, gembira, suka dan duka? Jika semua itu tanpa makna samasekali, dan jika saat kehidupan ini berakhir maka segala sesuatu akan berubah menjadi gelap, nihil dan kita lalu menghilang dalam ketak-adaan, perlukah kita menjadi ada di dunia ini? Sekarang ini? Pikirkanlah!

Dan bayangkanlah ini. Langit kelam dalam mendung. Surya terik dalam terang. Apakah artinya itu? Bunga-bunga indah yang bermekaran lalu layu gugur, pendaran cahaya senja menuju gelap malam, kekelaman malam menuju fajar terang bersinar, lompatan kecil seekor anjing yang menghindari genangan air. Hidup, bukan main. Ada yang datang, ada yang pergi. Ada yang lahir, ada yang mati. Perlukah kita sesali keberadaan kita di dalam lorong waktu dan sejarah yang nampak tak berujung ini? Dan dalam meniti jalan setapak kehidupan, keindahan taman hati dan kejorokan ambisi dan nafsu, bukankah semua itu lalu menjadi lumrah saja? Perlukah kita sesali kehidupan ini? Perlukah, temanku?

Maka jangan pernah merasa takluk. Jangan takut, hidup kita adalah bagaimana harus bertahan dan menguasai apa yang sedang terjadi. Kita toh bukan seorang pengecut? Kita toh tahu, bahwa sesungguhnya Yesus, jika kita akui Dia sebagai Penebus kita, dapat saja menghindari penderitaanNya jika Ia mau. Tetapi tidak! Apa yang harus terjadi, terjadilah. Kita hadapi hidup kita dengan sepenuh daya. Kita berjuang dengan sepenuh pengharapan. Kita bertahan untuk tidak tertaklukkan, tetapi agar mampu menaklukkan keadaan kita. Dengan cinta. Dengan cinta. Hanya dengan cinta.

Kasih Yang Paling Besar

Filed under: Artikel

Kasih Yang Paling Besar.

Suatu pagi yang sunyi di Korea, di suatu desa kecil, ada sebuah bangunan kayu mungil yang atapnya ditutupi oleh seng-seng. Itu adalah rumah yatim piatu di mana banyak anak tinggal akibat orang tua mereka meninggal dalam perang.

Tiba-tiba, kesunyian pagi itu dipecahkan oleh bunyi mortir yang jatuh di atas rumah yatim piatu itu. Atapnya hancur oleh ledakan, dan kepingan-kepingan seng mental ke seluruh ruangan membuat banyak anak yatim piatu terluka. Ada seorang gadis kecil yang terluka di bagian kaki oleh kepingan seng tersebut, dan kakinya hampir putus. Ia terbaring di atas puing-puing ketika ditemukan, P3K segera dilakukan dan seseorang dikirim dengan segera ke rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan.

Ketika para dokter dan perawat tiba, mereka mulai memeriksa anak-anak yang terluka. Ketika dokter melihat gadis kecil itu, ia menyadari bahwa pertolongan yang paling dibutuhkan oleh gadis itu secepatnya adalah darah. Ia segera melihat arsip yatim piatu untuk mengetahui apakah ada orang yang memiliki golongan darah yang sama.

Perawat yang bisa berbicara bahasa Korea mulai memanggil nama-nama anak yang memiliki golongan darah yang sama dengan gadis kecil itu. Beberapa menit kemudian, setelah terkumpul anak-anak yang memiliki golongan darah yang sama, dokter berbicara kepada grup itu dan perawat menerjemahkan, "Apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk gadis kecil ini?" Anak-anak tersebut tampak ketakutan, tetapi tidak ada yang berbicara. Sekali lagi dokter itu memohon, "Tolong, apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk teman kalian, karena jika tidak ia akan meninggal!"

Akhirnya, ada seorang bocah laki-laki di belakang mengangkat tangannya dan perawat membaringkannya di ranjang untuk mempersiapkan proses transfuse darah. Ketika perawat mengangkat lengan bocah untuk membersihkannya, bocah itu mulai gelisah.

"Tenang saja," kata perawat itu, "Tidak akan sakit kok." Lalu dokter mulai memasukan jarum, ia mulai menangis. "Apakah sakit?" tanya dokter itu.

Tetapi bocah itu malah menangis lebih kencang. "Aku telah menyakiti bocah ini !" kata dokter itu dalam hati dan mencoba untuk meringankan sakit bocah itu dengan menenangkannya, tetapi tidak ada gunanya. Setelah beberapa lama, proses transfusi telah selesai dan dokter itu minta perawat untuk bertanya kepada bocah itu. "Apakah sakit ?" Bocah itu menjawab, "Tidak, tidak sakit." "Lalu kenapa kamu menangis?",tanya dokter itu. "Karena aku sangat takut untuk meninggal" jawab bocah itu. Dokter itu tercengang! "Kenapa kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal ?". Dengan air mata di pipinya, bocah itu menjawab, "Karena aku kira untuk menyelamatkan gadis itu aku harus menyerahkan seluruh darahku!"

Dokter itu tidak bisa berkata apa-apa, kemudian ia bertanya, "Tetapi jika kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal, kenapa kamu bersedia untuk memberikan darahmu ?" Sambil menangis ia berkata, "Karena ia adalah temanku, dan aku mengasihinya!"

Tuhan Yesus lebih dahulu mengasihi kita dengan Kasih yang paling Besar……..Dan IA telah menyerahkan SELURUH DARAHNYA untuk kita karena IA mengasihi kita!!

Artikel ini bersumber dari Pondokrenungan.Com 

Antioksidan Resep Sehat & Umur Panjang

Filed under: Kesehatan

Antioksidan Resep Sehat & Umur Panjang.

Untuk mendapatkan tubuh sehat dan umur panjang, orang melakukan banyak hal. Mulai dari olahraga, menyantap makanan tambahan, sampai bedah kosmetik untuk mengencangkan kulit yang mulai keriput. Padahal itu hanya permukaan. Yang lebih penting justru bagaimana kita memerangi radikal bebas yang merusak tubuh dari dalam. Antara lain dengan antioksidan seperti dituturkan oleh ahli gizi, dr. Elvina Karyadi, M.Sc., di bawah ini.

Mewujudkan kualitas hidup yang baik di usia lanjut memang tidak mudah tanpa didukung usaha sejak dini di usia muda. Saat ini kelebihan gizi yang mengakibatkan tingginya prevalensi penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, kencing manis, rematik sudah dirasakan sampai di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Belum lagi akibat yang ditimbulkan oleh lingkungan tercemar, kesalahan pola makan dan gaya hidup yang justru merangsang tumbuhnya radikal bebas (free radical) yang merusak tubuh kita. 

Kondisi ini mendorong para peneliti baik ahli gizi maupun dokter menggali teori dasar radikal bebas serta mencari bagaimana cara mengendalikan produksi radikal bebas pada tubuh kita. Penelitian di bidang gizi ortomolekuler pada tingkat sel membuktikan, antioksidan dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas. Ternyata, gangguan atau ketidakmampuan sistem antioksidan tubuh inilah yang menyebabkan berbagai macam penyakit degeneratif.

Apa itu radikal bebas ? Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai satu elektron atau lebih yang tanpa pasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan. Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernapas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari atau radiasi kosmis. 

Karena secara kimia molekulnya tidak lengkap, radikal bebas cenderung "mencuri" partikel dari molekul lain, yang kemudian menimbulkan senyawa tidak normal dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting dalam tubuh. Radikal bebas inilah biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit lever, jantung koroner, katarak, penyakit hati dan dicurigai proses penuaan dini ikut berperan. Sebenarnya, reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh normal. Radikal bebas lazimnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. Namun, bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda, maka merupakan awal dari kerusakan sel yang antara lain :

Kerusakan DNA (deoxy nucleic acid) pada inti sel Senyawa radikal bebas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan DNA di samping penyebab lain seperti virus, radiasi, dan zat kimia karsinogen. Bila kerusakan tidak terlalu parah, masih dapat diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Namun, bila sudah menyebabkan rantai DNA terputus di berbagai tempat, kerusakan ini tidak dapat diperbaiki lagi sehingga pembelahan sel akan terganggu. Bahkan terjadi perubahan abnormal yang mengenai gen tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit kanker.

Kerusakan membran sel.
Komponen terpenting membran sel mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang sangat rentan terhadap serangan radikal bebas. Kalau ini terserang struktur dan fungsi membran akan berubah yang dalam keadaan ekstrem akhirnya mematikan sel-sel pada jaringan tubuh.

Kerusakan protein.
Terjadinya kerusakan protein akibat serangan radikal bebas ini termasuk oksidasi protein yang mengakibatkan kerusakan jaringan tempat protein itu berada. Contohnya kerusakan protein pada lensa mata yang mengakibatkan katarak.

Kerusakan lipid peroksida.
Ini terjadi bila asam lemak tak jenuh terserang radikal bebas. Dalam tubuh kita, reaksi antarzat gizi tersebut dengan radikal bebas akan menghasilkan peroksidasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan sel, yang dianggap salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif (kemerosotan fungsi tubuh).

Proses ketuaan.
Umumnya, semua sel jaringan organ dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalamnya terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawan. Namun, karena manusia secara alami mengalami degradasi seiring dengan peningkatan usia akibat radikal bebas itu sendiri, otomatis pemusnahannya tidak pernah mencapai 100% meski secara teori dapat dipunahkan oleh berbagai antioksidan. Belum lagi adanya rangsangan untuk membentuk radikal bebas yang berasal dari lingkungan sekitar. Karena itu, secara perlahan-lahan tapi pasti, terjadi kerusakan jaringan oleh radikal bebas yang tidak terpunahkan. Kerusakan jaringan secara pelan ini merupakan proses terjadinya ketuaan, seperti kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan otot sehingga kulit tampak keriput, terjadinya lipofuchsin atau bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel. Yang ingin awet muda tentu perlu banyak mengkonsumsi zat gizi yang meminimalkan efek radikal bebas ini.

Dapat menimbulkan autoimun.
Dalam keadaan normal, antibodi hanya terbentuk bila ada antigen yang masuk dalam tubuh. Autoimun adalah terbentuknya antibodi terhadap suatu sel tubuh biasa dan hal ini dapat merusak jaringan tubuh dan sangat berbahaya.

Antioksidan pelindung kesehatan.
Tanpa disadari dalam tubuh kita secara terus-menerus terbentuk radikal bebas melalui peristiwa metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi dan akibat respons terhadap pengaruh dari luar tubuh: polusi lingkungan, ultraviolet, asap rokok, dll. Sebab itu tubuh kita memerlukan suatu substansi penting yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa ini. Sistem antioksidan tubuh sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan radikal bebas, secara alami telah ada dalam tubuh kita. Dari asal terbentuknya, antioksidan ini dibedakan menjadi dua yakni intraseluler (di dalam sel) dan ekstraseluler (di luar sel) atau pun dari makanan. Dari sini antioksidan tubuh bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni :

Antioksidan primer.
Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal bebas baru. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya, sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi. Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalam tubuh serta mencegah proses peradangan karena radikal bebas. Enzim SOD sebenarnya sudah ada dalam tubuh kita. Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat gizi mineral seperti mangan, seng, dan tembaga. Selenium (Se) juga berperan sebagai antioksidan. Jadi, jika ingin menghambat gejala dan penyakit degeneratif, mineral-mineral tersebut hendaknya tersedia cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Antioksidan sekunder.
Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam urat, bilirubin, dan albumin.

Antioksidan tersier.
Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksidan reduktase. Adanya enzim-enzim perbaikan DNA ini berguna untuk mencegah penyakit kanker, misalnya. Hasil berbagai penelitian dengan menggunakan hewan percobaan telah mendukung teori bahwa mengkonsumsi antioksidan yang memadai dapat mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, kardiovaskuler, katarak serta penyakit degeneratif lain.

Anggur merah vs jantung koroner.
Lebih dari 200 penelitian secara epidemiologi menyatakan, diet makanan yang mengandung beta karoten dapat menurunkan risiko penyakit kanker. Beta karoten konon mampu mecegah kerusakan sel normal dari sel ganas dengan cara meningkatkan keutuhan sel-sel normal dan mengusahakan agar sel-sel kanker tersebut bertindak sebagai sel normal. Vitamin C juga berperan dalam menurunkan risiko kanker saluran pencernaan. Dikatakan pula adanya hubungan antara asupan vitamin E yang rendah dan risiko kanker payudara, paru-paru, tenggorokan, dan mulut. Beberapa studi mengungkapkan peranan antioksidan untuk mencegah penyakit jantung. Oksidasi LDL (low density lipoprotein) menyebabkan kerusakan dinding pembuluh arteri yang berarti proses awal dari aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri). Pertahanan antioksidan secara alami dalam LDL kolesterol dengan jumlah yang cukup dapat melindungi LDL dari proses oksidasi tapi masih dipertanyakan apakah perlindungan ini terjamin pada setiap orang. Antioksidan alam terbanyak dalam LDL adalah vitamin E. Sehingga penambahan suplemen vitamin E dalam makanan dapat meningkatkan kandungan vitamin E dalam LDL serta meningkatkan perlindungan terhadap proses oksidasi. Beta karoten merupakan antioksidasi yang cukup kuat yang secara teoritis juga dapat melindungi oksidasi LDL. Anggur merah telah terbukti dapat mencegah penyakit jantung koroner karena kandungan flavonoidnya. Sebagai contoh, Prancis, dibandingkan negara Eropa lain atau Amerika, jumlah penderita PJK-nya lebih kecil  (dikenal dengan istilah the French paradox) karena suka sekali minuman anggur merah. Padahal konsumsi lemak mereka lebih besar, lebih banyak merokok dan kurang bergerak. Anggur merah memang mempunyai kandungan senyawa fenol lebih tinggi daripada anggur putih. Fenol ini mempunyai efek kardioprotektif (flavonoid) yakni antioksidan yang sangat kuat. Ia dapat mencegah oksidasi LDL 20x lebih kuat dari vitamin E.
Senyawa flavonoid ini telah terbukti secara in vitro mempunyai efek biologis yang sangat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, merangsang produksi oksidasi nitrit yang dapat melebarkan (relaksasi) pembuluh darah dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker. Sayangnya, flavonoid pada anggur dan sayuran bentuknya kompleks sehingga sangat sulit dicerna dan diserap. Sedangkan pada saat fermentasi anggur merah, kompleks ini terurai sehingga mudah diserap tubuh. Ditambah lagi adanya alkohol (10%) dalam anggur membuat kandungan flavonoid stabil. Berdasarkan penelitian, paparan senyawa radikal bebas, sinar ultraviolet, dan asap rokok dapat menyebabkan oksidasi protein pada lensa mata sehingga lama-kelamaan menimbulkan katarak. Penelitian epidemiologis menyatakan, katarak meningkat di negara-negara yang tinggi kebiasaan merokok serta paparan sinar mataharinya. Asupan vitamin C dan E yang rendah pada diet makanan disertai kadar vitamin C yang rendah dalam darah, akan mempermudah seseorang terkena katarak (kekeruhan lensa mata). Apalagi ditambah dengan kebiasaan merokok.

Kasiat tempe dan ikan laut.
Selain berbentuk zat gizi seperti vitamin C dan D, antioksidan dapat pula berupa zat non-gizi seperti pigmen (karoten, likopen, flavonoid, klorofil) dan enzim (glutation peroksida, koenzim, Q-10 atau ubiquinon). Karoten banyak pada wortel, ubi rambat, semangka, bayam, kangkung, jeruk. Likopen pada tomat. Flavonoid pada wortel, jeruk, brokoli, kol, mentimun, bayam, tomat, merica dan terung. Bila konsumsi mineral seperti seng, selenium, tembaga, vitamin E dan C serta beta karoten cukup, maka tidak diperlukan suplemen. Suplemen berupa pil, kapsul, dll hanya diberikan bila makanan berantioksidannya belum memenuhi angka kebutuhan gizi yang dianjurkan. Dalam makanan sehari-hari antioksidan banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Sedangkan tempe dan ikan laut dapat memusnahkan atau meminimalkan pembentukan radikal bebas. Selama lebih dari setengah abad antioksidan telah dimanfaatkan dalam pengolahan pangan untuk menghambat kerusakan makanan. Biasanya antioksidan ini ditambahkan pada makanan yang mengandung lemak atau minyak, buah segar atau sayuran agar tidak cepat rusak. Senyawa ini juga dapat untuk mencegah perubahan warna dan rasa yang disebabkan oksigen di udara (pada apel, pisang yang mengandung enzim tertentu). Selain pada bahan makanan, antioksidan seperti vitamin E juga sebagai suplemen diet untuk mengatasi proses oksidasi dalam tubuh. Belakangan malah antioksidan digunakan dalam produk kosmetik.

Informasi ini bersumber dari Kompas Cyber Media dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

14 Penyakit Kaum Perokok

Filed under: Kesehatan

14 Penyakit Kaum Perokok.

Peringatan Pemerintah "Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi dan Gangguan Kehamilan dan Janin" di setiap bungkus rokok rupanya belum cukup mewakili penyakit-penyakit yang mengancam para perokok. 

Penelitian terakhir oleh United State Surgeon General, AS, menunjukkan ada 10 tipe kanker yang disebabkan rokok. Mereka juga menemukan, pria perokok akan meninggal 13,2 tahun lebih muda dibandingkan bukan perokok. Sedangkan wanita perokok meninggal 14,5 tahun lebih muda.

Berikut daftar penyakit yang mengancam para perokok :

Otak : rokok jadi penyebab utama stroke.
Mata : perokok berisiko tiga kali lebih tinggi menderita katarak yang menyebabkan kebutaan.
Mulut, tenggorokan, pita suara, dan esophagus : mengakibatkan kanker mulut, tenggorokan, pita suara, dan esofagus. Juga penyakit gusi, pilek, dan kerongkongan kering. 
Gigi : perokok berisiko 10 kali lebih tinggi menderita periodontitis (gusi terbakar yang mengarah ke infeksi) yang akan merusak jaringan halus dan tulang. 
Paru-paru : wanita perokok 13 kali lebih besar kemungkinan terkena kanker paru-paru, sedangkan pria 23 kali lebih besar. Akibat lain: pneumonia, bronkitis, asma, batuk kronis, dan bengek. 
Jantung : gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, stroke. 
Perut : kanker perut dan kanker lambung.
Ginjal : kanker ginjal.
Pankreas : kanker pankreas fatal.
Kantung kemih : kanker kantung kemih.
Leher rahim : kanker leher rahim.
Kehamilan : kemandulan, bayi lahir prematur, bobot kurang, gangguan pernapasan.
Tulang : tulang rapuh.
Darah : leukemia atau kanker darah.

Informasi ini sangat berguna bagi saudara/i kaum perokok. Apakah anda akan terus merokok ?!!????? Find your answer from your self…! 

Konsumen Agar Cermat Memilih Air Minum

Filed under: Kesehatan

Konsumen Agar Cermat Memilih Air Minum.

Pakar dari Departemen Gizi Masyarakat IPB Dr Ir Rimbawan, Sabtu di Bogor mengingatkan perlunya masyarakat mengetahui ciri-ciri air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.

"Ada beberapa air minum yang beredar, di antaranya air dalam kemasan, isi ulang, beroksigen, dan heksagonal. Konsumen perlu mengetahui air mana yang sehat dan aman untuk diminum. Pada dasarnya air yang sehat untuk diminum, secara fisik tak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa tertentu," katanya.

Secara biologis, lanjutnya, air tersebut juga tidak mengandung mikroba pathogen dan secara kimia tidak mengadung logam berat. Pernyataan itu dikemukakan Dr Rimbawan sebagai penegasan seperti pernah disampaikannya pada seminar populer bertajuk "Terapi Air dan Jus Untuk Kesehatan dan Kecantikan" yang diselenggarakan di Gedung Alumni IPB di Bogor belum lama ini.

Seminar tersebut digagas Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet Departemen GMSK IPB bekerjasama dengan (Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB. Menurut Dr Rimbawan yang juga menjabat Direktur Kemahasiswaan IPB, selain perlunya konsumen memiliki pengetahuan mengenai ciri-ciri air sehat, disampaikan pula kiat memilih air dalam kemasan yang banyak tersedia di pasar.

Di antaranya dengan memilih tempat penjualan. "Jangan membeli (air minum) di sembarang tempat dan kemasan super hebat serta harga supermarket, karena itu semua belum tentu terjamin baik," katanya. Kemudian juga perlu mencermati labelnya, apakah tercantum alamat produsen, komposisi, proses yang dipakai untuk sterilisasi, dan petunjuk penyimpanannya.

"Cek juga keutuhan segel serta lihatlah kualitas air secara fisik, yakni kejernihan, bau serta warnannya. Untuk memastikan hal tersebut bisa dilakukan uji kimiawi di laboratorium," katanya. Sementara itu Ahli Gizi Kuliner IPB, Dra Emma S Wirakusumah MSc yang menyoroti masalah jus mengatakan, buah dan sayur mengandung berbagai zat gizi, terutama mineral dan vitamin yang penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan tubuh. Di samping itu juga terdapat zat non gizi dan "phytonutrien" yang tidak kalah hebatnya.

"Oleh karena itu pemanfaatannnya semakin luas sebagai bahan utama dalam pembuatan jus untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit degeneratif," katanya. Ia mengemukakan, dengan kemajuan teknologi, kini terbuka cara mudah, di mana buah dan sayur dapat dimanfaatkan secara optimal, yaitu dengan membuatnya menjadi jus segar. "Jus enak dan praktis untuk dikonsumsi," katanya.

Menurut dia, terdapat beberapa keuntungan dalam mengkonsumsi jus, di antaranya kemudahan menghabiskannya, dan konsistensi yang cair dari jus memungkinkan zat-zat terlarut mudah diserap oleh tubuh. "Dengan dibuat jus, dinding sel selulosa dari buah dan sayur akan hancur dan larut sehingga lebih mudah untuk dicerna oleh lambung dan saluran pencernaan," kata Emma S Wirakusumah.

Informasi ini bersumber dari MediaIndonesia.Com dan semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Daging Barbecue Picu Kanker Prostat

Filed under: Kesehatan

Daging Barbecue Picu Kanker Prostat.

WASHINGTON–MIOL : Sebuah senyawa yang terbentuk ketika daging dipanaskan dalam suhu tinggi, seperti daging barbecue (panggang), akan memicu pertumbuhan kanker prostat pada tikus.

Menurut tim peneliti dari Amerika Serikat, Senin, hasil studi yang dilakukan terhadap tikus itu dijelaskan dalam sebuah pertemuan American Association for Cancer Research (asosiasi penelitian kanker Amerika) guna menjelaskan kaitan antara mengkonsumsi daging dan risiko tinggi terkena kanker prostat.

Hasil temuan itu juga sesuai dengan sejumlah studi sebelumnya bahwa memasak daging hingga hangus akan menyebabkan kanker. Senyawa yang ditemukan dalam daging panggang itu disebut sebagai PhIP, yang terbentuk ketika, kata Dr. Angelo De Marzo dan koleganya di Johns Hopkins University di Baltimore.

Senyawa itu menurut hasil penelitian akan memicu serta mempercepat pertumbuhan kanker prostat di dalam tubuh tikus. Namun para peneliti tersebut mengatakan bahwa mereka masih kesulitan untuk menentukan seberapa besar PhIP yang telah dikonsumsi manusia, karena jumlah itu tergantung pada kondisi pemasakan.

Dalam studi itu, Yatsutomo Nakai dan anggota lainnya di tim De Marzo, mencampur PhIP ke dalam makanan yang diberikan kepada tikus hingga delapan pekan, yang kemudian diteliti prostat, usus, dan limpa dari tikus itu. Setelah itu para peneliti menemukan bahwa telah terjadi mutasi dari ketiga organ itu setelah empat pekan.

Informasi ini bersumber dari MediaIndonesia.Com dan semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer