Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

April 11, 2008

Free Domain Name, Free Web Hosting With PHP & MySQL

Get Free Domain Name, Free Web Hosting With PHP & MySQL
 
We offer completely ad-free cPanel web hosting. No ads will ever be forced onto our users webpages. There are no catches, no setup fees, no forced advertising, no banners, no popups and no hidden charges. Only totally free hosting service. Free cPanel Web Hosting with PHP5/Mysql - no advertising! REGISTER NOW & CLICK HERE!

We can offer you a free web hosting package packed with advanced features for hosting & building professional dynamic websites. We provide secure free web space with all the web hosting tools you could possibly ever need.

Our package includes :
- 250 MB of Disk Space, 100 GB Bandwidth
- Host your own domain (http://www.yourdomain.com)
- cPanel Powered Hosting (you will love it)
- Over 500 website templates ready to download
- Free POP3 Email Box with Webmail access
- FTP and Web based File Manager
- PHP, MySQL, Perl, CGI, Ruby
- And many more you will be get 100% free

CLICK HERE TO VISIT US & 100% FREE REGISTER!

Bibit Kacang Hijau yang Tak Bertumbuh

Filed under: Artikel

Bibit Kacang Hijau yang Tak Bertumbuh.
Tarsis Sigho - Taipei.

Seorang teman mengirimkan kisah ini kepada saya dan tak diketahui dari mana asalnya. Dikisahkan bahwa sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia sedang mencari satu tenaga teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut.

Begitu banyak yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis. Namun sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah, setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau untuk disemayamkan. Dan setelah jangka waktu yang diberikan setiap orang harus membawa pulang bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan tersebut. Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena memberikan jaminan gaji yang tinggi tersebut.

Setelah jangka waktu yang diberikan itu para peserta ujian kembali lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh segar menghijau. Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus tersebut. Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan siapa yang jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kacang yang telah bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya.

Setelah diabsensi ternyata satu orang tidak muncul di tengah para peserta. Sang manager perusahaan lalu menelpon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alasan ketidak-hadirannya. Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa bersalah memberikan alasan ketidak-hadirannya saat ini. Ia mengatakan bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal ia sudah berusaha memberi pupuk, memberi air yang cukup. Semua persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.

"Aku berpikir bahwa aku pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini. Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapa." Dan justru di saat ketika orang itu akan meletakan gagang telephonya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh di luar dugaannya; "Engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami. Profisiat!" Orang itu heran dan kaget tak percaya.

Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi. Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata hanya seorang yang tak mampu membawa bibit kacang yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang akan dipilih itu.

"Inilah prinsip kami, nilai moral dalam pekerjaan lebih ditinggikan ketimbang keberhasilan dalam bekerja." Demikian sang manajer menjelaskan.

 
———————

Beri perhatian lebih pada karakter dari pada reputasi, karena karakter adalah diri sebenarnya, sementara reputasi hanya anggapan orang tentang anda. (John Wooden).

Besarnya Sebuah Penghargaan

Filed under: Artikel

Besarnya Sebuah Penghargaan.

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya, "Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini". Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana. Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba kedalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan. Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti anjing tersebut.

Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya. Anjing tersebut kemudian sampai ke perhentian bus dan mulai melihat "papan informasi jam perjalanan ". Si penjual daging terkagum-kagum melihat anjing tersebut. Si anjing melihat "papan informasi jam perjalanan " dan kemudian duduk disalah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang, kemudian si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat duduknya.

Bus yang lain kemudian datang dan anjing tersebut menghampirinya dan melihat nomor bus dan kembali duduk karena bus tersebut bukan bus yang dimaksudnya. Kemudia bus yang lainnya datang, sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya. Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut. Bus berjalan meninggalkan kota, menuju arah pinggiran kota. Si anjing melihat pemandangan sekitar dari dalam bus tersebut. Akhirnya anjing tersebut bangun dan bergerak ke depan pintu keluar dari dalam bus itu. Anjing itu berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar dari dalam bus dan kantung plastik masih tetap tergantung di mulutnya. Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil di ikuti si penjual daging.

Kemudian anjing itu pun berhenti pada sebuah rumah, anjing itu berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga. Kemudian, anjing itu mundur untuk mengambil ancang-ancang dan berlari dengan kencang untuk membenturkan dirinya ke pintu rumah tersebut. Anjing itu lalu mundur dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tersebut berkali-kali sampai pemilik rumah mendengarkannya. Tapi ternyata tidak ada jawaban dari dalam rumah tersebut, lalu si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Anjing tersebut menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali ke jendela tersebut agar si pemilik rumah mendengar dan tahu kalau anjing tersebut telah kembali. Dan anjing itu berjalan mundur, melompat balik dan kembali lagi menunggu di pintu rumah setelah pemilik rumah tahu kalau anjing tersebut telah kembali ke rumahnya.

Benar-benar sangat kagum dan terpesona si penjual daging melihat kepintaran dari anjing tersebut. Kemudian si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar pemilik rumah dan anjing tersebut dan orang itu membuka pintu rumah dan tiba-tiba mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya. Merasa tidak tega dengan sikap dan perbuatan orang tersebut kepada anjingnya sendiri, si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut. Lalu si penjual daging berkata kepada pemilik anjing tersebut "apa yang sudah kau lakukan…? Anjing ini adalah anjing yang jenius dan anjing ini bisa masuk televisi untuk kejeniusannya…!".
Pria itu menjawab si penjual daging dan katanya "kau katakan anjing ini pintar…? Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya sendiri…!". Kemudian si penjual daging mengatakan kepada si pria tersebut "anjing ini hanya melakukan kesalahan kecil dan dia sudah melakukan hal yang besar tetapi engkau tega menghukumnya karena kesalahan kecil saja, sungguh keterlaluan anda…! Seharusnya anda beruntung memiliki anjing yang jenius ini…!". Lalu si penjual daging pun pergi berlalu dari rumah pria tersebut.

Renungan :

Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan anda. Sesuatu yang bagi anda kurang memuaskan, mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain. Yang membedakan hanyalah "Seberapa Besar Penghargaan Kita". Pria pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahan anjingnya semata, sehingga pria itu menganggapnya anjingnya yang bodoh.
Sebaliknya, sang pemilik toko (si penjual daging) menganggap anjing tersebut luar biasa pintarnya karena mampu berbelanja sendirian. Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita menghadapi pilihan yang sama. Kita punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini, apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan, atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima.

Semuanya itu kembali kepada diri anda sendiri. Tuhan kita telah mengkaruniai anda dengan 86.400 detik per hari. Sudahkah anda berikan waktu sedikit saja yang anda gunakan untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan kita ?

Tuhan kita Yesus Kristus memberkati kita semua dimana pun kita berada Dia akan selalu mengkaruniai kita dengan rahmat-Nya dan melindungi serta menjaga kita selalu tanpa kita tahu dan sadar akan hal itu. Karena Dia (Bapa Sorga) mengasihi dan mencintai kita dengan sangat tulus. Amin.

Si Murung Dan Si Ceria

Filed under: Artikel

Si Murung Dan Si Ceria.

Ada dua anak bernama Si Ceria dan Si Murung. Seperti namanya Ceria mempunyai sifat periang, selalu gembira dan tersenyum. Sebaliknya Murung mempunyai perangai yang cemberut, selalu sedih, dan jarang tersenyum. Suatu ketika orang tua mereka berpikiran untuk membuat Si Murung tersenyum gembira dan membuat Si Ceria menjadi sedih cemberut dan sedih. Mereka lalu berpikir untuk memberikan sesuatu yang menjadi kesukaan masing-masing anak.

Si Murung menginginkan telepon genggam. Selama ini jika pergi dengan teman-temannya sering kali ia meminjam telepon genggam milik temannya. Orang tuanya membelikan sebuah telepon genggam terbaru supaya dia menjadi senang dan gembira. Sewaktu Si Murung pergi sekolah, telepon genggam itu dibungkus oleh orang tuanya dengan kertas kado yang bagus dan diletakkan di kamarnya. Sepulang sekolah, Si Murung segera masuk ke kamar dan melihat ada kado di sana. Cepat-cepat ia membuka kado itu dan ia terkejut sekali ketika mendapatkan di dalamnya berisi telepon genggam. Wajahnya tersenyum, tapi tidak lama. Kemudian ia murung lagi karena ia takut kalau-kalau teman-temannya akan meminjam telepon genggamnya itu dan lalu menjadi rusak.

Di benaknya selalu muncul pikiran yang negatif, sehingga kado itu menjadi beban baginya. Yang keluar dari mulutnya adalah omelan dan keluhan, bukannya ucapan terima kasih kepada orang tuanya. Di pihak lain, si Ceria senang sekali dengan kuda. Orang tuanya membungkus kotoran kuda dan diletakkan dalam kamar agar ia menjadi sedih dan murung. Sewaktu Si Ceria pulang ia juga terkejut melihat ada kado di kamarnya. Dengan sergap ia membuka pula kado itu. Betapa terkejutnya ia, ternyata yang didapatkan adalah kotoran kuda berbau busuk. Mukanya kebingungan sejenak. Tetapi ia segera berpikir "Ah masa orang tuaku yang begitu mencintaiku memberi aku kotoran kuda, pasti ada sesuatu di balik hadiah ini". Kemudian ia lari kepada orang tuanya dan mencium mereka. Orang tuanya sangat bingung dan terkejut kemudian bertanya "Lho kamu itu diberi kotoran kuda kok senang sih ?".

Lalu Si Ceria menjawab "Papa dan Mama, saya tahu kalian sangat mencintai saya, jadi tidak mungkin memberi kotoran kuda kepada saya, pasti kotoran kuda itu adalah sebuah tanda. Kalau ada kotoran kuda, berarti ada kudanya. Saya tahu bahwa kalian akan membelikan Kuda Pony buat saya". Kemudian orang tuanya pun tersenyum dan menganguk serta mengabulkan permintaan Si Ceria.

Renungan :
Orang yang hidupnya merasa sangat dicintai akan selalu berpikir bahwa ia selalu akan menerima yang terbaik dalam hidupnya, walaupun dalam penderitaan.
Sebaliknya orang yang pesimis merasa hidup ini menjadi beban penderitaan yang sangat panjang, sehingga ia selalu gelisah, takut, cemas dan khawatir akan hidupnya.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer