Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

September 8, 2009

Tips Hidup Sederhana

Filed under: Artikel

Tips Hidup Sederhana


Kata "Kesederhanaan" lebih sering dikonotasikan negatif bagi kebanyakan orang sekarang ini dari pada hemat atau kikir. Ada perbedaan yang tipis antara hidup menabung (berhemat) dengan hidup terlalu sederhana yang akhirnya membuat penggunaan kedua kata ini menjadi aneh dan konyol. Dari sinilah kata "Kesederhanaan" dikonotasikan negatif. Namun, jika anda dipandu dengan prinsip dan alasan yang benar mengapa memilih sebuah hidup yang sederhana, anda tidak akan pernah menjadi salah. Jika anda memutuskan diri untuk hidup sederhana, jangan menjadi khawatir dengan ucapan-ucapan berupa ejekan karena gaya hidup yang anda terapkan. Tetap tegakkan kepala anda dan fokuslah dengan menggunakan tips-tips berikut ini.

 

1. Makan di Luar.

Menyediakan waktu berkumpul dengan teman-teman anda dengan cara makan bareng tidaklah salah, namun yang perlu diatur disini adalah waktu.

 

2. Pakaian.

Belilah pakaian yang sesuai dengan kepribadian anda dan yang paling penting cocok bila dipadankan dengan pakaian yang lainnya. Jangan hanya karena pakaian bermerek, anda lalu membelinya yang belum tentu pakaian itu cocok untuk anda gunakan atau paling tidak dengan pakaian yang lainnya.

 

3. Milikilah Rumah Sendiri.

Jika anda hendak menginginkan memiliki sebuah rumah, pikirkan rumah yang sesuai dengan kebutuhan anda saat ini. Rumah dengan desain yang minimalis dan ukuran yang tidak terlalu besar sepertinya cocok dengan kehidupan anda saat ini. 

 

4. Belilah Kendaraan Anda Sendiri.

Dengan anda memiliki kendaraan sendiri, pengeluaran anda menjadi terminimalisir. Untuk pemilihan kendaraan, belilah kendaraan yang sesuai dengan uang yang anda miliki dan tentunya kantong anda. Sebisa mungkin, kendaraan yang anda miliki adalah kendaraan yang anda beli dengan tunai.

 

5. Belanja Bahan Makanan.

Sebisa mungkin jangan membeli barang-barang yang bermerek (branded). Pilihlah barang-barang yang tidak bermerek, namun memiliki kualitas yang bagus.

 

6. Jalan Bersama Keluarga.

Acara keluarga janganlah anda jadikan menjadi “mimpi buruk” keuangan anda. Pilihlah kegiatan-kegiatan kebersamaan dengan keluarga yang tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya, seperti ke perpustakaan nasional, museum atau acara piknik di lapangan terbuka (bukit perkemahan). 

 

7. Membeli Perlengkapan.

Belilah perlengkapan studi atau kerja bagi anda dan jangan dahulu membeli perhiasan.

 

8. Bersyukur. 

Bersyukurlah dengan apa yang ada pada anda dan cobalah untuk hidup dengan gaji yang anda miliki. Mengucap syukur dengan apa yang anda miliki dapat meredam keinginan anda yang besar untuk memperoleh barang-barang yang lainnya. Hidup dengan gaji yang anda miliki dapat menyadarkan anda atau paling tidak membuat anda "tetap berpijak di bumi" sehingga pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu dapat anda kesampingkan.

 

9. Rencanakan Pendidikan Anak Anda.

Ajari mereka untuk menjadi mandiri dan berusaha sendiri dengan menyemangati mereka untuk mengajukan beasiswa dan mendapat pekerjaan.

 

10. Sadarlah Dengan Batas Keuangan yang Anda Miliki.

 

11. Perkirakan Kesalahan Anda dengan Melakukan Perencanaan.

Selalu miliki perencanaan keuangan sampai anda dapat terhidar dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan saat ini.

 

Semoga dengan anda menerapkan tips-tips diatas, anda tidak menjadi ragu untuk hidup dalam kesederhanaan. Tidak ada yang salah dengan menjadi orang yang hidupnya sederhana bukan…?!?

Mengelola Keuangan Bagi Si Lajang

Filed under: Bisnis & Pekerjaan

Mengelola Keuangan Bagi Si Lajang


Setelah menulis di NOVA sekitar tiga setengah tahun, saya sering menerima "protes" dari yang masih lajang. Katanya, tulisan di rubrik ini lebih banyak untuk yang berkeluarga. Oke kali ini, tulisan untuk anda yang masih lajang. Namun bagi yang sudah berkeluarga pun tak salah untuk membacanya.

 

Cara mengelola keuangan bagi para lajang sebenarnya tak jauh beda dengan yang sudah berkeluarga. Hanya kondisinya dan perilaku saja yang beda. Misalnya, perilaku belanja. Para lajang tak perlu pertimbangan kiri-kanan jika ingin membeli sesuatu. Namun bagi yang sudah berkeluarga pasti akan minta pertimbangan pasangannya dulu. Apalagi jika uang yang dikeluarkan cukup banyak. Selain itu, ketika sudah berkeluarga, seseorang akan lebih sangat barhati-hati lagi dalam membelanjakan uangnya lantaran ada yang mengingatkannya.

 

Perilaku tersebut juga mempengaruhi bagaimana mencari uang dan cara berinvestasi. bagi yang lajang, mereka tentu punya waktu yang lebih banyak dibanding yang sudah berkeluarga. Ada tiga langkah yang harus dilakukan bagi para lajang dalam mengelola keuangannya antara lain adalah :

 

1. Kendalikan Jumlah Pengeluaran Anda.

Pos pengeluaran para lajang lebih sedikit dibanding yang sudah menikah. Maklum, kan belum punya tanggungan. Tapi tunggu dulu, banyak lho kaum lajang yang sudah punya tanggungan. Misalnya, untuk membantu orang tua atau adik-adiknya. Tapi umumnya tanggungan tersebut tak sebanyak jika sudah berkeluarga pada nantinya. Walaupun pos pengeluarannya masih sedikit, tapi cobalah kendalikan diri setiap melakukan pengeluaran anda. Jangan merasa sebagai lajang, anda akan bersikap bebas mengeluarkan uang berapa pun jumlahnya. Jangan punya pikiran, "mumpung masih lajang" seperti yang sering kita dengar selama ini. Justru karena anda masih lajang, anda harus banyak menabung demi masa depan anda pada nantinya.

 

2. Belajarlah Berinvestasi di Berbagai Tempat.

Saran saya yang berikutnya untuk anda yang masih lajang adalah dengan mencoba belajar berinvestasi di berbagai tempat mulai sekarang. Ini menjadi sangat penting mengingat saya sering sekali melihat orang-orang memiliki penghasilan lebih baik ketika sudah berkeluarga, tetapi seringkali dana investasi mereka tidak terlalu berkembang karena mereka takut untuk berinvestasi ke berbagai tempat. Setelah diselidiki, ternyata ketika mereka masih lajang, mereka tidak menyempatkan diri untuk mau belajar berinvestasi ke tempat-tempat lain diluar tempat investasi yang sudah mereka kenal. Padahal, saat anda masih lajang, beban yang anda miliki biasanya lebih ringan sehingga kalaupun mengalami kerugian dalam berinvestasi, efeknya mungkin tidak akan terlalu mengganggu karena yang mengalami kerugian toh hanya anda sendiri kan? Beda dengan kalau anda sudah berkeluarga, dimana kalau anda mengalami kerugian dalam berinvestasi, yang ikut terkena getah dari kerugian itu adalah keluarga anda. Jadi sekali lagi, mumpung anda masih lajang, belum memiliki banyak tanggungan, belajarlah sejak sekarang. Dalam dunia kerja, anda mungkin sudah berpengalaman dan pintar mencari uang. Tapi ketika anda harus menginvestasikan sebagian dari gaji anda, anggap saja anda anak kecil yang masih harus banyak belajar.

 

3. Mencari Penghasilan Tambahan Sejak Sekarang.

Seorang lajang umumnya memiliki jumlah penghasilan yang tidak sebesar mereka yang sudah berkeluarga. Maklum mereka belum mencapai di puncak karier. Itu sebabnya, saya menyarankan, mumpung masih lajang, belajar mencari penghasilan tambahan di luar penghasilan utama anda tersebut. Persoalan ini penting mengingat pada beberapa kasus, ketika sudah berkeluarga dan perlu mencari uang tambahan, seseorang jadi bingung lantaran waktu lajang tak punya pengalaman apa-apa soal mencari penghasilan tambahan. Jadi, mumpung anda masih lajang, masih memiliki cukup banyak waktu luang, masih bebas menentukan arah dan tujuan anda ke depan, cobalah untuk memanfaatkan waktu untuk membangun masa depan anda. Salah satunya lewat bekerja menambah penghasilan diluar pekerjaan utama anda. Percayalah, walaupun saat ini anda merasa penghasilan utama masih mencukupi, tetapi penghasilan tersebut belum tentu mencukupi ketika anda menikah nanti kan? Sebaliknya, kalau anda mau mencari penghasilan tambahan sejak sekarang, anda seperti membangun sumber penghasilan cadangan, sehingga ketika menikah nanti, penghasilan anda diharapkan akan lebih mencukupi. Bukan begitu yang diinginkan oleh setiap orang?

 

Itu saja dari saya kali ini. Mudah-mudahan ketiga tips diatas bisa membantu anda yang masih lajang untuk bisa lebih baik dalam mengelola keuangan. Salam Safir Senduk.


Sumber informasi dikutip dari : Tabloid NOVA No.814/XVI (Safir Senduk)

Ibadah Dan Keteladanan Bekerja

Filed under: Artikel

Ibadah Dan Keteladanan Bekerja

 

Ibadah melalui pekerjaan tidak selalu menjadi pusat dari apa yang kita kerjakan. Ibadah dapat menjadi hasil dari siapa diri kita. Ibadah adalah refleksi karakter Allah dari kehidupan kita. Definisi Penyembahan adalah mengembalikan nilai dan rasa hormat pada Allah. Penyembahan membuat kita berhenti sejenak, memandang Allah, mengembalikan rasa hormat pada-Nya karena Dialah Allah. Kehidupan kita sebagai persembahan hidup pada-Nya dapat mendorong sesama untuk menyembah-Nya juga. Mereka melihat kehidupan kita, keterampilan yang Allah berikan pada kita, berkat yang kita terima, lalu memberikan hormat pada Allah. Kita merefleksikan Dia, menyebabkan orang lain menyembah Dia. Allah adalah satu-satunya sumber Cahaya, tetapi kita harus menjadi cermin sehingga orang lain juga dapat melihat Dia.

 

Pikirkan cara kita menggunakan kata bekerja. Seorang staf produksi yang mengetahui bahwa mesinnya rusak akan berkata, "Mesin ini tidak mau bekerja". Sungguh kalimat yang aneh. Tidakkah lebih tepat berkata, "Mesin ini tidak bisa dijalankan?” pilihan bahasa kita sangat mendalam dan jelas. Hal ini memantul dari realitas yang dalam atas kosmos: segala sesuatu seharusnya bekerja. Dan secara intuitif, bekerja kita artikan sebagai bekerja dengan benar, sesuai dengan rancangan, fungsi, tujuannya. Pemahaman biasa kita tentang bekerja sudah rusak. Penyakit jantung, alcohol, perceraian, dll. Semua itu beberapa gejala dari kultur kerja yang tidak berfungsi. Kejatuhan manusia dalam dosa menghasilkan kerusakan kosmis yang luar biasa, menimbulkan kekacauan yang menakutkan dalam realitas alami. Gangguan, dosa dan kematian kini menguasai tempat yang sebelumnya diisi oleh penyembahan. Orang yang semula mencari Allah tiba pada realitas yang menakutkan dan menyakitkan.

 

Jadi tak heran jika pekerjaan manusia yang berdosa tidak berfungsi dengan baik. Dibutakan oleh ambisi pribadi, dilepaskan dari ibadah, dilumpuhkan oleh ketamakan dan nafsu, dihalangi oleh dosa, manusia serupa dengan pengemis yang kecil, cacat dan telanjang. Dalam sebagian besar waktunya hanya memberi contoh tentang kelemahannya sendiri.

 

Namun berita baiknya adalah Allah sedang bekerja memperbaiki kehidupan kerja yang rusak. Yesus bekerja dengan maksud ganda. Pekerjaannya termasuk memberi contoh tentang kehidupan, karakter, kata-kata dan tindakan Allah. Dalam Yohanes 5:19, Yesus menjelaskan, "Aku berkata padamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak: Dalam kata-kata Yesus terdapat banyak realitas yang hebat, termasuk juga realitas bahwa ketika seorang manusia menyelaraskan dirinya dengan Allah dalam segala hal yang dilakukannya, maka ia benar-benar dan secara alamiah menjadi contoh Allah, sama seperti air yang merefleksikan sinar, sungai yang bermuara kembali ke laut, dan daun yang berbisik di tengah angin. Makhluk ciptaan mau tak mau menyerupai Pencipta-Nya. Allah membuat ciptaan barunya melalui pekerjaan kita, ketika kita menghadap-Nya setiap hari dan setiap saat, berubah dari rasa percaya pada diri sendiri menjadi percaya pada-Nya.


Sumber informasi dikutip dari : Life@Work (Sukses di Dunia Bisnis Bagi Orang Beriman) - John C. Maxwell

Apakah Anda Memiliki Semangat Yang Patah ?

Filed under: Artikel

Apakah Anda Memiliki Semangat Yang Patah ?


Baru-baru saja saya bertemu dengan seorang pria tua berusia 61 tahun yang kehilangan pekerjaan pada Mei tahun lalu. Meskipun waktu yang begitu lama telah berlalu tanpa pekerjaan, saya mengira ada lebih banyak isu kehidupan yang bersembunyi dalam dirinya. Perkiraan saya terkonfirmasi sekali lagi. Pria ini mengatakan kepada saya bahwa istrinya meninggalkan dirinya empat bulan lalu, putrinya "kebahagiaan saya" telah menikah dan pindah dari rumah lima bulan lalu, investasi-investasinya sekarang hanya berharga setengahnya dibandingkan 3 tahun sebelumnya, ia telah bekerja untuk perusahaan yang sama semenjak 36 tahun lalu dan kemudian mereka membiarkan ia pergi dengan paket pensiun kecil dan ia tidak terhubung dengan gerejanya. Ia merasakan "tertolak dari berbagai sisi." Terakhir ia melakukan pembayaran bulanan untuk rumah impiannya sekitar beberapa minggu lalu yang sekarang harus dijual untuk biaya perceraian dan sepertinya ia akan pindah ke sebuah apartemen di kota.

 

Jadi, kemana kita akan pergi dari hal ini ? Amsal 18 : 14 mengatakan kepada kita "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat yang patah ?". Atau sesuai dengan terjemahan Living Bible yang berkata "harapan apa yang tersisa ?".

 

Setiap bagian dari kehidupan kita memerlukan apa yang kita sebut sebagai deposit kesuksesan. Bahkan sedikit penarikan kembali tanpa penggantian deposit akan membawa kepada kebangkrutan dalam hubungan-hubungan, fisik, spiritualitas dan sosial sebagaimana juga dalam pekerjaan dan keuangan. Saya tahu dalam krisis area yang paling sakit mendapatkan perhatian lebih dari kita. Tetapi seringkali dengan melakukan deposit tambahan di area lain sehingga orang tersebut bisa memiliki batu loncatan untuk sukses bahkan di area yang paling kritis.

 

Saran saya adalah :

1. Aturlah waktu untuk latihan fisik yang penuh semangat. Berjalanlah 3 mil setiap harinya. Itu akan menolong menyingkirkan amarah dan menstimulasi kreatifitas positif. Tersenyumlah selagi anda berjalan dan perhatikanlah setiap burung, pohon-pohon dan anak-anak disekitar anda saat anda berjalan.


2. Carilah mentor yang saleh. Kebanyakan sukses didapat dari memiliki orang lain yang dapat anda panggil di titik terendah dalam hidup anda. Jangan isolasikan diri anda. Kembangkanlah hubungan keluarga dan pertemanan yang kuat.


3. Kurangilah menonton TV, melainkan bacalah atau dengarlah untuk hal-hal inspirasional setidaknya 2 jam sehari.


4. Jadilah sukarelawan untuk hal-hal yang berarti. Menolong orang lain yang membutuhkan adalah cara yang paling hebat untuk mententeramkan luka hati (perasaan) yang ada dalam diri anda.


5. Maafkanlah setiap orang dalam hidup anda. Berdamailah dengan masa lalu kelam yang pernah anda hadapi. Karena hidup ini terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci orang lain.


6. Dapatkanlah pekerjaan untuk diri anda, bahkan jika itu bukanlah pekerjaan impian anda atau perubahan karir yang hebat. Mengantarkan pizza atau bekerja pada departmen perkebunan di Home Depot untuk mendapatkan pergerakan ke arah yang positif selagi anda melanjutkan untuk membangun sebuah sukses jangka panjang. Misalkan pada hari sebuah koran menampilkan daftar 150 pekerjaan yang tersedia dan kita tahu bahwa pekerjaan-pekerjaan yang terdaftar itu hanya menampilkan 12% dari apa yang tersedia di waktu tersebut, padahal mungkin saja ada lebih dari 20 posisi yang menunggu untuk diisi rata-ratanya di kota anda.

 

Di setiap akhir dari hari anda, lengkapilah dua kalimat berikut :

"Hari ini saya mengucap syukur untuk……."

"Hari ini tujuan yang sudah tercapai adalah……."

 

Saya menyadari bahwa beberapa kehilangan tak dapat ditebus kembali dan luka yang berlebihan itu melemahkan. Jika anda menyadari beberapa “penarikan kembali” dalam hidup anda, ambillah ukuran-ukuran drastis untuk menghentikan tekanan (depresi) dan mulailah membuat deposit-deposit di area-area yang bisa anda kendalikan hari ini.

 

Sumber informasi dikutip dari : Crosswalk.Com

**Dan Miller adalah pemimpin dan personalitas dalam karir masa kini dan “Work You Love”. Sebagai penulis Best Seller dari 48 Days To The Work You Love dan sekarang No More Mondays dan menjangkau lebih dari sejuta orang setiap bulannya melalui Newsletter-nya, Podcast dan Blog yang berisikan tren-tren terbaik dan kesempatan-kesempatan dalam dunia kerja dan Small Business.

7 PENYEBAB UANG ASURANSI TIDAK DIBAYAR

Filed under: Bisnis & Pekerjaan

7 PENYEBAB UANG ASURANSI TIDAK DIBAYAR

 

“Asuransi…?!? Aduuuh…, tetangga sebelah saya sudah sering tuh nawarin asuransi.

Tapi saya tidak pernah tertarik. Kayaknya sih mereka cuma janji-janji aja…!!!” Ya, beberapa di antara anda mungkin berpikir bahwa asuransi cuma bisa memberikan janji-janji tanpa ada bukti. Akan tetapi, apakah anda sudah pernah membuktikannya? Kalau belum, mungkin anda harus ikut asuransi dulu, baru membuktikan apakah Perusahaan Asuransi (PA) anda memang ingkar janji atau termasuk yang baik.

Kasus PA yang ingkar janji sebaiknya dilihat kasus per kasus, jangan digeneralisasi. Maksudnya, jangan hanya gara-gara satu PA tidak menepati janji, lalu anda menganggap semua PA tidak benar. Tidak dibayarnya uang asuransi oleh sebuah PA bisa karena berbagai hal. Nah, artikel kali ini akan membahas apa saja penyebab Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa tidak dibayarkan kepada nasabah.

 

 

KESALAHAN DARI PIHAK NASABAH

Tidak semua kegagalan pembayaran klaim disebabkan oleh PA. Bisa juga penyebabnya adalah nasabah sendiri. Umumnya ada lima kesalahan nasabah yang bisa menyebabkan Uang Asuransi tidak dibayarkan:

 

1.      Ketidakjujuran Nasabah.  

Sebelum seseorang memiliki produk Asuransi Jiwa, ia lebih dulu harus mengisi Surat Permohonan (SP) Asuransi. Dalam SP terdapat pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang calon nasabah, dan dari jawaban-jawaban itulah PA akan melihat apakah akan memberikan perlindungan Asuransi Jiwa kepada anda atau tidak. Nah, saat mengisi SP inilah seringkali calon nasabah tidak memberikan jawaban yang benar. Misalnya saja, dalam SP terdapat pertanyaan tentang apakah anda pernah dirawat di Rumah Sakit (RS) dalam dua tahun terakhir. Jika anda menjawab tidak, padahal pernah dirawat di RS enam bulan lalu misalnya, maka bila terjadi kematian pada anda dan PA menemukan bahwa penyebab kematian anda adalah karena adanya penyakit yang pernah membuat anda masuk RS sekitar enam bulan yang lalu, yah… jangan harap PA akan membayar UP yang mereka janjikan.

 

2.      Adanya Pengecualian Oleh Perusahaan Asuransi (PA) Dalam Membayar Uang Pertanggungan (UP). 

Kadang-kadang PA Jiwa tidak memberikan manfaat yang mereka janjikan bila ternyata penyebab kematian anda memang dikecualikan (dan pengecualian itu ditulis dalam polis). Mengenai pengecualian ini, umumnya PA menetapkan jumlah pengecualian yang bervariasi. Akan tetapi, umumnya adalah:

a.      Kematian karena bunuh diri.

b.      Kematian karena orang yang bersangkutan melakukan tindak kriminal.

c.      Kematian karena AIDS.

d.      Kematian karena penyakit kritis, dimana kematian terjadi pada tahun pertama dia mengikuti program asuransi dari PA bersangkutan.

e.      Kematian karena force majeure atau hal-hal yang memang tidak bisa dihindari, seperti perang, bencana alam, atau huru-hara.

 

Nah, seringkali pengecualian-pengecualian yang terdapat dalam polis asuransi itu tidak dibaca oleh nasabah secara detail dan terperinci, sehingga ia merasa dirugikan ketika Uang Pertanggungan (UP) asuransinya tidak dibayar. Karena itulah, jika anda memiliki Polis Asuransi, sempatkan lagi untuk membaca pasal-pasal yang ada dalam Polis Asuransi anda tersebut.

 

3.      Nasabah Terlalu Lama Mengajukan Klaim.

Umumnya, PA menetapkan batasan waktu pengajuan klaim asuransi. Biasanya, batasan waktu yang ditetapkan adalah tiga bulan. Repotnya, nasabah seringkali mengajukan klaim diluar batas waktu tersebut, sehingga PA sulit memenuhinya.

Sebagai contoh: suami anda mengikuti sebuah Program Asuransi Jiwa dengan anda sebagai ahli warisnya. Bila terjadi kematian pada suami anda, maka anda hanya bisa mendapatkan manfaat asuransi yang dijanjikan apabila pengajuan klaim anda masih berada dalam batas waktu tiga bulan setelah kematian tersebut. Jika tidak, perusahaan asuransi mungkin tidak mau memberikan manfaat yang mereka janjikan. Sekarang, bagaimana anda bisa tahu lama batasan waktu yang diberikan oleh PA anda dalam mengajukan klaim kematian…?!? Anda bisa membacanya di Polis Asuransi anda. Setelah itu, jika nanti betul terjadi risiko kematian, segeralah ajukan klaimnya kepada PA.

 

4.      Syarat-syarat Saat Pengajuan Klaim Kurang Lengkap.

PA biasanya meminta sejumlah persyaratan saat pengajuan klaim apabila betul terjadi risiko kematian pada orang yang ditanggung. Persyaratan-persyaratan itulah yang sering tidak dipenuhi atau dilengkapi oleh ahli waris nasabah, sehingga PA tentu tidak bisa langsung membayar klaim mereka. Biasanya, persyaratan-persyaratan yang diminta oleh PA bila anda ingin mengajukan klaim kematian adalah :

a.      Surat Keterangan Kematian dari RT/RW setempat.

b.      Surat Keterangan Kecelakaan dari Kepolisian (jika kematian terjadi karena kecelakaan).

c.      Surat Keterangan dari RS (jika kematian terjadi di RS), dimana surat itu ditandatangani oleh dokter bersangkutan.

d.      Mengisi Formulir Pengajuan Klaim yang diterbitkan oleh PA.

e.      Fotokopi Identitas Diri Ahli Waris.

 

Jadi, bila terjadi risiko kematian, jangan lupa memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh PA. Tidak sulit bukan…?!?

 

5.      Tidak Dibayarnya Premi Oleh Nasabah Dalam Jangka Waktu Yang Sudah Ditentukan.

Ini sudah jelas. Jika anda tidak membayar premi sesuai jangka waktu yang ditentukan, bisa saja Polis Asuransi anda menjadi tidak berlaku lagi. Ini berarti, anda tidak lagi dilindungi asuransi. Inilah yang sering terjadi. Di awal-awal, nasabah rajin membayar premi, tetapi pada suatu saat tertentu, premi tidak lagi dibayar, bahkan hingga batas waktu tertentu. Ini sama saja dengan kalau anda memakai listrik dan tidak membayarnya dalam batas waktu tertentu, sehingga listrik anda di rumah terancam diputus oleh PLN. Karenanya, pastikan anda mengetahui peraturan pembayaran premi anda. Jangan sampai Polis Asuransi anda menjadi tidak berlaku lagi hanya gara-gara anda lupa membayar premi tepat waktu.

 

 

KESALAHAN DARI PIHAK PERUSAHAAN ASURANSI

Selain dari sisi nasabah, tidak dibayarnya Uang Asuransi dapat juga disebabkan oleh kesalahan yang ditimbulkan oleh pihak Perusahaan Asuransi (PA). Ada beberapa sebetulnya, tetapi yang umum terjadi hanya ada dua :

 

1.      Ketidakjujuran Agen Asuransi Dalam Mempresentasikan Produk Asuransinya.

Bisa saja Agen Asuransi anda tidak jujur dalam mempresentasikan produk Asuransi Jiwa-nya. Sebagai contoh : ketika bertemu, ia mengatakan bahwa PA akan membayar UP Asuransi Jiwa bila kematian disebabkan penyakit kritis, termasuk apabila risiko tersebut terjadi di tahun pertama. Padahal umumnya tidak demikian. Memang, tidak setiap PA punya kebijakan yang sama. Jadi saran saya, apa yang anda lihat dalam Polis Asuransi anda itulah yang harus dijadikan rujukan, bukan dari apa yang dikatakan Agen Asuransi. Umumnya PA memberikan semacam Jaminan Uang Kembali kalau ternyata anda tidak puas terhadap pasal-pasal yang tertera dalam polis. Anda bisa mengembalikan polisnya dan uang anda akan kembali. Tentu saja, selama pengembalian polis itu berada dalam batas jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh PA, yang biasanya 30 sampai 90 hari.

Lalu, apakah semua Agen Asuransi tidak bisa dipercaya…?!? Ya, tentu tidak dong. Itukan kembali ke orangnya. Jangan gara-gara ada satu agen yang “tidak benar”, lalu anda menyamakan semua agen asuransi di dunia ini “tidak benar”. Sekali lagi, itu semua kembali ke karakter masing-masing. Nah, untuk membuktikan apakah presentasi yang diberikan Agen Asuransi Jiwa benar, anda tinggal mencocokkan saja dengan Polis Asuransi yang diterbitkan. Bila sama, berarti Agen Asuransi anda memang jujur dan bisa dipercaya. Bila tidak, laporkan saja dia pada Perusahaan Asuransinya (PA).

 

2.      Perusahaannya Yang Nakal (Tidak Benar).

Jika ternyata anda telah memenuhi semua persyaratan yang diminta, jujur dalam mengisi SP, rajin membayar premi, mengirimkan pengajuan klaim masih dalam jangka waktu yang ditentukan, tetapi klaim anda masih juga belum dibayarkan, coba cek lagi. Bisa saja perusahaannya yang nakal (tidak benar).

 

Terus, gimana dong solusinya? Coba tulis saja Surat Pembaca di NOVA. Mudah-mudahan PA anda akan memperhatikan dan membaca Surat Pembaca dan segera membayar klaim anda.

 

Sumber informasi dikutip dari : Tabloid Nova No. 744/XIII  Oleh : Safir Senduk

5 Cara Untuk Mengatur Uang Anda

Filed under: Artikel

5 Cara Untuk Mengatur Uang Anda

 

Uang dan pengelolaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan antara keduanya. Bila manusia tidak mengelola keuangannya maka yang terjadi adalah pengeluaran yang akan sia-sia, bahkan lebih parah lagi dapat membuat seseorang bangkrut. Dengan anda melakukan pengelolaan pada keuangan anda, maka uang anda setidaknya akan lebih terkontrol. Berikut lima cara pengaturan uang yang dapat anda terapkan dalam kehidupan anda masing-masing :

 

1. Mengumpulkan.

Uang tidak datang dengan sendirinya (pada umumnya), dibutuhkan sebuah usaha keras agar dapat meraih alat pertukaran masa kini tersebut. Perlu diingat, tidak salah bila anda mengumpulkan uang yang anda miliki dengan bekerja dan akan menjadi salah apabila anda menjadikan uang diatas segalanya.

 

2. Mengeluarkan.

Atur uang anda terlebih dahulu untuk hal-hal pokok (penting) dalam kehidupan anda sehari-hari. Jangan memaksakan diri anda untuk mengeluarkan uang anda bila hanya memiliki pendapatan yang tidak terlalu besar. Pengeluaran yang tidak seimbang dengan pendapatan akan berakibat anda akan berutang kepada orang lain nantinya.

 

3. Menyimpan.

Anda perlu menanamkan dalam diri anda bahwa menabung bukanlah sebuah hal yang sulit untuk dilakukan. Sisihkan uang anda dan masukkan ke rekening tabungan pribadi anda. Jangan menunda-nunda untuk menabung. Bila itu anda lakukan yang ada adalah anda tidak jadi menabung karena uangnya sudah habis anda belanjakan. Jadi segeralah menabung ketika anda memperoleh uang.

 

4. Investasikan.

Bila anda memiliki uang yang lebih, anda dapat melakukan kegiatan investasi. Namun, bagi anda yang memiliki uang yang tidak terlalu besar. Investasi bisa menjadi alternatif pengeluaran uang anda agar tidak terbuang percuma hanya untuk keinginan semata.

 

5. Memberikan.

Sebagai orang yang hidup dalam firman Tuhan, anda tidak dapat menyampingkan hal ini. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk memberi. Percayalah, bahwa Tuhan tidak pernah sekalipun menutup matanya melihat perbuatan baik yang dilakukan anak-anak-Nya di muka bumi ini. Tuhan memperhitungkan semuanya. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak memberi.

 

Kelima hal diatas adalah hal-hal pokok yang perlu anda ketahui dalam kehidupan mengelola keuangan sehari-hari. Jangan sampai anda terjebak dengan masalah-masalah keuangan yang terjadi akibat pengelolaan uang yang salah. Oleh karena itu, marilah mengatur keuangan dengan bijak, cerdas dan cermat.


Sumber informasi dikutip dari : Jawaban.Com






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer