Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

September 8, 2009

Ibadah Dan Keteladanan Bekerja

Filed under: Artikel

Ibadah Dan Keteladanan Bekerja

 

Ibadah melalui pekerjaan tidak selalu menjadi pusat dari apa yang kita kerjakan. Ibadah dapat menjadi hasil dari siapa diri kita. Ibadah adalah refleksi karakter Allah dari kehidupan kita. Definisi Penyembahan adalah mengembalikan nilai dan rasa hormat pada Allah. Penyembahan membuat kita berhenti sejenak, memandang Allah, mengembalikan rasa hormat pada-Nya karena Dialah Allah. Kehidupan kita sebagai persembahan hidup pada-Nya dapat mendorong sesama untuk menyembah-Nya juga. Mereka melihat kehidupan kita, keterampilan yang Allah berikan pada kita, berkat yang kita terima, lalu memberikan hormat pada Allah. Kita merefleksikan Dia, menyebabkan orang lain menyembah Dia. Allah adalah satu-satunya sumber Cahaya, tetapi kita harus menjadi cermin sehingga orang lain juga dapat melihat Dia.

 

Pikirkan cara kita menggunakan kata bekerja. Seorang staf produksi yang mengetahui bahwa mesinnya rusak akan berkata, "Mesin ini tidak mau bekerja". Sungguh kalimat yang aneh. Tidakkah lebih tepat berkata, "Mesin ini tidak bisa dijalankan?” pilihan bahasa kita sangat mendalam dan jelas. Hal ini memantul dari realitas yang dalam atas kosmos: segala sesuatu seharusnya bekerja. Dan secara intuitif, bekerja kita artikan sebagai bekerja dengan benar, sesuai dengan rancangan, fungsi, tujuannya. Pemahaman biasa kita tentang bekerja sudah rusak. Penyakit jantung, alcohol, perceraian, dll. Semua itu beberapa gejala dari kultur kerja yang tidak berfungsi. Kejatuhan manusia dalam dosa menghasilkan kerusakan kosmis yang luar biasa, menimbulkan kekacauan yang menakutkan dalam realitas alami. Gangguan, dosa dan kematian kini menguasai tempat yang sebelumnya diisi oleh penyembahan. Orang yang semula mencari Allah tiba pada realitas yang menakutkan dan menyakitkan.

 

Jadi tak heran jika pekerjaan manusia yang berdosa tidak berfungsi dengan baik. Dibutakan oleh ambisi pribadi, dilepaskan dari ibadah, dilumpuhkan oleh ketamakan dan nafsu, dihalangi oleh dosa, manusia serupa dengan pengemis yang kecil, cacat dan telanjang. Dalam sebagian besar waktunya hanya memberi contoh tentang kelemahannya sendiri.

 

Namun berita baiknya adalah Allah sedang bekerja memperbaiki kehidupan kerja yang rusak. Yesus bekerja dengan maksud ganda. Pekerjaannya termasuk memberi contoh tentang kehidupan, karakter, kata-kata dan tindakan Allah. Dalam Yohanes 5:19, Yesus menjelaskan, "Aku berkata padamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak: Dalam kata-kata Yesus terdapat banyak realitas yang hebat, termasuk juga realitas bahwa ketika seorang manusia menyelaraskan dirinya dengan Allah dalam segala hal yang dilakukannya, maka ia benar-benar dan secara alamiah menjadi contoh Allah, sama seperti air yang merefleksikan sinar, sungai yang bermuara kembali ke laut, dan daun yang berbisik di tengah angin. Makhluk ciptaan mau tak mau menyerupai Pencipta-Nya. Allah membuat ciptaan barunya melalui pekerjaan kita, ketika kita menghadap-Nya setiap hari dan setiap saat, berubah dari rasa percaya pada diri sendiri menjadi percaya pada-Nya.


Sumber informasi dikutip dari : Life@Work (Sukses di Dunia Bisnis Bagi Orang Beriman) - John C. Maxwell

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ppgkpimandala.blogsome.com/2009/09/08/ibadah-dan-keteladanan-bekerja/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer