Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

October 28, 2009

Apa Arti Sebuah Pelita Bagi Anda…?!?

Filed under: Artikel

Sebelum membahasnya, mari terlebih dahulu kita simak iktisar cerita dibawah ini dengan baik dan perlahan-lahan.  

Pada suatu malam, seorang buta (orang buta 1) berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita…?!? Kan sama saja buat saya…!!! Saya bisa pulang kok”. Dengan lembut sahabatnya menjawab: “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu”. Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.

Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia (orang buta 1) mengomel, “Hei, kamu kan punya mata…!!! Beri jalan buat orang buta dong…!!!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta (orang buta 1) bertambah marah, “Apa kamu buta ya…?!? Tidak bisa lihat ya…?!? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat tahu…!!!” Pejalan itu pun menukasnya dan berkata: “Kamu yang buta…!!! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam…!!!” Si buta pun tertegun sejenak…. Lalu ia menyadari situasi itu bahwa tanpa ia sadari pelitanya telah padam dan penabraknya pun meminta maaf: “Oh… maafkan saya ya karena saya yang buta, saya tidak melihat bahwa anda ternyata adalah orang buta”. Si buta pun tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga ya atas kata-kata kasar saya tadi”. Dengan tulus hati, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa oleh si buta tersebut. Lalu mereka pun melanjutkan perjalanannya masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta (orang buta 1) tersebut. Kali ini, si buta lebih berhati-hati dalam berbicara dengan lawan bicaranya karena ia tidak ingin menyingung perasaan lawan bicaranya lagi seperti yang lalu-lalu. Dan dia pun bertanya dengan santunnya, “Maaf ya sebelumnya, apakah pelita yang saya bawa telah padam…?!?” Penabraknya (orang buta 2) pun menjawab, “Lho… saya justru mau menanyakan hal yang sama kepada anda”. Senyap sejenak terjadi saat itu dan keduanya pun sama-sama berfikir sejenak. Dan secara tiba-tiba mereka pun bertanya dengan serempak: “Apakah anda orang buta…?!?” Dan secara serempak, mereka pun  menjawab, “Iya benar…!!!”. Sembari keduanya pun sama-sama meledak dan hanyut dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka masing-masing yang berjatuhan sehabis bertabrakan tadi.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat dihadapan mereka (orang buta 1 dan orang buta 2). Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menabrak kedua orang (orang buta 1 dan orang buta 2) itu yang sedang mencari-cari pelita mereka tersebut. Dan ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Kemudian timbul pikiran dalam benak orang ini: “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik lagi dan orang lain pastinya juga bisa ikut melihat jalan mereka lewat pelita yang saya bawa”.

Rangkuman:
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup kita. Pelita itu sama halnya dengan kebijaksanaan yang akan melindungi kita dan orang lain dari berbagai macam rintangan (tabrakan…!!!). Si buta yang pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain dan tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Akan tetapi dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain, ia pun juga belajar menjadi seorang pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran serta kurang peduli dengan apa yang diderita oleh orang lain. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat dengan baik masalah-masalah yang dialami oleh orang lain tersebut.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Padahal sebenarnya mereka bisa menjadi guru-guru terbaik bagi kita. Tak seorang pun yang mau menjadi buta dan sudah selayaknya kita harus saling memaklumi dan saling membantu dengan penderitaan yang dialami oleh sesama kita.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya bukan…?!?. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi semakin melihat dan semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan dalam diri sendiri. Agar mereka bisa lebih bijaksana dan bisa menuntun orang lain untuk dapat melihat keadaan dan penderitaan orang lain serta bisa membuat orang lain tersebut menjadi bijaksana juga.

Nah… sekarang yang menjadi pertanyaan adalah:

1.      Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing…?!?

2.      Jika sudah, apakah nyalanya masih terang benderang atau bahkan nyaris padam…?!?

 

Intinya adalah mari JADILAH PELITA bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan bahwa: “SEJUTA PELITA DAPAT DINYALAKAN DARI SEBUAH PELITA, DAN NYALA DARI SEBUAH PELITA YANG PERTAMA TIDAK AKAN MEREDUP, SERTA PELITA KEBIJAKSANAAN PUN TIDAK AKAN PERNAH HABIS TERBAGI”.

——-

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita didalam membangun PELITA bagi diri kita masing-masing, agar nantinya kita dapat menjadi terang (cahaya) bagi orang lain disekitar kita. Salam hangat kami… Tuhan memberkati kita dimana pun kita berada. Amin.

Rakyat Indonesia Rata-rata Sudah High-Class

Filed under: Rubrik Umum

Rakyat Indonesia Rata-rata Sudah High-Class. Hmm… Kelihatanya sih seperti itu, namun sayang ada tapinya…!!!

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda (GA 200) pada tanggal 7 Maret 2007 pada pukul 07.00 pagi dengan jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan kita, benar bukan…?!?

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu saat terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar serta cemas sekali dan diraut wajahnya terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone (HP) tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Kemudian langsung saja saya tanyakan kepadanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, lalu dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin pesawat. Singkat cerita dia bercerita mengenai pengalamanya saat dimana dia melaksanakan tugasnya di pabrik tempat uji coba mesin turbin pesawat. Dan saat itu, tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki dan diteliti ternyata ada salah satu petugas yang sedang menggunaka handphone (HP) didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi handphone (HP) dengan mesin turbin pesawat ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya mesin turbin pesawat tersebut. Dan yang lebih fatalnya lagi berakibat turbin bisa langsung mati secara tiba-tiba.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa terbakarnya pesawat Garuda (GA 200) diatas. Kalau saya tidak salah mendengar informasi bahwa mesin pesawat Garuda (GA 200) tiba-tiba mati pada saat mau mendarat di bandara Adisucipto. Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat handphone (HP) penumpang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.

Rakyat kita ini memang High Class banget…?!? Handphone (HP) nya mahal, kemudian transportasinya pakai pesawat. Tapi bodoh dan begonya gak ketolongan banget…!!! Jelas kalau didalam pesawat dibuat peringatan untuk mematikan handphone (HP) saat akan berangkat dan saat akan mendarat. Ada yang gak tahu kenapa larangan itu dibuat dan ada pula yang tahu tapi tetap gak peduli. Parah banget ya…!!!

Orang Indonesia memang harus selalu belajar dengan cara yang keras sepertinya…!!!

Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan handphone (HP) di dalam pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia-Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan handphone / ponsel / telpon genggam atau apapun istilah namanya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa handphone mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi diakibatkan oleh handphone. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih bagi anda yang sering menggunakan jasa pesawat terbang.

 

Contoh-contoh kasusnya antara lain:

 

1.      Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh dan 10 orang penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

 

2.      Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam koper dibagasi lupa dimatikan dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi pesawat.

 

3.      Boeing 747 Quantas yang tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow-London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan laptop (notebook), cd player dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

 

 

Seperti kita tahu di Indonesia…!!! Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa handphone (HP) yang baru saja diaktifkan. Bukan main parahnya…!!! Dia anggap pesawat itu milik pribadi bapaknya kali ya…!!! Kalau isinya hanya dia sendiri tidak apa…!!! Ini isinya puluhan orang, tidak mikir kali ya kalau akibat perbuatannya ada puluhan nyawa bisa melayang…!!!

Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tidak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nouisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan handphone (HP) di dalam pesawat (alias katrok kali ya) hehhee… :D Disamping itu juga, mereka mungkin belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan oleh handphone (HP) dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah rekan-rekan kenapa handphone (HP) harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama kita berada di dalam pesawat.

 

Berikut ini merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi pada pesawat khususnya saat kita mengunakan handphone (HP):

 

1.      Arah terbang pesawat dapat melenceng.

2.      Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu.

3.      Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tidak terdengar.

4.      Gangguan sistem navigasi.

5.      Gangguan frekuensi komunikasi.

6.      Gangguan indikator bahan bakar.

7.      Gangguan sistem kemudi otomatis.

8.      Dan lain-lain.

 

 

Sedangkan gangguan lainnya oleh laptop (notebook), cd player, games electronic (PSP, dll) yaitu:

 

1.      Gangguan arah kompas komputer pesawat.

2.      Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator).

 

 

Dan semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS (Aviation Safety Reporting System). Dengan melihat daftar gangguan diatas, diharapkan kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan handphone dan alat elektronik lainnya.

Kebisingan pada headset (noise) para pilot penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan para pilot penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas di bandara udara dengan baik.

Perlu untuk kita ketahui bersama, handphone (HP) tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah handphone (HP) dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah handphone (HP) bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah handphone (HP) aktif di dalam pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta. Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum dan sekaligus tidak tahu tatakrama…?!?

Setidaknya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang juga tahu kita memiliki handphone (HP) mewah dan mahal sekali. Semua orang juga tahu kita sedang bergegas karena kita orang paling sibuk sedunia dan memiliki banyak pekerjaan serta bisnis yang banyak disana-sini. Dan tentunya semua orang juga tahu jika kita orang paling penting sedunia. Tetapi, demi keselamatan bersama dan demi sopan santun menghargai sesama, alangkah baiknya janganlah mengaktifkan handphone (HP) selama kita berada di dalam pesawat terbang.

Nah sekarang…, bagaimana dengan kejadian baru-baru ini mengenai kecelakaan pesawat terbang komersial maupun pesawat terbang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI)…?!?

Untuk itu, marilah sejenak kita renungkan bersama dan semoga pada suatu hari nanti, bangsa Indonesia bisa sedikit lebih pintar, cerdas dan bijaksana dalam melihat situasi dan kondisi saat ini. Agar citra penerbangan di negara yang sangat kita cintai dan banggakan ini Indonesia, bisa kembali baik di mata penerbangan dunia (internasional).

 

——-

Tuhan memberkati kita dimana pun kita berada. Amin.

Iktisar Surga & Neraka

Filed under: Artikel

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata: “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Surga dan Neraka itu…?!?".

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu. Dan si Manusia tadi melihat ke pintu yang pertama. Kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya.

Meja tersebut dikelilingi oleh orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan. Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi. Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata: “Kamu sudah melihat NERAKA”.

Lalu mereka menuju ke pintu kedua. Kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar dan ditengahnya terdapat sup serta orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di sekeliling meja tersebut.

Tuhan berkata: “Sekarang, kamu sudah melihat SURGA”.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata: “Apa yang terjadi…?!? Kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira…?!?”. Tuhan kemudian menjelaskan: "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik. Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok yang bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah itu hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”.

Dari iktisar cerita diatas, kesimpulan apakah yang bisa anda petik…?

Dan apakah yang harus anda lakukan…?

Intinya adalah marilah kita saling memperhatikan dan membantu (tolong menolong) kepada orang lain yang benar-benar membutuhkan bantuan kita agar beban yang di pikul oleh orang lain tersebut menjadi lebih ringan dan tercipta kebahagian baik bagi diri kita maupun bagi sesama kita.

 

——-

Salam hangat kami… Tuhan memberkati kita dimanapun kita berada. Amin.

Derita Mahasiswa/I STT Setia

Filed under: Rubrik Umum

Kurang lebih setahun tiga bulan sudah, Mahasiswa/I Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (STT Setia) terkatung-katung di tiga tempat penampungan terpisah, setelah diungsikan dengan cara paksa dari kampus mereka di Kampung Pulo, Jakarta Timur.  

Mereka diungsikan bukan karena gedung mereka roboh dan luluh lantah akibat diterjang gempa bumi yang dahsyat, tetapi tidak lain karena diusir oleh sekelompok militan yang mengatasnamakan penduduk setempat. Sungguh tragis dan ironis memang…!!! Kini, mereka terpencar di tiga tempat yakni di eks kantor Pemkot Jakarta Barat, Wisma Transito Kalimalang dan di Buperta Cibubur. 

Kehidupan mereka yang dulu sangat harmonis dengan rutinitas kegiatan belajar mengajar di kampus dan asrama mereka dahulu terusik oleh kebencian dan ketidaksenangan kelompok-kelompok yang bertindak arogan yang tidak mempunyai sikap tolerasi beragama dan seolah tidak tersentuh oleh hukum. 

Ditengah perlakuan yang tidak adil itu, Pemprov terkesan setengah hati melindungi warga kampus STT Setia beserta staf pengajar dengan hanya memfasilitasi penunjukan tempat penampungan sementara hingga setahun lebih.  

Pada dua tempat, yakni eks kantor Pemkot Jakarta Barat dan Wisma Transito memang agak lumayan, karena menempati bangunan, sehingga proses belajar dan mengajar berlangsung dalam ruangan, meskipun jumlah Mahasiswa/I tidak sebanding dengan ruangan yang tersedia.  

Kondisi yang sangat memprihatinkan terjadi di Buperta Cibubur, sekitar 500 Mahasiswa/I hidup dalam kemah selama setahun lebih dan belajar di alam terbuka. Tanah Buperta jadi pijakan mereka dengan langit jadi atapnya, tetapi mereka tetap bersemangat belajar tanpa ada satupun yang mundur, karena tidak tahan dengan situasi tersebut. Dan kalaupun pada nantinya mereka akan diusir dari Buperta Cibubur, mereka akan tetap maju dan bertahan dan tak akan mundur sedikitpun. Pemprov DKI tidak pernah membayar sewa kepada pengelola Buperta selama disana. Padahal, Pemprov DKI melalui wakil gubernur saat itu jelas-jelas menjamin keberadaan mereka di Cibubur. 

Setelah berbagai desakan dan pendekatan dari pihak Buperta Cibubur agar Mahasiswa/I STT Setia dipindahkan, mengingat status pemakaian tempat hanya sementara, pihak Buperta Cibubur akhirnya memutuskan listrik dan pasokan air serta mengunci fasilitas MCK sejak hari Kamis (1-10-2009) lalu. 

Praktis kehidupan mereka yang tinggal dalam tenda selama setahun kian terlunta-lunta. Sebagai perbandingan, Pramuka yang berkemah di Cibubur selama ini paling lama beberapa minggu hingga sebulan, sedangakan mereka sudah berkemah selama setahun tiga bulan. Kini, beban perjuangan mereka untuk tetap belajar kian bertambah, setelah surat permintaan perpanjangan waktu di lokasi tersebut ditolak oleh pengelola Buperta dan Kwartir Nasional (Kwarnas). 

Selain memutus air, listrik dan melarang penggunaan MCK, tenda-tenda juga kini mulai dibongkar. Pemprov DKI yang menjamin Mahasiswa/I STT Setia yang menyewa tempat tersebut dan membayar Rp. 700 juta hingga September 2008. Setelah itu, Pemprov melalui Sekretaris Daerah mengeluarkan surat, terhitung Oktober 2008, DKI tidak bertanggung jawab lagi sehingga tunggakannya mencapai Rp. 2,7 miliar. Soal kelonggaran batas akhir perpanjangan, pihak STT Setia  diberi batas akhir sampai September 2009 untuk keluar dari Buperta Cibubur. Hal inilah yang menjadi dasar diputuskannya air, listrik dan penguncian fasilitas seperti MCK serta pembongkaran tenda-tenda tempat belajar dan mengajar Mahasiswa/I STT Setia.

Disini jelas bahwa Pemprov DKI telah gagal melindungi dan menganyomi sebagian dari warganya, termasuk Mahasiswa/I STT Setia yang kini kian terlunta-lunta di tempat pengungsian. Tak bisa dibayangkan Mahasiswa/I STT Setia yang memiliki bangunan dan asrama tempat mereka tinggal harusnya bisa mereka gunakan tetapi sama sekali tidak bisa mereka gunakan dan malah mengungsi dan diusir. Nasib Mahasiswa/I STT Setia ibarat “Tuan yang memiliki tanah tetapi tidak berpijak ditanahnya sendiri”

Dimanakah keadilan itu sebenarnya…??? dan sampai kapan kah mereka akan mendapatkan keadilan itu…??? Sungguh ironis dan tragis memang…!!! Semoga saja harapan untuk mendapatkan keadilan akan diberikan pada Mahasiswa/I STT Setia, dan diharapakan agar Mahasiswa/I STT Setia beserta staf pengajarnya dapat lebih bersabar dan tabah lagi dalam menghadapi cobaan ini. Tetap teguh dan semangat Saudara/I ku dan serahkan segalanya hanya dalam tangan Tuhan kita Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Tuhan kita Yesus Kristus memberkati kita dimanapun kita berada. Amin.

October 20, 2009

Pelantikan Presiden

Filed under: Rubrik Umum

Hari ini tgl. 20 Oktober 2009, telah dilantik Presiden RI periode 2009-2014.

Semoga presiden yg telah dilantik pada periode ini membawa perubahan yang baru bagi negara kita, dan kerukunan antar umat beragama menjadi semakin kuat sesuai dengan Pancasila. Terutama pada butir 1,3 dan 5, sehingga negara kita tetap satu dan tidak pecah belah. Serta kedamaian akan selalu ada dinegara kita. Serta semoga pemimpin yg telah dilantik akan selalu takut akan Tuhan. Amen saudara-2 ku….. emoticon

October 13, 2009

Retreat PP GKPI Mandala

Woiiiiii, teman2x….

pada hari lebaran kemarin PP GKPI Mandala telah melakukan pendalaman iman (retreat) di Tongging dan Sipiso-piso…

Kira2x kapan lagi ya mau mengadakan retreat lagi…???? Apakah adakah lagi tahun depan…??? ikuti kisahnya ya…di blog ini…!!!! pasti akan diberikan informasi yang menarik neh…ok ;)

Negara Perokok Terbesar……???

Filed under: Kesehatan

Indoensia adalah negara perokok terbesar se-ASEAN….Dengan jumlah angka 57.563 juta jiwa (sekitar 46,16 %). Bagaimana menurut anda…???? Apakah itu merupakan angka yang masih relatif wajar atau memang sudah begitu parah kah jumlah perokok di Negara Indonesia…???. Ada pendapat mengatakan bahwa merokok diusia dini merupakan sebagai antibody pada masa (usia) 40 tahun-an (benar-2 telah berhenti merokok pada usia dimaksud…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer