Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

October 28, 2009

Apa Arti Sebuah Pelita Bagi Anda…?!?

Filed under: Artikel

Sebelum membahasnya, mari terlebih dahulu kita simak iktisar cerita dibawah ini dengan baik dan perlahan-lahan.  

Pada suatu malam, seorang buta (orang buta 1) berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita…?!? Kan sama saja buat saya…!!! Saya bisa pulang kok”. Dengan lembut sahabatnya menjawab: “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu”. Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.

Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia (orang buta 1) mengomel, “Hei, kamu kan punya mata…!!! Beri jalan buat orang buta dong…!!!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta (orang buta 1) bertambah marah, “Apa kamu buta ya…?!? Tidak bisa lihat ya…?!? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat tahu…!!!” Pejalan itu pun menukasnya dan berkata: “Kamu yang buta…!!! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam…!!!” Si buta pun tertegun sejenak…. Lalu ia menyadari situasi itu bahwa tanpa ia sadari pelitanya telah padam dan penabraknya pun meminta maaf: “Oh… maafkan saya ya karena saya yang buta, saya tidak melihat bahwa anda ternyata adalah orang buta”. Si buta pun tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga ya atas kata-kata kasar saya tadi”. Dengan tulus hati, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa oleh si buta tersebut. Lalu mereka pun melanjutkan perjalanannya masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta (orang buta 1) tersebut. Kali ini, si buta lebih berhati-hati dalam berbicara dengan lawan bicaranya karena ia tidak ingin menyingung perasaan lawan bicaranya lagi seperti yang lalu-lalu. Dan dia pun bertanya dengan santunnya, “Maaf ya sebelumnya, apakah pelita yang saya bawa telah padam…?!?” Penabraknya (orang buta 2) pun menjawab, “Lho… saya justru mau menanyakan hal yang sama kepada anda”. Senyap sejenak terjadi saat itu dan keduanya pun sama-sama berfikir sejenak. Dan secara tiba-tiba mereka pun bertanya dengan serempak: “Apakah anda orang buta…?!?” Dan secara serempak, mereka pun  menjawab, “Iya benar…!!!”. Sembari keduanya pun sama-sama meledak dan hanyut dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka masing-masing yang berjatuhan sehabis bertabrakan tadi.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat dihadapan mereka (orang buta 1 dan orang buta 2). Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menabrak kedua orang (orang buta 1 dan orang buta 2) itu yang sedang mencari-cari pelita mereka tersebut. Dan ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Kemudian timbul pikiran dalam benak orang ini: “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik lagi dan orang lain pastinya juga bisa ikut melihat jalan mereka lewat pelita yang saya bawa”.

Rangkuman:
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup kita. Pelita itu sama halnya dengan kebijaksanaan yang akan melindungi kita dan orang lain dari berbagai macam rintangan (tabrakan…!!!). Si buta yang pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain dan tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Akan tetapi dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain, ia pun juga belajar menjadi seorang pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran serta kurang peduli dengan apa yang diderita oleh orang lain. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat dengan baik masalah-masalah yang dialami oleh orang lain tersebut.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Padahal sebenarnya mereka bisa menjadi guru-guru terbaik bagi kita. Tak seorang pun yang mau menjadi buta dan sudah selayaknya kita harus saling memaklumi dan saling membantu dengan penderitaan yang dialami oleh sesama kita.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya bukan…?!?. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi semakin melihat dan semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan dalam diri sendiri. Agar mereka bisa lebih bijaksana dan bisa menuntun orang lain untuk dapat melihat keadaan dan penderitaan orang lain serta bisa membuat orang lain tersebut menjadi bijaksana juga.

Nah… sekarang yang menjadi pertanyaan adalah:

1.      Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing…?!?

2.      Jika sudah, apakah nyalanya masih terang benderang atau bahkan nyaris padam…?!?

 

Intinya adalah mari JADILAH PELITA bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan bahwa: “SEJUTA PELITA DAPAT DINYALAKAN DARI SEBUAH PELITA, DAN NYALA DARI SEBUAH PELITA YANG PERTAMA TIDAK AKAN MEREDUP, SERTA PELITA KEBIJAKSANAAN PUN TIDAK AKAN PERNAH HABIS TERBAGI”.

——-

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita didalam membangun PELITA bagi diri kita masing-masing, agar nantinya kita dapat menjadi terang (cahaya) bagi orang lain disekitar kita. Salam hangat kami… Tuhan memberkati kita dimana pun kita berada. Amin.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ppgkpimandala.blogsome.com/2009/10/28/apa-arti-sebuah-pelita-bagi-anda/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer