Derita Mahasiswa/I STT Setia
Kurang lebih setahun tiga bulan sudah, Mahasiswa/I Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (STT Setia) terkatung-katung di tiga tempat penampungan terpisah, setelah diungsikan dengan cara paksa dari kampus mereka di Kampung Pulo, Jakarta Timur.
Mereka diungsikan bukan karena gedung mereka roboh dan luluh lantah akibat diterjang gempa bumi yang dahsyat, tetapi tidak lain karena diusir oleh sekelompok militan yang mengatasnamakan penduduk setempat. Sungguh tragis dan ironis memang…!!! Kini, mereka terpencar di tiga tempat yakni di eks kantor Pemkot Jakarta Barat, Wisma Transito Kalimalang dan di Buperta Cibubur.
Kehidupan mereka yang dulu sangat harmonis dengan rutinitas kegiatan belajar mengajar di kampus dan asrama mereka dahulu terusik oleh kebencian dan ketidaksenangan kelompok-kelompok yang bertindak arogan yang tidak mempunyai sikap tolerasi beragama dan seolah tidak tersentuh oleh hukum.
Ditengah perlakuan yang tidak adil itu, Pemprov terkesan setengah hati melindungi warga kampus STT Setia beserta staf pengajar dengan hanya memfasilitasi penunjukan tempat penampungan sementara hingga setahun lebih.
Pada dua tempat, yakni eks kantor Pemkot Jakarta Barat dan Wisma Transito memang agak lumayan, karena menempati bangunan, sehingga proses belajar dan mengajar berlangsung dalam ruangan, meskipun jumlah Mahasiswa/I tidak sebanding dengan ruangan yang tersedia.
Kondisi yang sangat memprihatinkan terjadi di Buperta Cibubur, sekitar 500 Mahasiswa/I hidup dalam kemah selama setahun lebih dan belajar di alam terbuka. Tanah Buperta jadi pijakan mereka dengan langit jadi atapnya, tetapi mereka tetap bersemangat belajar tanpa ada satupun yang mundur, karena tidak tahan dengan situasi tersebut. Dan kalaupun pada nantinya mereka akan diusir dari Buperta Cibubur, mereka akan tetap maju dan bertahan dan tak akan mundur sedikitpun. Pemprov DKI tidak pernah membayar sewa kepada pengelola Buperta selama disana. Padahal, Pemprov DKI melalui wakil gubernur saat itu jelas-jelas menjamin keberadaan mereka di Cibubur.
Setelah berbagai desakan dan pendekatan dari pihak Buperta Cibubur agar Mahasiswa/I STT Setia dipindahkan, mengingat status pemakaian tempat hanya sementara, pihak Buperta Cibubur akhirnya memutuskan listrik dan pasokan air serta mengunci fasilitas MCK sejak hari Kamis (1-10-2009) lalu.
Praktis kehidupan mereka yang tinggal dalam tenda selama setahun kian terlunta-lunta. Sebagai perbandingan, Pramuka yang berkemah di Cibubur selama ini paling lama beberapa minggu hingga sebulan, sedangakan mereka sudah berkemah selama setahun tiga bulan. Kini, beban perjuangan mereka untuk tetap belajar kian bertambah, setelah surat permintaan perpanjangan waktu di lokasi tersebut ditolak oleh pengelola Buperta dan Kwartir Nasional (Kwarnas).
Selain memutus air, listrik dan melarang penggunaan MCK, tenda-tenda juga kini mulai dibongkar. Pemprov DKI yang menjamin Mahasiswa/I STT Setia yang menyewa tempat tersebut dan membayar Rp. 700 juta hingga September 2008. Setelah itu, Pemprov melalui Sekretaris Daerah mengeluarkan surat, terhitung Oktober 2008, DKI tidak bertanggung jawab lagi sehingga tunggakannya mencapai Rp. 2,7 miliar. Soal kelonggaran batas akhir perpanjangan, pihak STT Setia diberi batas akhir sampai September 2009 untuk keluar dari Buperta Cibubur. Hal inilah yang menjadi dasar diputuskannya air, listrik dan penguncian fasilitas seperti MCK serta pembongkaran tenda-tenda tempat belajar dan mengajar Mahasiswa/I STT Setia.
Disini jelas bahwa Pemprov DKI telah gagal melindungi dan menganyomi sebagian dari warganya, termasuk Mahasiswa/I STT Setia yang kini kian terlunta-lunta di tempat pengungsian. Tak bisa dibayangkan Mahasiswa/I STT Setia yang memiliki bangunan dan asrama tempat mereka tinggal harusnya bisa mereka gunakan tetapi sama sekali tidak bisa mereka gunakan dan malah mengungsi dan diusir. Nasib Mahasiswa/I STT Setia ibarat “Tuan yang memiliki tanah tetapi tidak berpijak ditanahnya sendiri”.
Dimanakah keadilan itu sebenarnya…??? dan sampai kapan kah mereka akan mendapatkan keadilan itu…??? Sungguh ironis dan tragis memang…!!! Semoga saja harapan untuk mendapatkan keadilan akan diberikan pada Mahasiswa/I STT Setia, dan diharapakan agar Mahasiswa/I STT Setia beserta staf pengajarnya dapat lebih bersabar dan tabah lagi dalam menghadapi cobaan ini. Tetap teguh dan semangat Saudara/I ku dan serahkan segalanya hanya dalam tangan Tuhan kita Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Tuhan kita Yesus Kristus memberkati kita dimanapun kita berada. Amin.


