Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

October 28, 2009

Iktisar Surga & Neraka

Filed under: Artikel

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata: “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Surga dan Neraka itu…?!?".

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu. Dan si Manusia tadi melihat ke pintu yang pertama. Kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya.

Meja tersebut dikelilingi oleh orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan. Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi. Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata: “Kamu sudah melihat NERAKA”.

Lalu mereka menuju ke pintu kedua. Kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar dan ditengahnya terdapat sup serta orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di sekeliling meja tersebut.

Tuhan berkata: “Sekarang, kamu sudah melihat SURGA”.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata: “Apa yang terjadi…?!? Kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira…?!?”. Tuhan kemudian menjelaskan: "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik. Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok yang bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah itu hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”.

Dari iktisar cerita diatas, kesimpulan apakah yang bisa anda petik…?

Dan apakah yang harus anda lakukan…?

Intinya adalah marilah kita saling memperhatikan dan membantu (tolong menolong) kepada orang lain yang benar-benar membutuhkan bantuan kita agar beban yang di pikul oleh orang lain tersebut menjadi lebih ringan dan tercipta kebahagian baik bagi diri kita maupun bagi sesama kita.

 

——-

Salam hangat kami… Tuhan memberkati kita dimanapun kita berada. Amin.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ppgkpimandala.blogsome.com/2009/10/28/iktisar-surga-neraka/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer