Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

October 28, 2009

Rakyat Indonesia Rata-rata Sudah High-Class

Filed under: Rubrik Umum

Rakyat Indonesia Rata-rata Sudah High-Class. Hmm… Kelihatanya sih seperti itu, namun sayang ada tapinya…!!!

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda (GA 200) pada tanggal 7 Maret 2007 pada pukul 07.00 pagi dengan jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan kita, benar bukan…?!?

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu saat terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar serta cemas sekali dan diraut wajahnya terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone (HP) tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Kemudian langsung saja saya tanyakan kepadanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, lalu dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin pesawat. Singkat cerita dia bercerita mengenai pengalamanya saat dimana dia melaksanakan tugasnya di pabrik tempat uji coba mesin turbin pesawat. Dan saat itu, tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki dan diteliti ternyata ada salah satu petugas yang sedang menggunaka handphone (HP) didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi handphone (HP) dengan mesin turbin pesawat ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya mesin turbin pesawat tersebut. Dan yang lebih fatalnya lagi berakibat turbin bisa langsung mati secara tiba-tiba.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa terbakarnya pesawat Garuda (GA 200) diatas. Kalau saya tidak salah mendengar informasi bahwa mesin pesawat Garuda (GA 200) tiba-tiba mati pada saat mau mendarat di bandara Adisucipto. Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat handphone (HP) penumpang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.

Rakyat kita ini memang High Class banget…?!? Handphone (HP) nya mahal, kemudian transportasinya pakai pesawat. Tapi bodoh dan begonya gak ketolongan banget…!!! Jelas kalau didalam pesawat dibuat peringatan untuk mematikan handphone (HP) saat akan berangkat dan saat akan mendarat. Ada yang gak tahu kenapa larangan itu dibuat dan ada pula yang tahu tapi tetap gak peduli. Parah banget ya…!!!

Orang Indonesia memang harus selalu belajar dengan cara yang keras sepertinya…!!!

Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan handphone (HP) di dalam pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia-Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan handphone / ponsel / telpon genggam atau apapun istilah namanya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa handphone mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi diakibatkan oleh handphone. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih bagi anda yang sering menggunakan jasa pesawat terbang.

 

Contoh-contoh kasusnya antara lain:

 

1.      Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh dan 10 orang penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

 

2.      Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam koper dibagasi lupa dimatikan dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi pesawat.

 

3.      Boeing 747 Quantas yang tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow-London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan laptop (notebook), cd player dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

 

 

Seperti kita tahu di Indonesia…!!! Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa handphone (HP) yang baru saja diaktifkan. Bukan main parahnya…!!! Dia anggap pesawat itu milik pribadi bapaknya kali ya…!!! Kalau isinya hanya dia sendiri tidak apa…!!! Ini isinya puluhan orang, tidak mikir kali ya kalau akibat perbuatannya ada puluhan nyawa bisa melayang…!!!

Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tidak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nouisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan handphone (HP) di dalam pesawat (alias katrok kali ya) hehhee… :D Disamping itu juga, mereka mungkin belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan oleh handphone (HP) dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah rekan-rekan kenapa handphone (HP) harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama kita berada di dalam pesawat.

 

Berikut ini merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi pada pesawat khususnya saat kita mengunakan handphone (HP):

 

1.      Arah terbang pesawat dapat melenceng.

2.      Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu.

3.      Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tidak terdengar.

4.      Gangguan sistem navigasi.

5.      Gangguan frekuensi komunikasi.

6.      Gangguan indikator bahan bakar.

7.      Gangguan sistem kemudi otomatis.

8.      Dan lain-lain.

 

 

Sedangkan gangguan lainnya oleh laptop (notebook), cd player, games electronic (PSP, dll) yaitu:

 

1.      Gangguan arah kompas komputer pesawat.

2.      Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator).

 

 

Dan semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS (Aviation Safety Reporting System). Dengan melihat daftar gangguan diatas, diharapkan kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan handphone dan alat elektronik lainnya.

Kebisingan pada headset (noise) para pilot penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan para pilot penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas di bandara udara dengan baik.

Perlu untuk kita ketahui bersama, handphone (HP) tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah handphone (HP) dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah handphone (HP) bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah handphone (HP) aktif di dalam pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta. Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum dan sekaligus tidak tahu tatakrama…?!?

Setidaknya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang juga tahu kita memiliki handphone (HP) mewah dan mahal sekali. Semua orang juga tahu kita sedang bergegas karena kita orang paling sibuk sedunia dan memiliki banyak pekerjaan serta bisnis yang banyak disana-sini. Dan tentunya semua orang juga tahu jika kita orang paling penting sedunia. Tetapi, demi keselamatan bersama dan demi sopan santun menghargai sesama, alangkah baiknya janganlah mengaktifkan handphone (HP) selama kita berada di dalam pesawat terbang.

Nah sekarang…, bagaimana dengan kejadian baru-baru ini mengenai kecelakaan pesawat terbang komersial maupun pesawat terbang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI)…?!?

Untuk itu, marilah sejenak kita renungkan bersama dan semoga pada suatu hari nanti, bangsa Indonesia bisa sedikit lebih pintar, cerdas dan bijaksana dalam melihat situasi dan kondisi saat ini. Agar citra penerbangan di negara yang sangat kita cintai dan banggakan ini Indonesia, bisa kembali baik di mata penerbangan dunia (internasional).

 

——-

Tuhan memberkati kita dimana pun kita berada. Amin.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ppgkpimandala.blogsome.com/2009/10/28/rakyat-indonesia-rata-rata-sudah-high-class/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer