Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

October 28, 2009

Apa Arti Sebuah Pelita Bagi Anda…?!?

Filed under: Artikel

Sebelum membahasnya, mari terlebih dahulu kita simak iktisar cerita dibawah ini dengan baik dan perlahan-lahan.  

Pada suatu malam, seorang buta (orang buta 1) berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita…?!? Kan sama saja buat saya…!!! Saya bisa pulang kok”. Dengan lembut sahabatnya menjawab: “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu”. Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.

Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia (orang buta 1) mengomel, “Hei, kamu kan punya mata…!!! Beri jalan buat orang buta dong…!!!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta (orang buta 1) bertambah marah, “Apa kamu buta ya…?!? Tidak bisa lihat ya…?!? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat tahu…!!!” Pejalan itu pun menukasnya dan berkata: “Kamu yang buta…!!! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam…!!!” Si buta pun tertegun sejenak…. Lalu ia menyadari situasi itu bahwa tanpa ia sadari pelitanya telah padam dan penabraknya pun meminta maaf: “Oh… maafkan saya ya karena saya yang buta, saya tidak melihat bahwa anda ternyata adalah orang buta”. Si buta pun tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga ya atas kata-kata kasar saya tadi”. Dengan tulus hati, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa oleh si buta tersebut. Lalu mereka pun melanjutkan perjalanannya masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta (orang buta 1) tersebut. Kali ini, si buta lebih berhati-hati dalam berbicara dengan lawan bicaranya karena ia tidak ingin menyingung perasaan lawan bicaranya lagi seperti yang lalu-lalu. Dan dia pun bertanya dengan santunnya, “Maaf ya sebelumnya, apakah pelita yang saya bawa telah padam…?!?” Penabraknya (orang buta 2) pun menjawab, “Lho… saya justru mau menanyakan hal yang sama kepada anda”. Senyap sejenak terjadi saat itu dan keduanya pun sama-sama berfikir sejenak. Dan secara tiba-tiba mereka pun bertanya dengan serempak: “Apakah anda orang buta…?!?” Dan secara serempak, mereka pun  menjawab, “Iya benar…!!!”. Sembari keduanya pun sama-sama meledak dan hanyut dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka masing-masing yang berjatuhan sehabis bertabrakan tadi.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat dihadapan mereka (orang buta 1 dan orang buta 2). Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menabrak kedua orang (orang buta 1 dan orang buta 2) itu yang sedang mencari-cari pelita mereka tersebut. Dan ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Kemudian timbul pikiran dalam benak orang ini: “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik lagi dan orang lain pastinya juga bisa ikut melihat jalan mereka lewat pelita yang saya bawa”.

Rangkuman:
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup kita. Pelita itu sama halnya dengan kebijaksanaan yang akan melindungi kita dan orang lain dari berbagai macam rintangan (tabrakan…!!!). Si buta yang pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain dan tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Akan tetapi dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain, ia pun juga belajar menjadi seorang pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran serta kurang peduli dengan apa yang diderita oleh orang lain. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat dengan baik masalah-masalah yang dialami oleh orang lain tersebut.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Padahal sebenarnya mereka bisa menjadi guru-guru terbaik bagi kita. Tak seorang pun yang mau menjadi buta dan sudah selayaknya kita harus saling memaklumi dan saling membantu dengan penderitaan yang dialami oleh sesama kita.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya bukan…?!?. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi semakin melihat dan semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan dalam diri sendiri. Agar mereka bisa lebih bijaksana dan bisa menuntun orang lain untuk dapat melihat keadaan dan penderitaan orang lain serta bisa membuat orang lain tersebut menjadi bijaksana juga.

Nah… sekarang yang menjadi pertanyaan adalah:

1.      Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing…?!?

2.      Jika sudah, apakah nyalanya masih terang benderang atau bahkan nyaris padam…?!?

 

Intinya adalah mari JADILAH PELITA bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan bahwa: “SEJUTA PELITA DAPAT DINYALAKAN DARI SEBUAH PELITA, DAN NYALA DARI SEBUAH PELITA YANG PERTAMA TIDAK AKAN MEREDUP, SERTA PELITA KEBIJAKSANAAN PUN TIDAK AKAN PERNAH HABIS TERBAGI”.

——-

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita didalam membangun PELITA bagi diri kita masing-masing, agar nantinya kita dapat menjadi terang (cahaya) bagi orang lain disekitar kita. Salam hangat kami… Tuhan memberkati kita dimana pun kita berada. Amin.

Iktisar Surga & Neraka

Filed under: Artikel

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata: “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Surga dan Neraka itu…?!?".

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu. Dan si Manusia tadi melihat ke pintu yang pertama. Kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya.

Meja tersebut dikelilingi oleh orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan. Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi. Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata: “Kamu sudah melihat NERAKA”.

Lalu mereka menuju ke pintu kedua. Kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar dan ditengahnya terdapat sup serta orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di sekeliling meja tersebut.

Tuhan berkata: “Sekarang, kamu sudah melihat SURGA”.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata: “Apa yang terjadi…?!? Kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira…?!?”. Tuhan kemudian menjelaskan: "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik. Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok yang bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah itu hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”.

Dari iktisar cerita diatas, kesimpulan apakah yang bisa anda petik…?

Dan apakah yang harus anda lakukan…?

Intinya adalah marilah kita saling memperhatikan dan membantu (tolong menolong) kepada orang lain yang benar-benar membutuhkan bantuan kita agar beban yang di pikul oleh orang lain tersebut menjadi lebih ringan dan tercipta kebahagian baik bagi diri kita maupun bagi sesama kita.

 

——-

Salam hangat kami… Tuhan memberkati kita dimanapun kita berada. Amin.

September 8, 2009

Tips Hidup Sederhana

Filed under: Artikel

Tips Hidup Sederhana


Kata "Kesederhanaan" lebih sering dikonotasikan negatif bagi kebanyakan orang sekarang ini dari pada hemat atau kikir. Ada perbedaan yang tipis antara hidup menabung (berhemat) dengan hidup terlalu sederhana yang akhirnya membuat penggunaan kedua kata ini menjadi aneh dan konyol. Dari sinilah kata "Kesederhanaan" dikonotasikan negatif. Namun, jika anda dipandu dengan prinsip dan alasan yang benar mengapa memilih sebuah hidup yang sederhana, anda tidak akan pernah menjadi salah. Jika anda memutuskan diri untuk hidup sederhana, jangan menjadi khawatir dengan ucapan-ucapan berupa ejekan karena gaya hidup yang anda terapkan. Tetap tegakkan kepala anda dan fokuslah dengan menggunakan tips-tips berikut ini.

 

1. Makan di Luar.

Menyediakan waktu berkumpul dengan teman-teman anda dengan cara makan bareng tidaklah salah, namun yang perlu diatur disini adalah waktu.

 

2. Pakaian.

Belilah pakaian yang sesuai dengan kepribadian anda dan yang paling penting cocok bila dipadankan dengan pakaian yang lainnya. Jangan hanya karena pakaian bermerek, anda lalu membelinya yang belum tentu pakaian itu cocok untuk anda gunakan atau paling tidak dengan pakaian yang lainnya.

 

3. Milikilah Rumah Sendiri.

Jika anda hendak menginginkan memiliki sebuah rumah, pikirkan rumah yang sesuai dengan kebutuhan anda saat ini. Rumah dengan desain yang minimalis dan ukuran yang tidak terlalu besar sepertinya cocok dengan kehidupan anda saat ini. 

 

4. Belilah Kendaraan Anda Sendiri.

Dengan anda memiliki kendaraan sendiri, pengeluaran anda menjadi terminimalisir. Untuk pemilihan kendaraan, belilah kendaraan yang sesuai dengan uang yang anda miliki dan tentunya kantong anda. Sebisa mungkin, kendaraan yang anda miliki adalah kendaraan yang anda beli dengan tunai.

 

5. Belanja Bahan Makanan.

Sebisa mungkin jangan membeli barang-barang yang bermerek (branded). Pilihlah barang-barang yang tidak bermerek, namun memiliki kualitas yang bagus.

 

6. Jalan Bersama Keluarga.

Acara keluarga janganlah anda jadikan menjadi “mimpi buruk” keuangan anda. Pilihlah kegiatan-kegiatan kebersamaan dengan keluarga yang tidak terlalu mengeluarkan banyak biaya, seperti ke perpustakaan nasional, museum atau acara piknik di lapangan terbuka (bukit perkemahan). 

 

7. Membeli Perlengkapan.

Belilah perlengkapan studi atau kerja bagi anda dan jangan dahulu membeli perhiasan.

 

8. Bersyukur. 

Bersyukurlah dengan apa yang ada pada anda dan cobalah untuk hidup dengan gaji yang anda miliki. Mengucap syukur dengan apa yang anda miliki dapat meredam keinginan anda yang besar untuk memperoleh barang-barang yang lainnya. Hidup dengan gaji yang anda miliki dapat menyadarkan anda atau paling tidak membuat anda "tetap berpijak di bumi" sehingga pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu dapat anda kesampingkan.

 

9. Rencanakan Pendidikan Anak Anda.

Ajari mereka untuk menjadi mandiri dan berusaha sendiri dengan menyemangati mereka untuk mengajukan beasiswa dan mendapat pekerjaan.

 

10. Sadarlah Dengan Batas Keuangan yang Anda Miliki.

 

11. Perkirakan Kesalahan Anda dengan Melakukan Perencanaan.

Selalu miliki perencanaan keuangan sampai anda dapat terhidar dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan saat ini.

 

Semoga dengan anda menerapkan tips-tips diatas, anda tidak menjadi ragu untuk hidup dalam kesederhanaan. Tidak ada yang salah dengan menjadi orang yang hidupnya sederhana bukan…?!?

Ibadah Dan Keteladanan Bekerja

Filed under: Artikel

Ibadah Dan Keteladanan Bekerja

 

Ibadah melalui pekerjaan tidak selalu menjadi pusat dari apa yang kita kerjakan. Ibadah dapat menjadi hasil dari siapa diri kita. Ibadah adalah refleksi karakter Allah dari kehidupan kita. Definisi Penyembahan adalah mengembalikan nilai dan rasa hormat pada Allah. Penyembahan membuat kita berhenti sejenak, memandang Allah, mengembalikan rasa hormat pada-Nya karena Dialah Allah. Kehidupan kita sebagai persembahan hidup pada-Nya dapat mendorong sesama untuk menyembah-Nya juga. Mereka melihat kehidupan kita, keterampilan yang Allah berikan pada kita, berkat yang kita terima, lalu memberikan hormat pada Allah. Kita merefleksikan Dia, menyebabkan orang lain menyembah Dia. Allah adalah satu-satunya sumber Cahaya, tetapi kita harus menjadi cermin sehingga orang lain juga dapat melihat Dia.

 

Pikirkan cara kita menggunakan kata bekerja. Seorang staf produksi yang mengetahui bahwa mesinnya rusak akan berkata, "Mesin ini tidak mau bekerja". Sungguh kalimat yang aneh. Tidakkah lebih tepat berkata, "Mesin ini tidak bisa dijalankan?” pilihan bahasa kita sangat mendalam dan jelas. Hal ini memantul dari realitas yang dalam atas kosmos: segala sesuatu seharusnya bekerja. Dan secara intuitif, bekerja kita artikan sebagai bekerja dengan benar, sesuai dengan rancangan, fungsi, tujuannya. Pemahaman biasa kita tentang bekerja sudah rusak. Penyakit jantung, alcohol, perceraian, dll. Semua itu beberapa gejala dari kultur kerja yang tidak berfungsi. Kejatuhan manusia dalam dosa menghasilkan kerusakan kosmis yang luar biasa, menimbulkan kekacauan yang menakutkan dalam realitas alami. Gangguan, dosa dan kematian kini menguasai tempat yang sebelumnya diisi oleh penyembahan. Orang yang semula mencari Allah tiba pada realitas yang menakutkan dan menyakitkan.

 

Jadi tak heran jika pekerjaan manusia yang berdosa tidak berfungsi dengan baik. Dibutakan oleh ambisi pribadi, dilepaskan dari ibadah, dilumpuhkan oleh ketamakan dan nafsu, dihalangi oleh dosa, manusia serupa dengan pengemis yang kecil, cacat dan telanjang. Dalam sebagian besar waktunya hanya memberi contoh tentang kelemahannya sendiri.

 

Namun berita baiknya adalah Allah sedang bekerja memperbaiki kehidupan kerja yang rusak. Yesus bekerja dengan maksud ganda. Pekerjaannya termasuk memberi contoh tentang kehidupan, karakter, kata-kata dan tindakan Allah. Dalam Yohanes 5:19, Yesus menjelaskan, "Aku berkata padamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak: Dalam kata-kata Yesus terdapat banyak realitas yang hebat, termasuk juga realitas bahwa ketika seorang manusia menyelaraskan dirinya dengan Allah dalam segala hal yang dilakukannya, maka ia benar-benar dan secara alamiah menjadi contoh Allah, sama seperti air yang merefleksikan sinar, sungai yang bermuara kembali ke laut, dan daun yang berbisik di tengah angin. Makhluk ciptaan mau tak mau menyerupai Pencipta-Nya. Allah membuat ciptaan barunya melalui pekerjaan kita, ketika kita menghadap-Nya setiap hari dan setiap saat, berubah dari rasa percaya pada diri sendiri menjadi percaya pada-Nya.


Sumber informasi dikutip dari : Life@Work (Sukses di Dunia Bisnis Bagi Orang Beriman) - John C. Maxwell

Apakah Anda Memiliki Semangat Yang Patah ?

Filed under: Artikel

Apakah Anda Memiliki Semangat Yang Patah ?


Baru-baru saja saya bertemu dengan seorang pria tua berusia 61 tahun yang kehilangan pekerjaan pada Mei tahun lalu. Meskipun waktu yang begitu lama telah berlalu tanpa pekerjaan, saya mengira ada lebih banyak isu kehidupan yang bersembunyi dalam dirinya. Perkiraan saya terkonfirmasi sekali lagi. Pria ini mengatakan kepada saya bahwa istrinya meninggalkan dirinya empat bulan lalu, putrinya "kebahagiaan saya" telah menikah dan pindah dari rumah lima bulan lalu, investasi-investasinya sekarang hanya berharga setengahnya dibandingkan 3 tahun sebelumnya, ia telah bekerja untuk perusahaan yang sama semenjak 36 tahun lalu dan kemudian mereka membiarkan ia pergi dengan paket pensiun kecil dan ia tidak terhubung dengan gerejanya. Ia merasakan "tertolak dari berbagai sisi." Terakhir ia melakukan pembayaran bulanan untuk rumah impiannya sekitar beberapa minggu lalu yang sekarang harus dijual untuk biaya perceraian dan sepertinya ia akan pindah ke sebuah apartemen di kota.

 

Jadi, kemana kita akan pergi dari hal ini ? Amsal 18 : 14 mengatakan kepada kita "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat yang patah ?". Atau sesuai dengan terjemahan Living Bible yang berkata "harapan apa yang tersisa ?".

 

Setiap bagian dari kehidupan kita memerlukan apa yang kita sebut sebagai deposit kesuksesan. Bahkan sedikit penarikan kembali tanpa penggantian deposit akan membawa kepada kebangkrutan dalam hubungan-hubungan, fisik, spiritualitas dan sosial sebagaimana juga dalam pekerjaan dan keuangan. Saya tahu dalam krisis area yang paling sakit mendapatkan perhatian lebih dari kita. Tetapi seringkali dengan melakukan deposit tambahan di area lain sehingga orang tersebut bisa memiliki batu loncatan untuk sukses bahkan di area yang paling kritis.

 

Saran saya adalah :

1. Aturlah waktu untuk latihan fisik yang penuh semangat. Berjalanlah 3 mil setiap harinya. Itu akan menolong menyingkirkan amarah dan menstimulasi kreatifitas positif. Tersenyumlah selagi anda berjalan dan perhatikanlah setiap burung, pohon-pohon dan anak-anak disekitar anda saat anda berjalan.


2. Carilah mentor yang saleh. Kebanyakan sukses didapat dari memiliki orang lain yang dapat anda panggil di titik terendah dalam hidup anda. Jangan isolasikan diri anda. Kembangkanlah hubungan keluarga dan pertemanan yang kuat.


3. Kurangilah menonton TV, melainkan bacalah atau dengarlah untuk hal-hal inspirasional setidaknya 2 jam sehari.


4. Jadilah sukarelawan untuk hal-hal yang berarti. Menolong orang lain yang membutuhkan adalah cara yang paling hebat untuk mententeramkan luka hati (perasaan) yang ada dalam diri anda.


5. Maafkanlah setiap orang dalam hidup anda. Berdamailah dengan masa lalu kelam yang pernah anda hadapi. Karena hidup ini terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci orang lain.


6. Dapatkanlah pekerjaan untuk diri anda, bahkan jika itu bukanlah pekerjaan impian anda atau perubahan karir yang hebat. Mengantarkan pizza atau bekerja pada departmen perkebunan di Home Depot untuk mendapatkan pergerakan ke arah yang positif selagi anda melanjutkan untuk membangun sebuah sukses jangka panjang. Misalkan pada hari sebuah koran menampilkan daftar 150 pekerjaan yang tersedia dan kita tahu bahwa pekerjaan-pekerjaan yang terdaftar itu hanya menampilkan 12% dari apa yang tersedia di waktu tersebut, padahal mungkin saja ada lebih dari 20 posisi yang menunggu untuk diisi rata-ratanya di kota anda.

 

Di setiap akhir dari hari anda, lengkapilah dua kalimat berikut :

"Hari ini saya mengucap syukur untuk……."

"Hari ini tujuan yang sudah tercapai adalah……."

 

Saya menyadari bahwa beberapa kehilangan tak dapat ditebus kembali dan luka yang berlebihan itu melemahkan. Jika anda menyadari beberapa “penarikan kembali” dalam hidup anda, ambillah ukuran-ukuran drastis untuk menghentikan tekanan (depresi) dan mulailah membuat deposit-deposit di area-area yang bisa anda kendalikan hari ini.

 

Sumber informasi dikutip dari : Crosswalk.Com

**Dan Miller adalah pemimpin dan personalitas dalam karir masa kini dan “Work You Love”. Sebagai penulis Best Seller dari 48 Days To The Work You Love dan sekarang No More Mondays dan menjangkau lebih dari sejuta orang setiap bulannya melalui Newsletter-nya, Podcast dan Blog yang berisikan tren-tren terbaik dan kesempatan-kesempatan dalam dunia kerja dan Small Business.

5 Cara Untuk Mengatur Uang Anda

Filed under: Artikel

5 Cara Untuk Mengatur Uang Anda

 

Uang dan pengelolaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan antara keduanya. Bila manusia tidak mengelola keuangannya maka yang terjadi adalah pengeluaran yang akan sia-sia, bahkan lebih parah lagi dapat membuat seseorang bangkrut. Dengan anda melakukan pengelolaan pada keuangan anda, maka uang anda setidaknya akan lebih terkontrol. Berikut lima cara pengaturan uang yang dapat anda terapkan dalam kehidupan anda masing-masing :

 

1. Mengumpulkan.

Uang tidak datang dengan sendirinya (pada umumnya), dibutuhkan sebuah usaha keras agar dapat meraih alat pertukaran masa kini tersebut. Perlu diingat, tidak salah bila anda mengumpulkan uang yang anda miliki dengan bekerja dan akan menjadi salah apabila anda menjadikan uang diatas segalanya.

 

2. Mengeluarkan.

Atur uang anda terlebih dahulu untuk hal-hal pokok (penting) dalam kehidupan anda sehari-hari. Jangan memaksakan diri anda untuk mengeluarkan uang anda bila hanya memiliki pendapatan yang tidak terlalu besar. Pengeluaran yang tidak seimbang dengan pendapatan akan berakibat anda akan berutang kepada orang lain nantinya.

 

3. Menyimpan.

Anda perlu menanamkan dalam diri anda bahwa menabung bukanlah sebuah hal yang sulit untuk dilakukan. Sisihkan uang anda dan masukkan ke rekening tabungan pribadi anda. Jangan menunda-nunda untuk menabung. Bila itu anda lakukan yang ada adalah anda tidak jadi menabung karena uangnya sudah habis anda belanjakan. Jadi segeralah menabung ketika anda memperoleh uang.

 

4. Investasikan.

Bila anda memiliki uang yang lebih, anda dapat melakukan kegiatan investasi. Namun, bagi anda yang memiliki uang yang tidak terlalu besar. Investasi bisa menjadi alternatif pengeluaran uang anda agar tidak terbuang percuma hanya untuk keinginan semata.

 

5. Memberikan.

Sebagai orang yang hidup dalam firman Tuhan, anda tidak dapat menyampingkan hal ini. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk memberi. Percayalah, bahwa Tuhan tidak pernah sekalipun menutup matanya melihat perbuatan baik yang dilakukan anak-anak-Nya di muka bumi ini. Tuhan memperhitungkan semuanya. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak memberi.

 

Kelima hal diatas adalah hal-hal pokok yang perlu anda ketahui dalam kehidupan mengelola keuangan sehari-hari. Jangan sampai anda terjebak dengan masalah-masalah keuangan yang terjadi akibat pengelolaan uang yang salah. Oleh karena itu, marilah mengatur keuangan dengan bijak, cerdas dan cermat.


Sumber informasi dikutip dari : Jawaban.Com

April 28, 2008

Melangkah Sukses Dengan Keterampilan Anda

Filed under: Artikel

1. Miliki Keterampilan Yang Dibutuhkan.

DA Benton dalam penelitiannya untuk menulis buku How to Think Like a CEO mengutip ucapan Linn Leeburg, Executive Vice President dan COO dari West Gas yang mengatakan bahwa yang dipromosikan ke posisi puncak adalah seseorang yang memiliki keterampilan unggul dalam melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Ia melakukan pekerjaan tersebut dalam konteks yang lebih luas karena pengetahuan dan keterampilannya yang dalam, sehingga tampil unggul dibandingkan rekan-rekan sekerjanya.

Bill Gates memiliki keterampilan teknis di bidang IT (Information of Technology), yang merupakan bisnis inti yang ditekuninya hingga dia menjadi orang yang terkenal dengan produk yang diciptakannya dan ia juga menjadi salah seorang milyuner dunia yang memiliki penghasilan luar biasa dalam hidupnya.

Walter Elias Disney, raja dunia hiburan yang memiliki keahlian menggambar dan menjadikan keterampilan tersebut menjadi yang sangat diandalkan dalam dunia pembuatan film animasi hingga sekarang ini.

Ray Kroc, pencetus ide restauran cepat saji McDonald, memiliki keterampilan teknis mengelola bisnis franchise di bidang makanan cepat saji dan usaha yang ditekuninya berhasil hingga McDonald bisa ada hampir disetiap negara di dunia hingga saat ini.

Jadi, jika anda ada di bisnis IT (Informasi of Technology), raih dan pupuklah keterampilan teknis di bidang ini. Jika Anda ada di bisnis Perbankan, raih dan pupuklah keterampilan di bidang perkreditan atau jasa perbankan. Dengan keterampilan di bisnis inti, akan lebih mudah bagi para pengambil keputusan yang sudah ada di atas untuk melirik anda dan menarik anda ke atas. Singkatnya, untuk melaju ke posisi puncak, gali dan pupuk keterampilan yang diperlukan di bisnis inti yang anda tekuni sekarang ini. Dalam menjalankan sebuah usaha, tidak ada seorang pun yang bisa berkarya sendirian. Setiap orang, setiap bagian memerlukan bantuan orang lain dan tentunya bagian lain untuk menuntaskan jalinan kegiatan bisnis yang diperlukan. Dengan demikian, keterampilan teknis saja tidaklah cukup. Anda juga dituntut untuk memiliki keterampilan organisatoris, yaitu sebuah keterampilan untuk bekerja sama dalam tim dan bekerja sama dengan berbagai bidang yang terkait serta keterampilan menyampaikan ide dan pendapat dengan cara yang meyakinkan. Selain itu, di dalam organisasi, anda juga dituntut untuk mampu mengambil keputusan dan tindakan yang memberikan solusi dan nilai tambah bagi organisasi tempat dimana anda bekerja saat ini. Semua orang bisa belajar untuk menguasai keterampilan teknis. Semua orang juga bisa belajar untuk memiliki keterampilan organisatoris. Tetapi hanya sedikit orang yang mau menginvestasikan waktu, tenaga dan pikiran untuk memupuk keterampilan konseptual, yaitu keterampilan untuk membangun visi, membuat rencana, mengembangkan inovasi baru dan memetakan sukses masa depan, baik bagi diri sendiri maupun bagi rekan sekerja dan perusahaan tempatnya berkarya. Keterampilan ini perlu digali dan dipupuk oleh orang-orang yang ingin tampil sebagai pemenang dan menjadi yang terkemuka di bidangnya.

2. Pupuk Sikap Yang Mendukung.
Ada dua sikap yang merupakan modal bagi mereka yang ingin melaju ke posisi puncak sukses, yaitu : Sikap Positif dan Sikap Optimis.

- Sikap Positif.

Jika anda adalah seorang pimpinan perusahaan yang ingin mencari seseorang yang dapat anda andalkan untuk membantu anda menjalankan perusahaan, orang seperti apa yang akan anda pilih?
Apakah anda akan memilih orang yang cepat mengeluh, orang yang takut pada perubahan, orang yang hanya memandang sebuah masalah tanpa ada usaha untuk mencari jalan keluar?
Pasti sebaliknya, anda akan memilih orang yang memiliki energi positif, berpikir positif dan bersikap positif.
Menurut Susan Yager, Presiden Domestication (seperti juga yang dikutip oleh DA Benton), ia sangat sulit untuk mentoleransi karyawan yang memiliki energi yang negatif, dan jika ada karyawan yang demikian akan dipersilahkan untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Sedangkan William Wallace, CEO dari Phoenix Home Life juga sependapat dengan Susan Yager. William Wallace tidak suka pada karyawan yang bersikap negatif dalam bekerja sama dengan rekan sekerjanya.

- Sikap Optimis.
Selain sikap positif yang dicari dari seseorang yang dianggap pantas untuk menempati posisi puncak adalah orang yang memiliki sikap optimis.
Bagaimana jadinya jika pimpinan perusahaan tidak merasa yakin bahwa ia bisa membawa perusahaan dan orang-orang yang dipimpinnya untuk sukses dalam persaingan bisnis, maka tentunya para karyawan akan lari ke perusahaan lain. Bagaimana pendapat John Krebbs, Presiden Direktur (The Parker Company). Krebbs mengatakan (seperti yang dikutip oleh DA Benton) bahwa pimpinan yang ia pilih adalah orang yang optimis dan memiliki semangat hidup, orang yang ketika bangun pagi sudah memiliki optimisme bahwa hari ini ia akan meraih sukses, menemukan solusi dan orang yang tidak banyak mengeluh pada masalah yang sedang dihadapinya.

3. Terapkan Strategis Dalam Diri.

Keterampilan dan sikap yang tepat memang diperlukan. Tetapi kedua hal ini belumlah cukup untuk membawa seseorang untuk melaju ke posisi puncak. Ada beberapa strategi yang perlu diterapkan untuk mempercepat laju karier seseorang.

Kegiatan Inti. Yang melaju ke posisi puncak umumnya adalah mereka yang menekuni bisnis inti di perusahaan tempat mereka bekerja. Di bisnis inti ini mereka menjadi lebih mudah terlihat ketika mereka menunjukkan prestasi, sehingga memberikan kesempatan yang lebih besar untuk terpilih menduduki posisi yang lebih tinggi. Misalnya, jika berada di bisnis IT (Information of Technology), maka orang yang mungkin menduduki posisi puncak adalah mereka yang memiliki pengetahuan yang dalam dan mengetahui seluk-beluk dunia IT (Information of Technology). Selain bisnis inti, orang yang memiliki peluang untuk menduduki posisi puncak adalah mereka yang berhasil menangani proyek inti yang sedang ditekuni perusahaan. Misalnya, masih di bisnis IT (Information of Technology), jika pada suatu saat perusahaan tersebut sedang mengembangkan proyek baru yang merupakan proyek pengembangan baru di dunia IT contoh (proyek pengembangan e-learning), maka mereka yang akan memiliki peluang besar untuk diberi tanggungjawab memimpin perusahaan tersebut adalah orang yang berhasil membuktikan bahwa ia mampu mensukseskan proyek besar di perusahaan tersebut. Bidang inti lain yang ditekuni orang yang mungkin mencapai posisi puncak adalah bidang yang langsung bisa menambah nilai bagi perusahaan, misalnya, pemasaran. Jadi, jika anda ingin meraih tangga teratas di bisnis yang anda tekuni sekarang, maka pilihlah kegiatan inti yang sesuai dengan karakter dan minat anda saat ini dan berkaryalah se-maksimal mungkin di bidang ini sehingga anda bisa tampil beda dan mudah terlihat agar dapat segera masuk ke lingkaran inti pada perusahaan tempat anda bekerja sekarang ini.

Lingkungan Inti. "Burung-burung yang sejenis akan terbang bersama-sama" begitulah kata sebuah pepatah. Jadi, jika ingin menduduki posisi puncak, seseorang harus memiliki kecocokan dengan lingkungan inti di tempat ia berkarya. Kecocokan ini diperlukan agar orang tersebut bisa bekerja sama dengan baik, saling membantu dan bisa lebih mudah diterima oleh lingkungan inti yang akan dimasukinya. Jika orang-orang di lingkungan inti juga sudah merasa cocok dengan orang baru tersebut, akan lebih mudah bagi lingkungan inti untuk menarik orang baru tersebut menjadi bagian dari lingkungan inti yang berada di lapisan atas. Jika para pimpinan puncak adalah orang-orang dari latar belakang ekonomi, dan ternyata anda bukan dari latar belakang yang sama, cobalah pelajari cara berpikir orang-orang yang berasal dari latar belakang ekonomi. Jika lingkungan inti umumnya berasal dari latar belakang budaya tertentu dan anda bukan berasal dari latar belakang budaya yang sama, hal serupa bisa anda lakukan, yaitu: mempelajari karakter, sikap dan cara berpikir orang-orang yang berasal dari latar belakang budaya tersebut. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi anda untuk memahami dan bekerja sama dengan mereka.

4. Raih Prestasi Anda.

Orang-orang yang dipromosikan umumnya adalah orang-orang yang berprestasi di bidang yang ditekuninya tersebut. Prestasi bisa terlihat dari hasil dan nilai tambah yang dipersembahkan orang tersebut bagi tim dan perusahaan.

Orientasi Hasil. Hasil bisa berbicara untuk anda. Jika anda menyelesaikan dengan baik semua yang menjadi tanggungjawab anda, maka orang disekitar dan mereka yang berada di atas anda akan melihat prestasi ini. Jika nantinya ada lowongan posisi di tempat yang lebih tinggi, maka andalah yang memiliki kemungkinan besar untuk menempatinya karena anda dianggap selalu mampu melakukan pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Jika hasil kerja anda sulit terlihat, mengapa tidak memperlihatkannya ataupun membuat atasan melihat hasil yang anda kerjakan tanpa nada sombong. Misalnya anda sudah menyelesaikan rencana anggaran tahun ini lebih cepat dari rencana anggaran yang ditargetkan, anda bisa mengatakan hasil berdasarkan fakta: ”Bu, rencana anggaran yang ibu minta untuk minggu depan sudah saya selesaikan. Apakah ibu mau me-review-nya sekarang?”.

Melakukan sesuatu yang lebih positif. Warna merah muda jika ditempatkan di bidang yang berwarna yang kurang lebih sama, maka tidak akan terlihat menonjol. Tetapi jika di bidang merah muda tersebut ada satu benda yang berwarna merah tua atau berwarna hijau, maka benda tersebut pasti akan terlihat berbeda. Jika anda berhasil menyelesaikan tugas sesuai dengan yang diminta dan orang-orang lain juga melakukan hal yang sama, maka anda tidak akan terlihat menonjol. Tapi, jika anda menyelesaikan pekerjaan anda sesuai dengan yang diminta ditambah dengan hal-hal positif lain yang bisa menambah nilai walaupun tidak diminta, maka hal inilah yang akan membuat anda tampil beda secara positif. Orang-orang yang ingin tampil beda secara positif seperti inilah yang dicari dan dibutuhkan untuk menduduki posisi puncak, karena mereka memiliki kualitas yang lebih dibandingkan karyawan lain pada umumnya. Jadi, jika orang lain bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan dalam batas anggaran yang telah ditentukan, anda bisa mencoba untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab anda dengan waktu yang lebih cepat, kualitas yang lebih baik dan dengan biaya operasional yang lebih rendah dari apa yang dianggarkan.

Ingin melaju ke posisi yang lebih tinggi atau bahkan menempati posisi puncak di perusahaan tempat anda sekarang berkarya? Cobalah mengambil langkah-langkah di atas. Memang tidak mudah dan perlu investasi waktu, tenaga dan pikiran. Tapi mengapa tidak anda coba dari sekarang dan lakukan penyesuaian yang diperlukan. Lebih baik bagi kita untuk mencobanya sekarang dari pada tidak sama sekali. Sukses untuk anda sekalian.

Izinkan Aku Mencium Mu Ibu

Filed under: Artikel

Izinkan Aku Mencium Mu Ibu.

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruh ku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku "dipaksa" membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adik ku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkan ku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suami ku, ibu dari anak-anak ku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecil ku dulu.

Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suami ku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anak ku. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-kanak, ia yang mengantar ku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali ku lihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya atau terik atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menunggui ku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolongan ku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. Di usia ku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang ku anggap kuno jelas tak serasi dengan penampilan ku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikan ku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuh ku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajari ku berjalan. Ia mengangkat tubuh ku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekap ku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baru ku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang ku anggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski ibu bukan orang berpendidikan, tapi doa di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah ku raih. Tanpa mu ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahan ku, ia menggandeng ku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat ku pandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suami ku. Usai akad nikah, ia langsung mencium ku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tangga ku, aku tak pernah lagi menjenguk nya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang baik dan taat kepada suami ku hingga tak jarang aku membunuh kerinduan ku pada ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uang ku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiran ku untuk mu.

Aku akan datang dan mencium mu ibu, meski tak sehangat cinta dan kasih mu kepada ku.

——-

Renungan ini khususnya bagi kaum perempuan dan semoga bermanfaat serta dapat berguna agar kita dapat meresapi kasih sayang sang IBU kita selama ini. Jesus Christ bless us. Amin. 

April 23, 2008

7 Pokok Dosa

Filed under: Artikel

7 Hal Pokok Dosa yang sering terjadi dan kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari dan semoga dapat menyadarkan diri kita sendiri untuk melakukan perubahan sikap dan mau melakukan pertobatan.

Dalam perjalanan hidup kita sekarang, manusia seringkali jatuh dalam 7 dosa pokok, kecenderungan akan yang jahat itu ada pada diri manusia karena dosa asal. Baca Roma 5:12. "Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa".

Kita tidak mampu mengubah hidup kita sendiri. Kita membutuhkan rahmat Allah untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang bersumber dari 7 dosa pokok : kesombongan, iri hati, percabulan, kerakusan, kikir, kemarahan, kemalasan.

Keinginan daging mengkungkung kita ke dalam dosa dan ketidakpercayaan. Namun karena belaskasihan-Nya yang tak terbatas Allah mengirimkan Putera Tunggal-Nya ke dunia untuk mengubah kita. Melalui kematian dan kebangkitan, Yesus mencurahkan Roh Kudus agar kita dapat mengambil bagian dalam kodrat Ilahi.

Sekarang kita tidak perlu bersandar pada kekuatan sendiri karena kuasa Allah tinggal dalam diri kita. Singkatnya, untuk mengatasi daging, kita harus terus-menerus menyerah kepada Roh Kudus. Baca Yeremia 17:7-8. "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah".

1. KESOMBONGAN.
Ciri-ciri kesombongan:
* Manusia mengira mempunyai sesuatu yang baik dari dirinya sendiri, dari kemampuannya sendiri.
* Manusia mengira sesuatu kebaikan diberikan karena jasa-jasanya sendiri.
* Manusia berbangga-bangga mempunyai sesuatu yang sebetulnya tidak dimilikinya.
* Menganggap diri lebih unggul dan mempunyai lebih banyak daripada orang lain, mengira mempunyai bakat-bakat yang lebih daripada orang lain, sehingga menghina atau memandang rendah orang lain

Cara mengatasinya:
* Menyadari bahwa semuanya pemberian secara cuma-cuma dari Tuhan.
* Banyak mengucap syukur atas anugerah Tuhan.
* Jangan suka membicarakan kebaikan-kebaikan sendiri.
* Merenungkan kesengsaraan Tuhan dan pengosongan diri Allah.
* Penyembuhan batin, dan banyak memuji Allah (Luk 1:46-55)

Teks Kitab Suci:
* Yesaya 2:11: "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu".

2. IRI HATI.
Ciri-ciri orang yang iri hati:
* Tidak tahan kalau ada orang lain yang melebihi dia
* Tidak senang pada keberhasilan orang lain
* Senang bila melihat orang lain jatuh atau gagal.
* Menjatuhkan nama baik orang lain dan menjelekkan orang lain karena iri hatinya tersebut.

Cara mengatasinya:
* Menjauhi perkataan dan perbuatan yang meremehkan orang lain.
* Mengungkapkan cinta kasih secara praktis terhadap sesama yang membuat ia iri hati, dengan cara bersikap baik, menolong , berbicara ramah, dsb. (Theresia L.)
* Mencari sifat-sifat baik yang terdapat pada orang yang membuat iri hati, dan bersyukur kepada Tuhan
* Penyembuhan batin

Teks Kitab Suci:
* Yakobus 3:16: "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat".

3. PERCABULAN.
Ciri-ciri percabulan:
* Manusia dibutakan oleh nafsu seksnya, sehingga tenggelam di dalamnya, ia hampir-hampir tidak percaya bahwa ada kenikmatan dan kebahagiaan lain selain kenikmatan daging ini.
* Fantasinya dipenuhi oleh gambaran-gambaran yang tidak senonoh, akibatnya ia tidak mampu mengangkat hatinya kepada yang ilahi.
* Orang kehilangan kebebasannya sehingga diperbudak olehnya.
* Damai batinnya hilang sama sekali, dan sering dikejar rasa bersalah, tidak bisa menerima dirinya sendiri, bahkan jatuh dalam pergaulan bebas dan aborsi, homo/lesbi, dll. (BF)

Cara mengatasinya:
* Menjaga panca indera, menjauhkan diri dari godaan-godaan yang merangsang, gambar, film, dll.
* Penyembuhan batin.
* Firman Allah, doa, lingkungan yang sehat, pelayanan.

Teks Kitab Suci:
* Mengenai Tubuh Kita adalah Bait Allah.
1 Kor 3:16. "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?".
1 Kor 6:15. "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!".
1 Kor 6:19. "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?".

* Mengenai Perlengkapan Rohani.
Efesus 6:10. "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya".
Efesus 6:11. "Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis".
Efesus 6:12. "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara".
Efesus 6:13. "Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu".
Efesus 6:14. "Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan".
Efesus 6:15. "Kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera".
Efesus 6:16. "Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat".
Efesus 6:17. "Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah".
Efesus 6:18. "Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.
Efesus 6:19. "Juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil".
Efesus 6:20. "Yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara".

4. KERAKUSAN, TAMAK, LOBA, GELOJOH.
Ciri-ciri orang rakus:
* Ia diperbudak oleh keinginan untuk memiliki harta, dan kekayaan sehingga mengabaikan semua segi kehidupannya, menghalalkan segala cara, ia menghargai harta melebihi Tuhan dan manusia, menjadikan harta sebagai berhalanya.
* Ia diperbudak oleh keinginan untuk makan dan minum melebihi segalanya, sehingga mengabaikan cinta kasih dan kesopanan terhadap sesama manusia.
* Ia diperbudak oleh nafsu ingin memperoleh pengetahuan melebihi segala sesuatu, mengejar ilmu sampai melupakan Tuhan dan sesama.

Cara mengatasinya:
* Dengan cara penyangkalan diri akan makan, minum, kerja, belajar, mengatur waktu secara seimbang, dan hidup dengan teratur.
* Penyembuhan batin, dan mengingat kehidupan abadi, bahwa yang terpenting itu adalah kehidupan jiwanya yang kekal, jangan sampai kebutuhan sandang, papan, yang sementara sifatnya memperbudak dirinya.

Teks Kitab Suci:
* Mengenai Hawa Nafsu.
Yakobus 4:1. "Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?".

* Mengenai Foya-foya.
Yakobus 5:5. "Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan".

* Mengenai Akar Kejahatan, Cinta Uang.
1Timotius 6:10. "Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka".

* Mengenai Hamba Uang.
Ibrani 13:5. "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau".

5. KIKIR.

Orang yang rakus akan harta, makan-minum, dan ilmu pengetahuan dapat dibutakan sedemikian rupa sehingga ia tidak peduli lagi akan kebutuhan sesamanya. Ia dapat jatuh dalam dosa kikir, karena menumpuk harta demi harta, tidak mau berbagi, berderma atau menolong sesama yang berkekurangan, ia menikmati makan minum tanpa peduli sesamanya yang kelaparan, ia juga tidak mau berbagi soal ilmu pengetahuan dan hanya mau pandai sendiri.

Cara mengatasinya:
* Jangan pernah rakus dengan jabatan dan harta sehingga kita bisa mencegah kolusi, korupsi dan nepotisme.
* Berbagilah kepada sesama yang membutuhkan pertolongan dan berdermalah dengan sesama karena harta tidak dapat kita bawa mati.
* Saling berbagilah tentang ilmu pengetahuan terhadap sesama agar kita dapat bijaksana dan cerdas dalam menjalani hidup karena ilmu pengetahuan akan mati jika kita bawa mati.

Teks Kitab Suci:
* Amsal 1:7. "Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan".

6. KEMARAHAN.
Ciri-ciri pemarah:
* Cepat emosi, bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun
* Mengungkapkan emosi dengan perkataan atau perbuatan yang menyakiti hati orang lain tanpa pikir panjang

Cara mengatasinya:
* Yang bersifat jasmani: olah raga, menyanyi lagu pujian, mengalihkan kemarahan pada hal-hal yang positif
* Yang bersifat rohani: mengampuni, mendoakan orang-orang yang membuat marah, melihat kehadiran Tuhan dalam diri sesama.
* Penyembuhan batin

Teks Kitab Suci:
* Perihal agar kita tidak lekas marah dan emosi.
Pengkhotbah 7:9. "Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh".

* Perihal mengenai amarah tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
Yakobus 1:19. "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah".
Yakobus 1:20. "Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah".

7. KEMALASAN.
Ciri-ciri kemalasan:
* Suka menganggur
* Suka melalaikan tugasnya
* Bersikap sembrono dan tidak bertanggung jawab
* Tidak menyelesaikan tugas/pekerjaan pada waktunya.
* Tidak ada kerapian dan kebersihan
* Mencari istirahat melampaui batas
* Menunda-nunda tugas, tidak disiplin

Cara mengatasinya:
* Menyangkal diri
* Hidup teratur dan disiplin
* Memberi motivasi pada tugas/pekerjaan yang dilakukan, misalnya untuk silih dosa, melakukan demi kasih kepada Yesus
* Penyembuhan batin.

Teks Kitab Suci:
* Amsal 26:14. "Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya".
* Amsal 21:25. "Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja".

Kita tidak mampu mengubah hidup kita dengan kekuatan sendiri maka kita perlu menyerah kepada Roh Kudus. Cara-cara yang kita lakukan agar menyerah kepada Roh Kudus dengan cara:

1. Menjadikan Yesus sebagai pusat hidup dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dalam setiap segi kehidupan kita sehari-hari.
* Dengan cara berdoa kepada Tuhan kita Yesus Kristus.
* Baca Firman / Kitab Suci setiap hari.
* Dan bertobat untuk tidak melakukan hal-hal jahat lagi.

2. Beriman.
* Berjuang terus tanpa putus asa serta membiarkan Tuhan yang mengubah hidup kita.

3. Bersukacita dalam segala keadaan. Percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Bersuka cita, berdoa senantiasa, mengucap syukur dalam segala perkara.

* 1 Tesalonika 5:16. "Bersukacitalah senantiasa".
* 1 Tesalonika 5:17. "Tetaplah berdoa".
* 1 Tesalonika 5:18. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu".

4. Melihat masalah sebagai salib.
* Melihat masalah sebagai salib, sebagai sarana untuk memurnikan kita, memperkuat dan membentuk kita menurut citra Kristus Yesus sendiri. Kita sedang dibentuk oleh Allah menjadi lebih indah.
* Karena Yesus Kristus sendiri telah mati di kayu salib demi menebus dosa-dosa manusia agar manusia itu sendiri terselamatkan oleh Yesus Kristus dari dosa-dosanya.
* Karena Yesus Kristus sendiri telah menang melawan kuasa gelap dan mengalahkan si jahat serta mengalahkan kematian.

5. Menyingkirkan kepahitan.

Mengampuni, berdamai, mencintai semua orang yang melukai kita, mengampuni dan sabar terhadap kelemahan diri sendiri dan ingat bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar daripada dosa yang telah kita buat sendiri.

6. Bergabung dalam suatu komunitas kristiani.

Kita dapat berbagi suka duka lewat saudara-saudara seiman yang dapat mendengarkan serta sharing dengan kita, sehingga kita mengalami peneguhan, dikuatkan dalam iman oleh saudara-saudara yang lain, dapat membagi pengalaman, melayani dan saling mencintai dalam komunitas kristiani, dan dari situ kita dapat bertumbuh menjadi seorang Kristen yang sejati dan takut akan Tuhan.

7. Cinta diri adalah akar segala dosa.

Cinta diri adalah halangan terbesar untuk kesempurnaan. Setan masuk lewat pintu cinta diri. Perjuangan untuk mengalahkan diri sendiri adalah perjuangan seumur hidup. Orang dapat merasa putus asa bila dalam perjuangan ia tidak sabar terhadap diri sendiri, mau kudus dalam waktu singkat, orang tidak dapat menjadi sempurna hanya dalam waktu satu minggu, satu bulan, satu tahun, tetapi butuh proses seumur hidup. Sebaliknya ada orang yang terlalu gampang untuk memaafkan diri/lambat untuk berjuang, maka perlu dicambuk agar jalannya cepat.

Sarana untuk mengatasi cinta diri yaitu:
* Penyangkalan diri.
* Kelepasan.
* Pengosongan diri.
* Agere contra yaitu: melepaskan diri dari kelekatan akan makan, minum, nama baik, kesenangan, gengsi, harga diri.

Contoh yang dapat kita lakukan:
* Tidak senang dengan si A, maka duduklah dekat dengan si A.
* Maunya istirahat saja, hindari dengan cara bekerjalah dengan lebih rajin.
* Malas doa, hindari dengan cara menambah jam doa.
* Mau marah saja terhadap si A, hindari dengan cara tersenyum kepada si A.
* Ambil makanan dan minuman yang tidak disukai tapi bersifat positif.
* Melakukan pekerjaan yang tidak disukai, yang remeh, yang dihindari orang, dll.

Dalam latihan kebajikan dan kelepasan itulah manusia dapat jatuh dalam kesombongan rohani, merasa diri hebat, merasa diri lebih dari yang lain, merasa diri suci. Akar-akarnya lagi-lagi cinta diri. Maka ada baiknya merenungkan apa yang dikatakan dalam Kitab Suci : Setelah melakukan segala sesuatu, berkata kepada-Nya: Tuhan, aku ini hamba yang tidak berguna, aku akan mau melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Manusia menerima segalanya dari Allah, tidak ada satupun yang dapat dibanggakan, karena semuanya pemberian Allah. St. Paulus mengatakan: "Hai manusia, apakah yang ada padamu yang tidak kamu terima dari Allah, dan setelah engkau menerimanya, mengapa engkau menganggap itu semua milikmu, seolah-olah kamu tidak menerima semua itu dari Dia" (sombong, cinta diri).

Ilustrasi:

Banyak sekali manusia memakai topeng, serta tidak melakukan perbuatannya untuk memuliakan Allah tetapi untuk kemuliaan diri manusia itu sendiri.

Contoh :
* Jambu air. Jambu air kelihatannya bagus, tetapi dalamnya penuh ulat cinta diri. Ulat cinta diri itu harus dibasmi supaya jangan menjadi gemuk dan merajalela didalam jambu air tersebut.
* Kita ini keledai tunggangan Tuhan kita Yesus Kristus, kalau keledai lupa akan ke-keledai-annya, dan mengira dia yang mendapat kehormatan dari Tuhan kita Yesus Kristus, pasti keledai itu akan kena pukul oleh tuannya.

Ada pula yang berbuat sebaliknya. Takut dikatakan sombong, lalu tidak mau melakukan hal-hal yang baik, takut melakukan kebajikan / matiraga, malas berbuat kebajikan. Ini juga merupakan sesuatu ekstrim yang lain. Bangunan rohani diri kita atau hidup rohani diri kita sendiri membutuhkan fondasi kerendahan hati. Bangunan rohani akan hancur berantakan bila tidak ada fondasi kerendahan hati. Iblis selalu menghalang-halangi orang yang mau berkembang dalam kesucian. Godaan-godaan harus dikenali, inilah pentingnya pembedaan roh dalam hidup rohani. Godaan harus ditolak dengan tegas. Sekali terjerat dalam godaan, kita akan jatuh dalam dosa. Iblis masuk lewat celah cinta diri dan kesombongan. Perbuatan baik, seringkali dinodai oleh cinta diri, maka bukan lagi kebajikan namun kesombongan.

Doa, pelayanan, kebajikan, matiraga itu baik, tapi kalau kemasukan cinta diri dan kesombongan maka bukan kebajikan lagi, tetapi kelemahan. Tuhan menerima persembahan umat-Nya. Tuhan menerima persembahan kita, ia menerima kita tanpa syarat. Kita datang dengan sikap seperti seorang miskin: "Tuhan saya datang, tetapi tidak mempunyai apa-apa, dan persembahan yang ku persembahkan kepada-Mu ini adalah buah-buahan yang penuh dengan ulat cinta diri". Itu kita semata-mata untuk menyenangkan hati Allah. Seperti anak kecil yang membawa kue untuk diberikan kepada ibunya, tetapi kue itu jatuh di tengah jalan dan menjadi kotor. Seperti itulah kita saat ini. Sering kali melakukan ini dan itu untuk menyenangkan hati Tuhan, tetapi tersandung oleh cinta diri sehingga menjadi kotor. Si ibu tetap mau menerima kue yang kotor itu dari anaknya karena si anak tidak dapat memberikan yang lainnya. Demikian pula kita, Tuhan menerima persembahan kita yang diberikan dengan cinta walaupun tidak sempurna. Tuhan melihat niat kita, kemauan baik kita dan kehendak kita walaupun jauh dari hasil yang sempurna.

Topeng-topeng cinta diri adalah:
1. Cinta diri dapat menyamar dalam banyak hal kebajikan-kebajikan sehingga orang dengan gampang mudah tertipu.
Contoh:
* Orang getol dalam karya kerasulan untuk orang lain. Setelah ganti pengurus, tidak mau membantu. Motivasinya hanya mencari nama dan jabatan.
* Ada orang yang dermawan sekali terhadap orang lain, tetapi terhadap anak dan istri pelitnya minta ampun. Motivasinya hanya supaya dapat pujian dan diagung-agungkan oleh orang lain.

2. Cinta diri identik dengan kodrat kita, digerakkan oleh motif kodrati dan bukan adikodrati.
Contoh:
* Ada orang yang sangat bersemangat merasul, mau menonjol apabila ada orang lain / baru yang tampil maka muncul rasa tidak senang dalam hatinya, karena bintangnya pudar.
* Tidak senang kalau orang lain berkembang. Akarnya adalah sifat iri hati.
* Keras kepala dianggap sebagai kebajikan berpendirian teguh dan ini merupakan suatu kesalahan yang sangat besar.
* Kemalasan : malas bekerja dan melakukan sesuatu dengan berkata / beralasan menjaga kesehatan, nanti kalau lelah tidak bisa berdoa lagi.
* Malas bangun pagi dengan alasan sakit.
* Malas cuci pakaian dengan alasan mengirit sabun, tanggan sakit, dan lain-lain.
* Lebih suka mengajar, menasehati daripada diajar atau dinasehati.
* Tidak mau belajar dari orang lain, tidak mau mengakui / menghargai kelebihan orang lain. Belajar dari orang lain itu mengandaikan kerendahan hati.

——-

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Tuhan kita Yesus Kristus memberkati dan melindungi kita selalu dimanapun kita berada. Amin.

April 11, 2008

Bibit Kacang Hijau yang Tak Bertumbuh

Filed under: Artikel

Bibit Kacang Hijau yang Tak Bertumbuh.
Tarsis Sigho - Taipei.

Seorang teman mengirimkan kisah ini kepada saya dan tak diketahui dari mana asalnya. Dikisahkan bahwa sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia sedang mencari satu tenaga teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut.

Begitu banyak yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis. Namun sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah, setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau untuk disemayamkan. Dan setelah jangka waktu yang diberikan setiap orang harus membawa pulang bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan tersebut. Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena memberikan jaminan gaji yang tinggi tersebut.

Setelah jangka waktu yang diberikan itu para peserta ujian kembali lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh segar menghijau. Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus tersebut. Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan siapa yang jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kacang yang telah bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya.

Setelah diabsensi ternyata satu orang tidak muncul di tengah para peserta. Sang manager perusahaan lalu menelpon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alasan ketidak-hadirannya. Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa bersalah memberikan alasan ketidak-hadirannya saat ini. Ia mengatakan bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal ia sudah berusaha memberi pupuk, memberi air yang cukup. Semua persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.

"Aku berpikir bahwa aku pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini. Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapa." Dan justru di saat ketika orang itu akan meletakan gagang telephonya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh di luar dugaannya; "Engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami. Profisiat!" Orang itu heran dan kaget tak percaya.

Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi. Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata hanya seorang yang tak mampu membawa bibit kacang yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang akan dipilih itu.

"Inilah prinsip kami, nilai moral dalam pekerjaan lebih ditinggikan ketimbang keberhasilan dalam bekerja." Demikian sang manajer menjelaskan.

 
———————

Beri perhatian lebih pada karakter dari pada reputasi, karena karakter adalah diri sebenarnya, sementara reputasi hanya anggapan orang tentang anda. (John Wooden).






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer