Blog Forum Pemuda/I GKPI Mandala Medan

October 28, 2009

Rakyat Indonesia Rata-rata Sudah High-Class

Filed under: Rubrik Umum

Rakyat Indonesia Rata-rata Sudah High-Class. Hmm… Kelihatanya sih seperti itu, namun sayang ada tapinya…!!!

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda (GA 200) pada tanggal 7 Maret 2007 pada pukul 07.00 pagi dengan jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan kita, benar bukan…?!?

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu saat terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar serta cemas sekali dan diraut wajahnya terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone (HP) tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Kemudian langsung saja saya tanyakan kepadanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, lalu dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin pesawat. Singkat cerita dia bercerita mengenai pengalamanya saat dimana dia melaksanakan tugasnya di pabrik tempat uji coba mesin turbin pesawat. Dan saat itu, tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki dan diteliti ternyata ada salah satu petugas yang sedang menggunaka handphone (HP) didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi handphone (HP) dengan mesin turbin pesawat ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya mesin turbin pesawat tersebut. Dan yang lebih fatalnya lagi berakibat turbin bisa langsung mati secara tiba-tiba.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa terbakarnya pesawat Garuda (GA 200) diatas. Kalau saya tidak salah mendengar informasi bahwa mesin pesawat Garuda (GA 200) tiba-tiba mati pada saat mau mendarat di bandara Adisucipto. Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat handphone (HP) penumpang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.

Rakyat kita ini memang High Class banget…?!? Handphone (HP) nya mahal, kemudian transportasinya pakai pesawat. Tapi bodoh dan begonya gak ketolongan banget…!!! Jelas kalau didalam pesawat dibuat peringatan untuk mematikan handphone (HP) saat akan berangkat dan saat akan mendarat. Ada yang gak tahu kenapa larangan itu dibuat dan ada pula yang tahu tapi tetap gak peduli. Parah banget ya…!!!

Orang Indonesia memang harus selalu belajar dengan cara yang keras sepertinya…!!!

Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan handphone (HP) di dalam pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia-Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan handphone / ponsel / telpon genggam atau apapun istilah namanya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa handphone mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi diakibatkan oleh handphone. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih bagi anda yang sering menggunakan jasa pesawat terbang.

 

Contoh-contoh kasusnya antara lain:

 

1.      Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh dan 10 orang penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

 

2.      Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam koper dibagasi lupa dimatikan dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi pesawat.

 

3.      Boeing 747 Quantas yang tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow-London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan laptop (notebook), cd player dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

 

 

Seperti kita tahu di Indonesia…!!! Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa handphone (HP) yang baru saja diaktifkan. Bukan main parahnya…!!! Dia anggap pesawat itu milik pribadi bapaknya kali ya…!!! Kalau isinya hanya dia sendiri tidak apa…!!! Ini isinya puluhan orang, tidak mikir kali ya kalau akibat perbuatannya ada puluhan nyawa bisa melayang…!!!

Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tidak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nouisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan handphone (HP) di dalam pesawat (alias katrok kali ya) hehhee… :D Disamping itu juga, mereka mungkin belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan oleh handphone (HP) dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah rekan-rekan kenapa handphone (HP) harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama kita berada di dalam pesawat.

 

Berikut ini merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi pada pesawat khususnya saat kita mengunakan handphone (HP):

 

1.      Arah terbang pesawat dapat melenceng.

2.      Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu.

3.      Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tidak terdengar.

4.      Gangguan sistem navigasi.

5.      Gangguan frekuensi komunikasi.

6.      Gangguan indikator bahan bakar.

7.      Gangguan sistem kemudi otomatis.

8.      Dan lain-lain.

 

 

Sedangkan gangguan lainnya oleh laptop (notebook), cd player, games electronic (PSP, dll) yaitu:

 

1.      Gangguan arah kompas komputer pesawat.

2.      Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator).

 

 

Dan semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS (Aviation Safety Reporting System). Dengan melihat daftar gangguan diatas, diharapkan kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan handphone dan alat elektronik lainnya.

Kebisingan pada headset (noise) para pilot penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan para pilot penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas di bandara udara dengan baik.

Perlu untuk kita ketahui bersama, handphone (HP) tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah handphone (HP) dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah handphone (HP) bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah handphone (HP) aktif di dalam pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta. Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum dan sekaligus tidak tahu tatakrama…?!?

Setidaknya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang juga tahu kita memiliki handphone (HP) mewah dan mahal sekali. Semua orang juga tahu kita sedang bergegas karena kita orang paling sibuk sedunia dan memiliki banyak pekerjaan serta bisnis yang banyak disana-sini. Dan tentunya semua orang juga tahu jika kita orang paling penting sedunia. Tetapi, demi keselamatan bersama dan demi sopan santun menghargai sesama, alangkah baiknya janganlah mengaktifkan handphone (HP) selama kita berada di dalam pesawat terbang.

Nah sekarang…, bagaimana dengan kejadian baru-baru ini mengenai kecelakaan pesawat terbang komersial maupun pesawat terbang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI)…?!?

Untuk itu, marilah sejenak kita renungkan bersama dan semoga pada suatu hari nanti, bangsa Indonesia bisa sedikit lebih pintar, cerdas dan bijaksana dalam melihat situasi dan kondisi saat ini. Agar citra penerbangan di negara yang sangat kita cintai dan banggakan ini Indonesia, bisa kembali baik di mata penerbangan dunia (internasional).

 

——-

Tuhan memberkati kita dimana pun kita berada. Amin.

Derita Mahasiswa/I STT Setia

Filed under: Rubrik Umum

Kurang lebih setahun tiga bulan sudah, Mahasiswa/I Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (STT Setia) terkatung-katung di tiga tempat penampungan terpisah, setelah diungsikan dengan cara paksa dari kampus mereka di Kampung Pulo, Jakarta Timur.  

Mereka diungsikan bukan karena gedung mereka roboh dan luluh lantah akibat diterjang gempa bumi yang dahsyat, tetapi tidak lain karena diusir oleh sekelompok militan yang mengatasnamakan penduduk setempat. Sungguh tragis dan ironis memang…!!! Kini, mereka terpencar di tiga tempat yakni di eks kantor Pemkot Jakarta Barat, Wisma Transito Kalimalang dan di Buperta Cibubur. 

Kehidupan mereka yang dulu sangat harmonis dengan rutinitas kegiatan belajar mengajar di kampus dan asrama mereka dahulu terusik oleh kebencian dan ketidaksenangan kelompok-kelompok yang bertindak arogan yang tidak mempunyai sikap tolerasi beragama dan seolah tidak tersentuh oleh hukum. 

Ditengah perlakuan yang tidak adil itu, Pemprov terkesan setengah hati melindungi warga kampus STT Setia beserta staf pengajar dengan hanya memfasilitasi penunjukan tempat penampungan sementara hingga setahun lebih.  

Pada dua tempat, yakni eks kantor Pemkot Jakarta Barat dan Wisma Transito memang agak lumayan, karena menempati bangunan, sehingga proses belajar dan mengajar berlangsung dalam ruangan, meskipun jumlah Mahasiswa/I tidak sebanding dengan ruangan yang tersedia.  

Kondisi yang sangat memprihatinkan terjadi di Buperta Cibubur, sekitar 500 Mahasiswa/I hidup dalam kemah selama setahun lebih dan belajar di alam terbuka. Tanah Buperta jadi pijakan mereka dengan langit jadi atapnya, tetapi mereka tetap bersemangat belajar tanpa ada satupun yang mundur, karena tidak tahan dengan situasi tersebut. Dan kalaupun pada nantinya mereka akan diusir dari Buperta Cibubur, mereka akan tetap maju dan bertahan dan tak akan mundur sedikitpun. Pemprov DKI tidak pernah membayar sewa kepada pengelola Buperta selama disana. Padahal, Pemprov DKI melalui wakil gubernur saat itu jelas-jelas menjamin keberadaan mereka di Cibubur. 

Setelah berbagai desakan dan pendekatan dari pihak Buperta Cibubur agar Mahasiswa/I STT Setia dipindahkan, mengingat status pemakaian tempat hanya sementara, pihak Buperta Cibubur akhirnya memutuskan listrik dan pasokan air serta mengunci fasilitas MCK sejak hari Kamis (1-10-2009) lalu. 

Praktis kehidupan mereka yang tinggal dalam tenda selama setahun kian terlunta-lunta. Sebagai perbandingan, Pramuka yang berkemah di Cibubur selama ini paling lama beberapa minggu hingga sebulan, sedangakan mereka sudah berkemah selama setahun tiga bulan. Kini, beban perjuangan mereka untuk tetap belajar kian bertambah, setelah surat permintaan perpanjangan waktu di lokasi tersebut ditolak oleh pengelola Buperta dan Kwartir Nasional (Kwarnas). 

Selain memutus air, listrik dan melarang penggunaan MCK, tenda-tenda juga kini mulai dibongkar. Pemprov DKI yang menjamin Mahasiswa/I STT Setia yang menyewa tempat tersebut dan membayar Rp. 700 juta hingga September 2008. Setelah itu, Pemprov melalui Sekretaris Daerah mengeluarkan surat, terhitung Oktober 2008, DKI tidak bertanggung jawab lagi sehingga tunggakannya mencapai Rp. 2,7 miliar. Soal kelonggaran batas akhir perpanjangan, pihak STT Setia  diberi batas akhir sampai September 2009 untuk keluar dari Buperta Cibubur. Hal inilah yang menjadi dasar diputuskannya air, listrik dan penguncian fasilitas seperti MCK serta pembongkaran tenda-tenda tempat belajar dan mengajar Mahasiswa/I STT Setia.

Disini jelas bahwa Pemprov DKI telah gagal melindungi dan menganyomi sebagian dari warganya, termasuk Mahasiswa/I STT Setia yang kini kian terlunta-lunta di tempat pengungsian. Tak bisa dibayangkan Mahasiswa/I STT Setia yang memiliki bangunan dan asrama tempat mereka tinggal harusnya bisa mereka gunakan tetapi sama sekali tidak bisa mereka gunakan dan malah mengungsi dan diusir. Nasib Mahasiswa/I STT Setia ibarat “Tuan yang memiliki tanah tetapi tidak berpijak ditanahnya sendiri”

Dimanakah keadilan itu sebenarnya…??? dan sampai kapan kah mereka akan mendapatkan keadilan itu…??? Sungguh ironis dan tragis memang…!!! Semoga saja harapan untuk mendapatkan keadilan akan diberikan pada Mahasiswa/I STT Setia, dan diharapakan agar Mahasiswa/I STT Setia beserta staf pengajarnya dapat lebih bersabar dan tabah lagi dalam menghadapi cobaan ini. Tetap teguh dan semangat Saudara/I ku dan serahkan segalanya hanya dalam tangan Tuhan kita Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Tuhan kita Yesus Kristus memberkati kita dimanapun kita berada. Amin.

October 20, 2009

Pelantikan Presiden

Filed under: Rubrik Umum

Hari ini tgl. 20 Oktober 2009, telah dilantik Presiden RI periode 2009-2014.

Semoga presiden yg telah dilantik pada periode ini membawa perubahan yang baru bagi negara kita, dan kerukunan antar umat beragama menjadi semakin kuat sesuai dengan Pancasila. Terutama pada butir 1,3 dan 5, sehingga negara kita tetap satu dan tidak pecah belah. Serta kedamaian akan selalu ada dinegara kita. Serta semoga pemimpin yg telah dilantik akan selalu takut akan Tuhan. Amen saudara-2 ku….. emoticon

September 23, 2008

Wali Kota Medan Divonis 5 Tahun

Filed under: Rubrik Umum

Abdillah

Jakarta, Kompas - Wali Kota Medan Abdillah divonis 5 tahun penjara, membayar denda Rp 250 juta, dan uang pengganti kerugian negara Rp 17,826 miliar. Abdillah dinilai majelis hakim bersalah dalam proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran dan penggunaan dana APBD.

Vonis terhadap Abdillah ini dibacakan secara bergantian oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Edward Pattinasarany di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (22/9).

Sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) telah menuntut delapan tahun penjara dan Abdillah dinilai telah merugikan negara Rp 50,5 miliar (Kompas, 4/9).

Majelis hakim berpendapat, Abdillah telah menguntungkan dirinya sendiri. Rinciannya, dana APBD yang digunakan Abdillah adalah tahun 2002 Rp 1,198 miliar, Rp 11,517 miliar (2003), Rp 9,314 miliar (2004), Rp 3,472 miliar (2005), dan Rp 1,418 miliar (2006).

Selain menguntungkan dirinya sendiri, Abdillah juga memberikan uang-uang tersebut kepada banyak orang, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Medan, danrem setempat, mantan anggota DPR dari F-PDIP Firman Jaya, Kepala Polres Medan, KP3 Belawan, Partai Demokrat Medan, anggota DPRD Kota Medan, Poltabes Medan, anggota KPKPN, staf BPK, dan bantuan kunjungan pejabat Depdagri.

”Tanggal 24 April 2003 diberikan kepada istri Mensos, Rosidah M Said, sebesar Rp 125 juta, 30 April operasional Kejari Medan, 30 April Wakapoltabes Medan Rp 50 juta, 30 April Pangdam I Bukit Barisan Rp 100 juta, bantuan kepada pimpinan DPRD Medan, bantuan Kijang kapsul kepada BIN Rp 94 juta, 20 Mei 2003 Ny Rosidah M Said (istri Mensos) melalui transfer Bank BNI Cabang Tebet Rp 500 juta, dan tanggal 20 Mei untuk Mensos Rp 250 juta,” kata Hakim Ugo.

Hal-hal yang memberatkan Abdillah adalah Abdillah tidak mengakui kesalahannya dan tidak peka terhadap pemberantasan korupsi.

Hal-hal yang meringankan, kata majelis, Abdillah memiliki tanggungan keluarga, berlaku sopan, menerima 27 penghargaan, dan sudah meningkatkan pendapatan asli daerah dari Rp 240 miliar menjadi Rp 1,7 triliun.

Hakim Mansyurdin Chaniago mengatakan, JPU tidak lumrah dalam membuat sistematika pembuktian dakwaan, yaitu dakwaan kesatu primair dan dakwaan kedua primair secara berbarengan tanpa jelaskan alasan pembuktian.

Hakim Andi Bachtiar berbeda pendapat. Andi mengatakan, surat dakwaan JPU yang berbentuk subsidiaritas itu dapat dijadikan dasar oleh anggota majelis hakim ketiga.

Sampai kapan ya para pejabat di negara kita INDONESIA ini bisa jadi panutan dan contoh masyarakat, semoga kelak nanti pejabat negara di INDONESIA kita ini banyak yang Jujur, Berwibawa, Bersih dan Peduli pada masyarakatnya….!!! Berantas korupsi…!!! Hidup INDONESIA KU…!

August 18, 2008

Kritisi Arti Kemerdekaan

Filed under: Rubrik Umum

Kritisi Arti Kemerdekaan. Indonesia Sudah Bayar Utang Sebelum Berutang.

Masyarakat diminta bisa secara kritis memaknai arti kemerdekaan dan tidak menerima begitu saja atau menganggap gampang kemerdekaan, yang sekadar diartikan sebagai pembacaan teks Proklamasi oleh Ir Soekarno dan Moh Hatta pada 17 Agustus 1945.

Salah satu kesimpulan di atas mencuat dalam diskusi putaran kedua Lingkar Muda Indonesia (LMI), Selasa (12/8), menyambut HUT Kemerdekaan RI. Diskusi yang digelar di Gedung Gramedia, Jakarta, bertema ”Republik Kaum Muda: Hak Asasi sebagai Parameter Imperatif Kemerdekaan”.

”Selama ini, kita taken for granted kalau Proklamasi adalah kemerdekaan. Padahal, ada proses dialektika di balik proses kemerdekaan. Jika tidak, bisa dibayangkan kalau semua pihak kemudian dengan gampang memproklamasikan diri dan menyatakan merdeka,” ujar ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Revrisond Baswir.

Hadir sebagai pembicara, pendiri pendidikan alternatif ”sekolah untuk kehidupan” Butet Manurung, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Agung Putri, Asfinawati dari LBH Jakarta, Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Chalid Muhammad, dan praktisi film Nia Dinata.

Menurut Revrisond, selama ini banyak terjadi penggelapan sejarah Indonesia.

Salah satu fakta sejarah yang sering kali dilupakan, ujar Revrisond, pasca-Konferensi Meja Bundar (KMB) Indonesia diharuskan membayar utang Pemerintah Belanda selama menjajah Indonesia. Besarnya mencapai 3,3 miliar gulden Belanda untuk utang dalam negeri dan 3 miliar gulden Belanda untuk utang luar negeri.

”Indonesia sudah harus membayar utang, bahkan ketika dia belum berutang kepada negara mana pun seperti sekarang. Selama ini yang disampaikan, Indonesia memenangi perundingan (KMB) dan mendapat pengakuan kedaulatannya. Padahal, masih ada embel-embel lagi yang tidak diceritakan,” ujar Revrisond.

Pada kesempatan yang sama, Chalid mengingatkan bahwa kondisi Indonesia sekarang sudah semakin jauh dari cita-cita para pendiri bangsa, yaitu Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.

Dalam diskusi, Asfinawati mendesak tentang perlunya negara menghormati sekaligus menjamin hak-hak sipil dan politik, yang telah diratifikasi ke dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Konvenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik.

 Sumber artikel ini dikutip dari kompas.com

May 19, 2008

Orangtua Stres Bikin Anak Mudah Sakit

Filed under: Rubrik Umum
Kehidupan rumah tangga yang penuh dengan permasalahan seringkali mengundang stres. Tak sedikit orang tua  sekarang mengalami tekanan jiwa akibat beban hidup yang sangat berat. Celakanya lagi,  tekanan yang dialami orang tua dapat berpengaruh pada anak-anak.  Bahkan menurut sebuah riset, stres yang dialami orang tua dapat menyebabkan anak-anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Seperti yang diungkap para peneliti dari University of Rochester melalui sebuah studi yang dimuat jurnal New Scientist, tingkat keretanan anak terhadap penyakit relatif tinggi pada anak-anak yang orang tuanya mengalami depresi dan kecemasan. Peneliti juga menemukan adanya kaitan antara stres dengan sistem kekebalan tubuh pada anak-anak.    

Sudah sejak lama diketahui bahwa stres dapat menyebabkan perubahan sistem kekebalan tubuh dan membuat seseorang mudah terserang infeksi dan penyakit lainnya.  Namun begitu, riset yang juga dimuat dalam jurnal Brain, Behavior and Immunity ini, adalah yang pertama membuktikan bahwa  masalah stres dapat menular atau merembet dari orang tua kepada anak-anak.

Dipimpin Dr. Mary Caserta, riset ini dilakukan dengan memantau 169 orang tua selama kurang lebih 3 tahun. Para ortu diminta untuk mencatat kasus penyakit yang dialami anak-anaknya, kemudian pemantauan ini diikuti dengan evaluasi secara psikiatri selama enam bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat atau jumlah penyakit secara signifikan lebih tinggi pada anak-anak yang orang tuanya mengalami stres emosional pada level yang tinggi.  Selain itu, sel-sel kekebalan dalam darah dari anak-anak juga terukur, dan mereka yang berasal dari ortu yang stres menunjukkan adanya kenaikan.

Peneliti mengakui bahwa memberi kebebasan pada ortu untuk mengukur atau mencatat kasus penyakit anak-anak dapat mempengaruhi signifikansi penelitian karena pada kenyataannya ortu yang sangat cemas cenderung mencatat level yang lebih tinggi.  Walau begitu, peneliti mengatakan bahwa temuan ini tetap mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara stres pada orang tua dengan kesehatan anak-anak.
 
Sementara itu, Dr. David Jessop peneliti dari Bristol University, menyatakan perlunya untuk melakukan riset jangka panjang guna meneliti dan mengukur sejauh mana dampak langsung dari stres serta bagaimana anak-anak memulihkan diri selama ortunya mengalami stres yang lebih ringan. Menurutnya, hasil riset ini  sebaiknya tidak membuat para orang tua menjadi khawatir, atau malah menambah parah penderitaan serta tekanan kepada mereka yang tengah mengalaminya.

"Pertanyaannya adalah ketika stres ini mereda, apakah kekebalan anak-anak mereka akan kembali normal atau mereka menjadi takut hidup?  Saya percaya, anak-anak bisa sangat begitu tabah dan sistem yang mereka miliki cukup kuat untuk mengatasinya. Walaupun ini merupakan riset yang  baik, para orang tua sebaiknya tidak terlalu mengkhawatirkannya".

 
——- 
Semoga informasi ini bermanfaat bagi semua orangtua dan calon orangtua juga, hehehe…. :D  

April 30, 2008

Kebebasan Memeluk Agama Serta Beribadah Di Indonesia Dilihat Dari Nilai Pancasila

Filed under: Rubrik Umum

Kebebasan Memeluk Agama Serta Beribadah Di Indonesia Dilihat Dari Nilai Pancasila.

Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dan merupakan salah satu dari sekian banyak negara tropis didunia dengan jumlah populasi masyarakatnya kurang lebih sekitar 250 juta jiwa. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku, adat istiadat, ras dan agama yang masing-masing memiliki hubungan serta sikap toleransi yang sangat baik. Dan masyarakat dunia juga mengakui bahwa sikap toleransi kerukunan beragama di Negara Indonesia sangat luar biasa terjalin dengan baik dan patut dicontoh dan diteladani. Tetapi, pada masa sekarang ini, anggapan masyarakat dunia tentang kerukunan umat beragama di Negara kita, Indonesia tercinta ini semakin lama mulai mengalami pergeseran dan pemudaran. Kemana dan dimanakah sikap dan toleransi kerukunan umat beragama yang selama ini kita jalin dan junjung tinggi…?!?

Mungkin pertanyaan ini bisa saja timbul didalam benak pemikiran masyarakat dan bangsa Indonesia pada masa sekarang ini, yang rasa kebebasan beragamanya terganggu dan merasa tidak nyaman. Benarkah…?!?

Setiap orang tahu PANCASILA sebagai dasar dan landasan dari Negara Indonesia tercinta ini, dan kita juga mungkin sudah mempelajarinya sejak duduk di bangku SD (Sekolah Dasar). Mari kita sama-sama menyimak isi dari PANCASILA yang merupakan dasar dan landasan dari bangsa Indonesia yang sangat-sangat sempurna ini : 

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Dan Perwakilan.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
 
Pada ayat yang ke-1 yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Disini begitu sangat terlihat jelas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki agama berdasarkan kepada kepercayaan masing-masing rakyatnya dan mengenal Tuhan sebagai dasar masyarakat itu sendiri. Disini jelas bahwa bangsa Indonesia berhak untuk memiliki agama berdasarkan kepercayaannya masing-masing dan menjunjung tinggi asas “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam kehidupannya sehari-hari.

Pada ayat yang ke-2 yaitu “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”. Pada ayat yang ke-2 ini, disini kita mengetahui dengan jelas bahwa hak manusia atau hak masyarakat dan bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi nilai dan moral ”kemanusiaan” yaitu dimana bangsa Indonesia harus bisa menyadari dan bersikap sebagai manusia yang memiliki dasar dan pemikiran hidup yang memiliki toleransi dan saling menghargai antara sesama manusia itu sendiri dan bukan berdasarkan pada “hukum rimba”. Pada “kemanusiaan” yang ditekankan disini adalah bahwa kita harus berpikiran secara harafiah dalam menyadari dan mengetahui konteks apa kemanusiaan itu sendiri. Manusia adalah mahkluk sosial yang saling membutuhkan dan saling menghargai satu dengan yang lainnya, karena itu manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi dan memiliki akal dan pikiran yang sehat untuk menilai mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kemudian kata “Adil dan Beradab” memiliki nilai dan arti yang sungguh sangat sempurna, kita harus bersikap adil dalam memberikan keputusan dan tidak memikirkan kepentingan diri sendiri atau kelompok dan kata beradab menunjukkan bahwa kita harus menunjukan pola pikir manusia itu sendiri dengan memperhatikan etika norma dan nilai kemanusiaan dengan memperhatikan sudut pandang yang luas terhadap budaya, suku dan ras serta agama.

Pada ayat yang ke-3 “Persatuan Indonesia”. Jelas sekali bahwa dalam ayat yang ke-3 ini, bangsa Indonesia sangat sadar betul akan nilai persatuan tersebut didalam kehidupan berbangsa dan bertanah air di Indonesia, sehingga bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan toleransi didalam kehidupan bermasyarakat untuk menjaga integritas jati diri bangsa Indonesia tersebut, serta mencegah terjadinya perpecahaan, sikap permusuhan dan kelompok didalam diri bangsa Indonesia tersebut. Satu kesatuan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia inilah yang menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang utuh dan berdaulat, sehingga bangsa asing tidak boleh semena-mena terhadap bangsa Indonesia.

Pada ayat yang ke-4 ”Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Dan Perwakilan”. Pada ayat yang ke-4 ini, disini jelas terlihat bahwa rakyat Indonesia telah menunjuk pemimpin-pemimpin dan perwakilannya yang sangat-sangat dipercaya serta dianggap mampu untuk melindunggi bangsa dan negara Indonesia tercinta ini dari bentuk dan permasalahan apapun yang terjadi baik didalam negeri maupun dari luar negeri untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Indonesia tercinta ini.

Pada ayat yang ke-5 “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Pada ayat yang ke-5 yang sempurna ini kita menyadari bahwa pemerataan aspek dari segala nilai-nilai kesosialan didalam bangsa Indonesia harus adil dan merata yang diterima oleh rakyat Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan dalam diri kita sendiri pada saat sekarang ini adalah :

  1. Apakah kita sebagai bangsa Indonesia, mengerti dan bisa memahami arti dan nilai dari “Ketuhanan Yang Maha Esa” didalam PANCASILA tersebut ?
  2. Apakah kita sebagai bangsa Indonesia, mengerti dan bisa memahami arti dan nilai dari “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab” didalam PANCASILA tersebut ?
  3. Apakah kita sebagai bangsa Indonesia, mengerti dan bisa memahami arti dan nilai dari “Persatuan Indonesia” didalam PANCASILA tersebut ?
  4. Apakah kita sebagai bangsa Indonesia, mengerti dan bisa memahami arti dan nilai dari ”Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Dan Perwakilan” didalam PANCASILA tersebut ?
  5. Apakah kita sebagai bangsa Indonesia, mengerti dan bisa memahami arti dan nilai dari “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” didalam PANCASILA tersebut ?

Mari kita menjawabnya dengan menanyakan pertanyaan diatas pada diri kita masing-masing dan menemukan jawabannya dalam diri kita masing-masing. Dan jika kita menyadari dan bisa memahami nilai dan arti dari isi PANCASILA yang begitu sangat-sangat sempurna ini dan kita junjung tinggi sebagai dasar dan landasan Negara Indonesia, maka kita sebagai bangsa Indonesia akan mampu :

  1. Menghargai dan memiliki sikap toleransi serta rasa persaudaraan yang utuh dan kuat didalam masyarakat Indonesia, dalam menjaga nilai-nilai  kebebasan dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
  2. Bangsa Indonesia akan benar-benar saling kasih mengasihi didalam lingkungan masyarakatnya, tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaan didalam lingkungan masyarakat, lingkungan kerja maupun didalam lingkungan pemerintahan.
  3. Di Negara Indonesia tercinta ini, kita tidak akan pernah lagi melihat dan mendengar berita-berita tentang pembakaran dan pembongkaran rumah-rumah ibadah dari agama manapun didalam Negara Indonesia tercinta ini.
  4. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki dan menjunjung tinggi moral dan nilai-nilai Kemanusiaan, Adil dan Beradab sehingga kita tidak akan pernah lagi melihat dan mendengar berita-berita aksi-aksi anarkis dari agama manapun, sehingga terciptalah kerukunan umat beragama dan rasa aman serta kedamaian di Negara Indonesia.
  5. Pemerintah akan melindunggi segenap lapisan masyarakatnya didalam menjunjung tinggi kebebasan dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
  6. Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat, utuh dan berdaulat dengan memegang teguh rasa persatuan dan kesatuan tanpa membeda-bedakan suku, adat istiadat, budaya, ras dan khususnya agama. Sehingga bangsa Indonesia akan disegani oleh negara-negara lain dan dapat kembali menjadi teladan bagi negara-negara lain.
  7. Terjadinya keadilan sosial yang merata di Negara Indonesia tercinta ini bagi pembangunan rumah-rumah ibadah dan tidak akan ada lagi prosedur-prosedur serta struktur-struktur yang mempersulit untuk pembangunan rumah-rumah ibadah dari agama manapun di Indonesia.

Mari kita sama-sama merenungkan dan mari kita sama-sama menjaga dan menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling kasih mengasihi sesama manusia di Negara Indonesia tercinta ini agar tercipta rasa aman dan kedamaian dalam kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing.

Mari kita kembalikan citra bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi beragama di dunia dan dapat kembali menjadi teladan dari bangsa-bangsa lain di dunia.

——-
Artikel ini merupakan pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan oleh kaum Pemuda/I GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) Mandala Medan. Jika ada tulisan yang tidak berkenan, harap dimaklumi dan kami akan memperbaikinya. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Tuhan memberkati bangsa Indonesia. Amin.

April 25, 2008

Informasi Penting…!

Filed under: Rubrik Umum

Informasi ini kami teruskan dari email forward salah satu teman kita. Dibawah ini kutipan informasi tersebut dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

———-
 

Kartu AXIS sekarang sudah beredar dipasaran loh…!!! Dan sudah bisa saudara/i temui dihampir seluruh counter Handphone terdekat,  Kartu ini amat sangat murah dari harga kartu CDMA & GSM yang lainnya. Tetapi, jangan dibeli apalagi sampai dipakai…!!!

Kenapa…??? Karena kartu ini mendukung Pergerakan Gereja Setan (ANTIKRISTUS). Semua tarifnya akan dimulai dari angka 6 dan namanya saja "AXIS" yang kebalikan dari "SIXA/SIX".

Tolong pesan ini jangan sampai putus dan tolong disebarkan ke semua teman, sahabat, keluarga dan semua orang…!!! Karena satu pesan akan menyelamatkan 1 jiwa anak-anak Tuhan. Jangan dibeli dan jangan pernah mau untuk membeli yah, karena kalau kita beli sama saja dengan kita membiarkan SETAN lebih leluasa bekerja didalam kehidupan kita.

Satu hal lagi, kabarnya kartu tersebut terdapat CHIP yang dapat mendeteksi kita kemana saja pun kita pergi, dan mereka bisa tahu seberapa banyak anak-anak TUHAN YESUS KRISTUS yang dapat dijadikan pengikut mereka dan mereka juga dapat mengetahui para pengikut mereka sendiri kemana pun mereka pergi. Jadi agar diharapkan untuk lebih berhati-hati terhadap situasi sekarang (AKHIR JAMAN) ini karena si IBLIS dan para pengikutnya sedang memulai program pergerakan mereka.

Terima kasih untuk perhatiannya. Ayo mari kita dukung lewat doa juga dan kita tolak serta patahkan di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS. Tuhan kita YESUS KRISTUS memberkati kita semua dimanapun kita berada. Amin.

April 12, 2008

Minuman Yang Dilarang & Ditarik Dari Peredarannya

Filed under: Rubrik Umum

Minuman Yang Saat Ini Dilarang & Ditarik Dari Peredarannya.

1. Frezz Milk.
2. Ize Pop.
3. Nihdu Orange Drink.
4. Amozone.
5. Mizone.
6. Zhuka Sweat.
7. Arinda.
8. Cafeta Zone.
9. Amico Sweat.
10. Oki Jelly Drink.
11. Jelly Juice.
12. Fruit Jam.
13. Zeger Iso Tonic.
14. Boy Zone.
15. Coffee Cup.
16. Jelly Cool Drink.
17. Zporto.
18. Jungle Juice.
19. Zes Tea.
20. Mogu-mogu.

Minimun ini mengandung zat siklomat, bisa menyebabkan penyakit LUPUS ( merusak antibodi dan belum ada obat penyembuhnya ) larangan ini tolong disebarkan semoga bermanfaat bagi kita semua.

———-
Sumber informasi ini bersumber dari forward e-mail dan dipublikasikan oleh Pemuda/I GKPI Mandala Medan.

Manfaatin PIN ATM

Filed under: Rubrik Umum

Pada saat sekarang ini, tingkat kriminalitas sangat tinggi terjadi apalagi dalam bentuk perampokan dan penodongan di outlet atm. Maka dengan begitu maraknya aksi kejahatan seperti ini, mari kita sama-sama tanggap dan cegah.

Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok ataupun ditodong seseorang dan diperintahkan untuk mengeluarkan uang dari atm anda, maka anda bisa minta pertolongan dengan cara diam-diam dan sangat sederhana tapi ampuh untuk penanganan kasus anda.

Caranya dengan memberikan nomor pin secara terbalik kepada perampok atau penodong, misalnya no asli pin anda 1254 maka no pin yang akan anda berikan pada sang perampok ataupun penodong adalah 4521.

Dengan cara tersebut, maka secara otomatis di atm tempat mengambil uang tadi mesin akan mengeluarkan uang anda dan juga tanda bahaya ke kantor polisi ( ke pihak ke polisian ) tanpa diketahui oleh perampok, penodong ataupun pencuri tersebut. Fasilitas ini tersedia di hampir seluruh outlet atm baik di Indonesia maupun di luar negeri, tapi hanya sedikit saja orang yang tahu mengenai fasilitas atm ini. Tolong di beritahu kepada teman-teman anda, rekan-rekan anda ataupun keluarga anda.

Semoga informasi ini bermanfaat dan berguna bagi banyak orang agar lebih tanggap terhadapa situasi keadaan saat ini. "Sediakan payung sebelum hujan". Lebih baik bersiaga dan tanggap dari pada tidak sama sekali.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer